Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

M Nurhadi

Rabu, 16 September 2026 | 06:15 WIB
Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!
Ilustrasi Jazirah Arab
baca 10 detik
  • Saudi Aramco membatalkan dan menunda pengiriman minyak mentah ke Eropa akibat penutupan jalur pipa East-West sejak 10 September.
  • Penghentian pasokan minyak tersebut memicu lonjakan harga komoditas hingga menembus level $120 per barel di pasaran global.
  • Perusahaan penyulingan Polandia, Orlen, membeli minyak mentah alternatif dari Laut Utara, Amerika Serikat, dan Kazakhstan.

Suara.com - Raksasa energi pelat merah Arab Saudi, Saudi Aramco, terpaksa membatalkan dan menunda pengiriman minyak mentahnya kepada sejumlah perusahaan penyulingan di Eropa.

Keputusan drastis ini diambil setelah penutupan paksa jalur pipa utama East-West memutus salah satu rute alternatif terakhir kerajaan tersebut untuk menghindari titik rawan konflik di Selat Hormuz.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber perdagangan, gangguan rantai pasok ini langsung memicu kepanikan di pasar komoditas. Harga kargo minyak mentah dilaporkan melonjak tajam hingga menembus level $120 per barel seiring upaya negara-negara pelanggan utama, seperti Polandia, yang bergegas mencari pasokan alternatif.

Fasilitas pipa East-West yang memiliki kapasitas alir raksasa hingga 7 juta barel per hari tersebut dilaporkan lumpuh dan berhenti beroperasi sejak insiden serangan pada 10 September lalu. Insiden yang dituduhkan kepada kelompok milisi Irak ini memaksa otoritas setempat mematikan jalur strategis tersebut.

Padahal, pipa yang membentang dari ladang minyak di wilayah timur menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah ini menjadi penyelamat utama Arab Saudi dari dampak terburuk penutupan Selat Hormuz selama enam bulan terakhir.

Menurut laporan dari lembaga analisis pasar Argus, setidaknya tiga kilang di Eropa harus menelan pil pahit lantaran jadwal pengiriman kargo akhir September mereka dibatalkan atau ditunda mundur hingga bulan November.

Selain itu, dua perusahaan penyulingan lainnya juga tengah bersiap menerima pemberitahuan pembatalan serupa terkait pasokan bulan September, berbanding terbalik dengan laporan sebelumnya pada bulan Agustus yang memproyeksikan Aramco sanggup menyuplai volume kontraktual secara penuh.

Seorang sumber di pasar energi memperkirakan bahwa setiap jadwal kargo Saudi yang direncanakan berangkat pada 10 hari terakhir di bulan September kini berada dalam risiko tinggi pembatalan. Sumber yang sama mengestimasikan bahwa cadangan minyak mentah yang tersisa di pelabuhan Yanbu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan ekspor selama lima hari ke depan. Terkait krisis cadangan fasilitas pelabuhan ini, pihak Saudi Aramco memilih untuk tidak memberikan komentar resmi.

Kondisi kritis di lapangan semakin diperkuat oleh data pelacakan maritim Vortexa. Data tersebut menunjukkan bahwa sama sekali tidak ada kargo minyak mentah Saudi yang diberangkatkan dari fasilitas Yanbu sejak 11 September lalu.

baca juga

Dalam operasional normal, minyak mentah yang diekspor melalui pelabuhan Yanbu akan dikirimkan melintasi Laut Merah menuju terminal Ain Sukhna di Mesir. Dari titik tersebut, pasokan dipompa melalui jaringan pipa SUMED yang berkapasitas 2,5 juta barel per hari menuju terminal Sidi Kerir di pesisir Mediterania.

Data yang dilansir dari Al jazeera mencatat bahwa rata-rata kedatangan minyak di Ain Sukhna pada dua minggu pertama September berada di kisaran 1,40 juta barel per hari, sementara ekspor dari terminal Sidi Kerir menyentuh angka 1,95 juta barel per hari pada periode yang sama.

Terhentinya aliran minyak mentah dari Saudi ini memaksa para pelanggan setia kerajaan untuk memutar otak. Salah satu raksasa penyulingan asal Polandia, Orlen, dilaporkan telah bergerak agresif di pasar spot untuk memborong pasokan minyak mentah pengganti.

Berbagai sumber trader mengungkapkan bahwa Orlen telah membeli minyak mentah dari kawasan Laut Utara, termasuk varian Grane, Johan Sverdrup, dan Johan Castberg melalui skema tender spot. Korporasi energi ini juga secara aktif mencari penawaran pasokan untuk jenis WTI Midland dari Amerika Serikat serta CPC Blend dari Kazakhstan.

Manuver darurat ini dilakukan menyusul kegagalan setidaknya empat jadwal penyewaan armada kapal tanker untuk pengiriman bulan September dari rute Sidi Kerir menuju pelabuhan Gdansk di Polandia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 18:50 WIB

Terkini

Belum Turun Kelas, FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal Indonesia di Emerging Market

Belum Turun Kelas, FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal Indonesia di Emerging Market

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Ulasan Guru Aini: Ketika Ketekunan Menaklukkan Ketakutan pada Matematika

Ulasan Guru Aini: Ketika Ketekunan Menaklukkan Ketakutan pada Matematika

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Refly Harun Prediksi Gibran Mengundurkan Diri dalam 1-2 Hari Usai Putusan MK

Refly Harun Prediksi Gibran Mengundurkan Diri dalam 1-2 Hari Usai Putusan MK

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:28 WIB

Cuaca Panas Menyengat, Warga Diminta Tak Beraktivitas di Luar, Ini Alasannya

Cuaca Panas Menyengat, Warga Diminta Tak Beraktivitas di Luar, Ini Alasannya

Jogja | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:18 WIB

Peneliti Meninggal Diduga Akibat Bakteri Wabah Mematikan, AS Minta Rusia Transparan

Peneliti Meninggal Diduga Akibat Bakteri Wabah Mematikan, AS Minta Rusia Transparan

Health | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:08 WIB

Lonjakan Jutaan Tablet Alprazolam di Sleman, Dinkes Catat Penebusan Dobel hingga Apoteker Diancam

Lonjakan Jutaan Tablet Alprazolam di Sleman, Dinkes Catat Penebusan Dobel hingga Apoteker Diancam

Jogja | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Denny Indrayana Desak Gibran Mundur dari Wapres: Selayaknya Punya Rasa Malu!

Denny Indrayana Desak Gibran Mundur dari Wapres: Selayaknya Punya Rasa Malu!

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Jebakan Overqualification: Ketika Gelar Sarjana Tertahan di Sektor Informal

Jebakan Overqualification: Ketika Gelar Sarjana Tertahan di Sektor Informal

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Warga Kotabumi Geger! Buaya Mendadak Muncul di Area Permukiman

Warga Kotabumi Geger! Buaya Mendadak Muncul di Area Permukiman

Lampung | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:57 WIB

BI dan ASEAN Soroti Penggunaan AI , Tata Kelola dan Stabilitas Keuangan Diperkuat

BI dan ASEAN Soroti Penggunaan AI , Tata Kelola dan Stabilitas Keuangan Diperkuat

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:52 WIB

×