- Ketua DPP PDIP Said Abdullah membantah klaim Achmad Hidayat bahwa pemecatannya disebabkan oleh kunjungan ke Joko Widodo.
- Said Abdullah menyatakan pemecatan Achmad Hidayat dilatarbelakangi oleh berbagai pelanggaran internal partai yang bersifat perdata dan pidana.
- Achmad Hidayat menyampaikan terima kasih kepada DPP PDIP setelah dipecat karena pernah berkontribusi dalam pemenangan Pemilu 2024.
Suara.com - PDI Perjuangan (PDIP) akhirnya angkat bicara meluruskan klaim mantan kadernya, Achmad Hidayat, mengenai alasan pemecatannya.
Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, secara tegas membantah isu yang menyebutkan bahwa pencabutan status keanggotaan Achmad murni disebabkan oleh aksi sowan ke Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Said mengungkapkan ada sederet rekam jejak pelanggaran lain yang menjadi pertimbangan utama partai banteng tersebut.
"Oh, ada anggota dari PDI Perjuangan namanya Achmad Hidayat. Dia menyatakan bahwa menurut dia, dia dipecat karena sowan ke Pak Jokowi," kata Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Menurut Said, publik tidak tahu bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh Achmad sudah menumpuk di internal partai.
"Yang terjadi sesungguhnya, terlalu banyak pelanggaran yang dilakukan oleh Achmad Hidayat yang tidak kami sampaikan ke publik, dan bahkan Achmad Hidayat ini berkoar-koar, kalau kita ngelihat record-nya dia di Instagram dia, dia itu berani mati untuk membela Ibu Mega. Tapi kelakuannya jauh dari apa yang menjadi concern partai dan instruksi Ibu Mega," katanya.
Menurutnya, tidak ada yang bisa dipercaya dari pernyataan Achmad Hidayat soal dirinya dipecat karena sowan ke Jokowi.
"Sudahlah, kan bukan hanya dia yang ke Pak Jokowi. Orang tiap hari mondar-mandir ke Pak Jokowi, kita biasa-biasa saja. Pak Jokowi ke mana, kita ke mana, kita jalannya sudah berbeda. Sehingga nggak ada urusan. Tidak ada orang datang ke Pak Jokowi dipecat," ujarnya.
Saat ditanya soal pelanggaran yang dilakukan Achmad, Said menyinggung soal pelanggaran pidana juga ada pelanggaran perdata.
"Ada perdata, ada pidana. Nah, silakan kepada berbagai pihak yang kena korban dari Achmad Hidayat untuk menuntut ke APH," pungkasnya.
Sebelumnya, Achmad Hidayat buka suara setelah DPP PDI Perjuangan atau PDIP memutuskan memecat dirinya dari keanggotaan partai.
Alih-alih memberikan perlawanan, Achmad menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang pernah diberikan untuk berkontribusi dalam perjalanan politik PDI Perjuangan.
Achmad mengakui kontribusinya terhadap partai tidak besar. Namun, dia merasa pernah terlibat dalam sejumlah agenda pemenangan PDI Perjuangan di Surabaya, termasuk pada Pemilu 2024.
Salah satu kontribusi yang disebutnya adalah membantu mempertahankan kepemimpinan PDI Perjuangan di DPRD Kota Surabaya setelah Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.
“Terima kasih DPP PDI Perjuangan sudah diberikan kesempatan berpartisipasi walaupun kecil terhadap perjalanan pemenangan partai pada Pileg 2024, mempertahankan kepemimpinan Ketua DPRD di Kota Surabaya,” kata Achmad melansir Beritajatim--jaringan Suara.com, Senin (14/9/2026).