Investor Bosan ke China, RI Bisa Jadi Raja Industri Manufaktur Asia

Achmad Fauzi

Jum'at, 11 September 2026 | 09:57 WIB
Investor Bosan ke China, RI Bisa Jadi Raja Industri Manufaktur Asia
Kawasan Industri Manufaktur. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Bank DBS Indonesia menyatakan Indonesia berpeluang menjadi basis manufaktur Asia karena diversifikasi rantai pasok global.
  • Radhika Rao menyampaikan di Jakarta pada Jumat, 11 September 2026, bahwa keunggulan Indonesia terletak pada sumber daya dan teknologi.
  • Riyatno menyatakan realisasi investasi semester pertama 2026 mencapai hampir 50 persen dari target pertumbuhan 7,2 persen YoY.

Suara.com - Indonesia dinilai memiliki peluang untuk menjadi salah satu basis manufaktur di Asia seiring perusahaan global mulai melakukan diversifikasi rantai pasok. Fenomena China+1 dan Taiwan+1 menjadi salah satu faktor yang dapat membuka peluang tersebut.

Bank DBS Indonesia melihat perubahan strategi rantai pasok global tersebut dapat mendorong investor mencari lokasi alternatif di luar China dan Taiwan. Indonesia dinilai memiliki sejumlah modal untuk menangkap peluang tersebut, terutama dari sisi sumber daya, pasar, serta pengembangan industri.

Asia Tenggara sendiri menjadi salah satu kawasan yang mengalami pertumbuhan investasi asing cukup pesat. Arus Penanaman Modal Asing (PMA) ke Asia Tenggara meningkat dari sekitar US$225 miliar pada 2024 menjadi hampir US$250 miliar pada 2025.

Kondisi tersebut terjadi di tengah perubahan rantai pasok global, ekspansi sektor manufaktur, serta meningkatnya minat investor internasional terhadap pasar ASEAN.

Ilustrasi kawasan industri. [Unsplash]
Ilustrasi kawasan industri Manufaktur. [Unsplash]

DBS Group Research menyebut tren China+1 dan Taiwan+1 menciptakan peluang bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok manufaktur global.

Salah satunya melalui pengembangan industri kendaraan listrik (EV), yang dinilai dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi di Asia Tenggara.

Selain manufaktur EV, agenda hilirisasi juga dinilai menjadi daya tarik bagi investasi. Pengembangan hilirisasi membuka peluang pada sektor energi, infrastruktur, dan manufaktur strategis.

Senior Economist DBS Group Research, Radhika Rao, mengatakan perubahan peta ekonomi global membuka kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan baru.

"Keunggulan Indonesia ke depan tidak hanya terletak pada sumber daya alam dan ukuran pasar, tetapi juga pada kemampuannya menarik investasi berbasis teknologi, memperkuat rantai nilai domestik, mengembangkan ekonomi digital, serta menjaga stabilitas kebijakan dan makroekonomi." ujarnya di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

baca juga

Namun, peluang tersebut datang ketika persaingan antarnegara Asia Tenggara untuk menarik investasi semakin ketat.

Indonesia perlu memperkuat infrastruktur fisik seperti energi, transportasi, dan logistik. Infrastruktur nonfisik seperti regulasi, kualitas sumber daya manusia, serta kemudahan berusaha juga menjadi faktor yang menentukan minat investor.

Di sisi lain, perusahaan multinasional juga semakin memperhatikan kepastian regulasi, kecepatan perizinan, efisiensi operasional, serta stabilitas kebijakan ekonomi dan nilai tukar sebelum menentukan ekspansi bisnis.

Deputi Bidang Pengembangan Iklim dan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Riyatno mengatakan realisasi investasi Indonesia masih menunjukkan tren positif.

Realisasi investasi di Indonesia tetap menunjukkan tren positif yang dibuktikan dengan capaian semester pertama 2026 hampir 50% dari target pertumbuhan 7,2 persenYoY. Di tengah dinamika global dan persaingan yang semakin intensif, potensi investasi di Indonesia masih sangat besar dengan resiliensi ekonomi yang cukup baik.

"Karena itu, Kementerian terus berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dengan layanan investasi end-to-end, mulai dari peta jalan sektor investasi, reformasi regulasi, hingga streamlining perizinan perusahaan dengan aplikasi OSS Versi 2 yang kini lebih canggih didukung AI dan blockchain sehingga semakin terintegrasi untuk memastikan proses investasi yang lebih efisien," imbuhnya.

Menjelang 2027, perusahaan multinasional akan menghadapi pilihan yang berbeda-beda dalam menentukan strategi di Indonesia. Sebagian dapat memperluas bisnis, memperdalam investasi yang sudah ada, atau justru meninjau kembali eksposur bisnisnya.

Pilihan tersebut akan bergantung pada sektor, strategi perusahaan, toleransi risiko, serta kemampuan mengelola pembiayaan, risiko, ketahanan bisnis dan efisiensi operasional secara bersamaan.

Dengan demikian, peluang Indonesia menangkap arus relokasi rantai pasok tidak hanya bergantung pada besarnya pasar domestik. Kepastian regulasi, kesiapan infrastruktur dan kemampuan membangun ekosistem industri akan menjadi penentu apakah peluang dari perubahan rantai pasok global tersebut dapat dikonversi menjadi investasi jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Soroti Ketimpangan Ekonomi dan Kedekatan Pengusaha dengan Kekuasaan

DPR Soroti Ketimpangan Ekonomi dan Kedekatan Pengusaha dengan Kekuasaan

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 09:30 WIB

IHSG Menguat, Asing Jualan Rp29,7 Miliar Pekan Ini

IHSG Menguat, Asing Jualan Rp29,7 Miliar Pekan Ini

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 15:39 WIB

Investor Asing Mulai Bidik Bisnis Cold Storage di Indonesia

Investor Asing Mulai Bidik Bisnis Cold Storage di Indonesia

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 15:56 WIB

Terkini

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:19 WIB

×