- Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan delapan bandara hingga Senin, 7 September 2026 pukul 18.00 WIB akibat abu vulkanik.
- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan enam bandara alternatif disiapkan di Pulau Jawa untuk mencegah terjadinya penumpukan penumpang.
- Penggunaan fasilitas bandara pengganti tersebut tetap harus disesuaikan dengan kesiapan operasional serta kebijakan maskapai penerbangan terkait.
Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan enam bandara alternatif bagi masyarakat yang ingin berpergian di tengah penutupan bandara imbas sebaran abu erupsi Gunung Anak Krakatau.
Enam bandara yang disiapkan sebagai alternatif yakni Bandara Juanda di Jawa Timur, Bandara Adi Soemarmo di Jawa Tengah, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Daerah Istimewa Yogyakarta, Bandara Adisutjipto di Daerah Istimewa Yogyakarta, Bandara Jenderal Ahmad Yani di Jawa Tengah, serta Bandara Internasional Kertajati di Jawa Barat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan penggunaan bandara alternatif diperlukan untuk mencegah penumpukan penumpang akibat penutupan sejumlah bandara.
"Kami mendorong agar maskapai dapat menggunakan bandara tersebut untuk menghindari penumpukan penumpang,baik yang akan datang maupun yang akan terbang. Ini yang kita harapkan supaya pengaturan penumpang bisa optimal," ujarnya di Jakarta, Senin (7/9/2026).
![Kondisi Penumpang Bandara Soekarno-Hatta setelah adanya penutupan bandara imbas erupsi anak gunung krakatau. [Dokumentasi Kemenhub].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/07/62128-bandara-erupsi-gunung-krakatau.jpg)
Meski demikian, penggunaan bandara alternatif tetap menyesuaikan kondisi operasional, kesiapan bandara, rute penerbangan, serta keputusan masing-masing maskapai.
Kemenhub juga terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, dan instansi terkait untuk memastikan pengalihan penerbangan dapat dilakukan secara aman dan terkoordinasi.
Sebelumnya, Kemenhub memperpanjang penutupan delapan bandara terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut delapan bandara tersebut akan ditutup hingga pukul 18.00 WIB pada Senin (7/9/2026).
"Pada pagi hari ini berdasarkan data yang kami miliki diperoleh dari BMKG, kami memutuskan bahwa untuk 8 bandara yang kemarin ditutup operasional sementara kami tutup, masih tetap kami tutup hingga pukul 18.00 WIB," kata Dudy.
Meski demikian, Dudy memastikan Kementerian Perhubungan akan terus memperbarui informasi penutupan bandara dengan mengacu pada perkembangan dari BMKG.
"Apabila terjadi perubahan informasi yang kami peroleh dari BMKG, maka kami akan segera mengupdate kepada masyarakat dan juga rekan-rekan media," katanya.
Adapun 8 bandara yang ditutup sementara:
- Bandara Soekarno Hatta
- Bandara Halim Perdanakusuma
- Bandara Radin Inten II Lampung
- Bandara Husein Sastranegara
- Bandara Budiarto Curug
- Bandara Pondok Cabe
- Bandara Taufik Kiemas
- Bandara Atung Bungsu