- Menteri Keuangan Suahasil Nazara akan mendalami kebijakan perombakan pejabat yang dilakukan pendahulunya di Jakarta.
- Presiden Prabowo Subianto diduga menggeser Purbaya Yudhi Sadewa akibat keputusan perombakan besar-besaran pegawai Kemenkeu tersebut.
- Pergantian posisi menteri ini bertujuan memperkuat keuangan negara serta melanjutkan program pertumbuhan dan stabilisasi ekonomi.
Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara akan mendalami keputusan pendahulunya Purbaya Yudhi Sadewa dalam perombakan besar-besaran pejabat di Kementerian Keuangan.
Hal ini digadang-gadang menjadi alasan Presiden Prabowo Subianto menggeser Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan.
"Nanti kita lihat, tapi kemarin memang ada pelantikan minggu lalu. Dan tentu nanti kita akan lihat pelantikan seperti apa, keputusan Menteri Keuangannya seperti apa, dan kita akan tindak lanjuti dari situ," ujar Suahasil usai Pelantikan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, pergantian Menteri Keuangan ini hanya sebagai penguatan keuangan negara. Dirinya juga akan melanjutkan program-program yang dijalankan Purbaya.
![Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Wamenkeu Suahasil Nazara saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (5/6/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/05/24347-menteri-keuangan-purbaya-yudhi-sadewa-dan-wamenkeu-suahasil-nazara.jpg)
"Dan Kementerian Keuangan sebagai kementerian yang sangat besar, 77.000 pegawai, tentu bekerja di seluruh Indonesia untuk bisa menumbuhkan ekonomi dan juga menstabilkan ekonomi Indonesia," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merombak jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), mulai dari Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, hingga pejabat pada Unit Organisasi non-Eselon.
Pelantikan tersebut digelar pada Kamis (10/9/2026), dengan pejabat yang dilantik berasal dari eselon II, III, dan IV. Khusus untuk eselon III, terdapat sekitar 350 pejabat yang dilantik.
Purbaya mengatakan perombakan tersebut merupakan bagian dari proses reorientasi organisasi yang dilakukan secara rutin.
"Jadi cukup banyak. Ini kan biasa reorientasi lah. Setahun sekali seperti itu. Ada yang mutasi, zamannya sekarang. Jadi ini bukan hal yang khusus," tegas Purbaya.
Menurut Purbaya, pelantikan pejabat bukan sekadar pergantian posisi maupun perubahan tempat kerja. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan organisasi Kemenkeu dapat terus beradaptasi dan meningkatkan kinerjanya.
"Perlantikan ini bukan sekedar pergantian posisi atau perubahan tempat bekerja. Ini merupakan bagian dari proses organisasi untuk memastikan Kementerian Keuangan terus bergerak, beradaptasi, dan bekerja semakin baik," ujar Purbaya.