- IHSG anjlok 1,33 persen ke level 6.589,34 pada Kamis (10/9/2026) akibat tekanan pasar global.
- Lonjakan harga minyak mentah dan kenaikan imbal hasil US Treasury memicu kekhawatiran inflasi global tinggi.
- Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Jumat (11/9/2026) di tengah volatilitas pasar.
Sementara itu, beberapa komoditas pertanian justru menguat. Jagung naik 1,23% menjadi 533,50, gandum meningkat 1,85% ke 741,50, dan soybean oil naik 1,98% menjadi 71,97. Harga crude palm oil (CPO) tercatat 4.885 atau turun 1,63%.
Dari sisi agenda ekonomi, pasar akan mencermati sejumlah data Amerika Serikat yang dirilis Jumat. Data tersebut meliputi inflasi tahunan Agustus yang diperkirakan berada di 3,4%, inflasi bulanan sebesar 0,4%, core inflation tahunan sebesar 2,4%, dan core inflation bulanan sebesar 0,2%. Selain itu, pasar juga menunggu data preliminary Michigan Consumer Sentiment September yang diproyeksikan berada di level 51,0.
Di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, BNI Sekuritas memberikan sejumlah trading ideas untuk perdagangan Jumat. Saham MEDC direkomendasikan dengan strategi speculative buy pada area 1.530-1.570, cut loss di bawah 1.530, dan target 1.600-1.650.
Saham ELSA juga masuk dalam speculative buy dengan entry 710-730, cut loss di bawah 700, dan target 750-770. Sementara BULL direkomendasikan buy on weakness pada 418-422, dengan cut loss di bawah 408 dan target 428-434.
Selanjutnya, AMMN menjadi pilihan speculative buy pada 4.800-4.810 dengan cut loss di bawah 4.750 dan target 4.900-4.930. BIPI direkomendasikan buy on weakness pada 145-149, dengan cut loss di bawah 141 dan target 156-162. Adapun ENRG masuk kategori speculative buy dengan entry 1.460, cut loss di bawah 1.410, dan target 1.490-1.530.
Selain kondisi pasar, BNI Sekuritas juga mencatat sejumlah perkembangan emiten. Bank Mandiri (BMRI) menerbitkan perpetual bond senilai US$750 juta dengan bunga 7,35%. Perusahaan Vista menyampaikan telah memiliki pengendalian baru dan menyiapkan transformasi bisnis.
RAJA disebut kembali melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) anak usaha pada tahun depan. Perseroan juga mencatat laba bersih melonjak 88% pada semester I-2026. Sementara itu, MIKA berencana menambah tiga rumah sakit dan 400 tempat tidur pada 2027.
Dari sektor lainnya, MG-LV disebut telah siap mengeksekusi rights issue dengan nilai sekitar Rp2,54 triliun. ANTM memperkuat hilirisasi nikel dan menyiapkan proyek US$3,3 miliar. ANTM juga menyiapkan belanja modal sekitar Rp6 triliun dengan fokus pada pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik dan emas.
Sementara MITI berencana menambah empat armada kapal dengan nilai investasi Rp22,75 miliar.
Dengan kombinasi tekanan dari harga minyak, kenaikan yield US Treasury, penguatan dolar AS, serta ketidakpastian arah suku bunga The Fed, pergerakan IHSG pada akhir pekan berpotensi tetap volatil. Investor perlu mencermati level support 6.530-6.570 sebagai area penting untuk mengukur kekuatan tekanan jual, sementara level 6.600-6.620 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus untuk membuka ruang pemulihan indeks.
Disclaimer: Artikel berita ini disajikan semata-mata untuk memberikan informasi publik mengenai perkembangan situasi geopolitik dan konflik internasional. Artikel ini disajikan secara objektif dan netral tanpa keberpihakan pada pihak mana pun yang terlibat dalam konflik.