Penyebab Rupiah Merosot Tipis ke Level Rp17.758

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Jum'at, 18 September 2026 | 18:00 WIB
Penyebab Rupiah Merosot Tipis ke Level Rp17.758
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp17.758 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 18 September 2026.
  • Pelemahan rupiah tersebut disebabkan oleh pasar yang mengantisipasi Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pekan depan.
  • Penurunan harga minyak mentah dunia berpotensi memberikan sentimen positif bagi pergerakan rupiah pada pekan depan.

Suara.com - Nilai tukar rupiah berakhir anjlok pada perdagangan, Jumat, 18 September 2026, meski di awal sempat menghijau. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp17.758 per dolar AS, melemah 5 poin atau turun 0,03 persen.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pelemahan ini disebabkan antisipasi Rapat Dewan Gubernur (RDG) mengenai penetapan suku bunga pada pekan depan.

"Rupiah ditutup melemah tipis terhadap dolar AS yang tertekan oleh antisipasi RDG BI minggu depan yang diperkirakan akan menahan tingkat suku bunga," katanya saat dihubungi Suara.com.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Namun, rupiah masih bisa menguat pada pekan depan. Sebab, harga minyak mentah dunia yang turun bisa memberikan sentimen positif pada mata uang Garuda.

"Harga minyak mentah dunia yang cukup besar tidak banyak mendukung rupiah. Untuk senin, rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi di rentang Rp17.700-Rp17.800," bebernya.

Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia bervariasi dengan yen Jepang anjlok 1,03 persen Disusul, won Korea Selatan yang tertekan 0,29 persen.

Selanjutnya ada dolar Singapura terkoreksi 0,01 persen dan peso Filipina ditutup tergelincir 0,05 persen. Lalu ada baht Thailand yang melemah 0,04 persen.

Sementara itu, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,44 persen. 

Berikutnya, dolar Taiwan yang ditutup melonjak 0,22 persen serta yuan China terkerek 0,11 persen. Diikuti, rupee India yang naik 0,04 persen Kemudian, dolar Hong Kong terlihat menguat tipis 0,02 persen terhadap the greenback pada sore ini.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Mentah Dunia Turun, Rupiah Berbalik Menguat

Harga Minyak Mentah Dunia Turun, Rupiah Berbalik Menguat

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:43 WIB

Pelemahan Rupiah Masih Terus Berlanjut, Dolar AS Mulai Dijual Rp17.753

Pelemahan Rupiah Masih Terus Berlanjut, Dolar AS Mulai Dijual Rp17.753

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 15:53 WIB

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:40 WIB

Terkini

Viva Milk Cleaner Spirulina untuk Kulit Apa? Cuma Rp9 ribu Ampuh Cegah Penuaan Dini

Viva Milk Cleaner Spirulina untuk Kulit Apa? Cuma Rp9 ribu Ampuh Cegah Penuaan Dini

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

Hadapi Gejolak Pasar hingga 2027, Investor Diminta Disiplin dan Diversifikasi

Hadapi Gejolak Pasar hingga 2027, Investor Diminta Disiplin dan Diversifikasi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

MBG untuk Cegah Stunting: Dapur Menumpuk di Jawa, Papua Tetap Tertinggal?

MBG untuk Cegah Stunting: Dapur Menumpuk di Jawa, Papua Tetap Tertinggal?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Hingga Akhir Desember 2026

Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Hingga Akhir Desember 2026

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:25 WIB

Apakah Bulan November 2026 Ada Tanggal Merah? Ini Daftar Hari Libur Sesuai SKB 3 Menteri

Apakah Bulan November 2026 Ada Tanggal Merah? Ini Daftar Hari Libur Sesuai SKB 3 Menteri

News | Senin, 02 November 2026 | 18:22 WIB

Bayi 20 Bulan yang Dibunuh Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama Kurang Gizi dan Penuh Luka

Bayi 20 Bulan yang Dibunuh Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama Kurang Gizi dan Penuh Luka

News | Senin, 02 November 2026 | 18:19 WIB

Budaya Tutup Mulut soal Gaji: Menjaga Privasi atau Celah Eksploitasi?

Budaya Tutup Mulut soal Gaji: Menjaga Privasi atau Celah Eksploitasi?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:15 WIB

Bawa Laras Panjang dan Dobrak Pintu Saat Santriwati Belum Berhijab, DPR Minta Kapolda Jateng Dicopot

Bawa Laras Panjang dan Dobrak Pintu Saat Santriwati Belum Berhijab, DPR Minta Kapolda Jateng Dicopot

News | Senin, 02 November 2026 | 18:11 WIB

Pakar Hukum UMY: Putusan MA Tak Otomatis Kosongkan Jabatan Wapres, DPR Harus Gelar Impeachment

Pakar Hukum UMY: Putusan MA Tak Otomatis Kosongkan Jabatan Wapres, DPR Harus Gelar Impeachment

News | Senin, 02 November 2026 | 18:09 WIB

Bagaimana Cerita Rakyat Tengger Mengajarkan Perempuan Menjaga Alam?

Bagaimana Cerita Rakyat Tengger Mengajarkan Perempuan Menjaga Alam?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:08 WIB

×