- Pengamat Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan.
- Harga emas dunia diprediksi berada pada rentang support 4.250 hingga resistance 4.533 dolar AS per troy ons.
- Logam mulia domestik yang ditutup Rp2.764.000 per gram memiliki potensi koreksi hingga penguatan berdasarkan sentimen global.
Suara.com - Harga emas dunia diproyeksikan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga emas dunia akan berada pada rentang support 4.250 dolar AS per troy ons hingga resistance 4.533 dolar AS per troy ons.
Ibrahim mengatakan, harga emas dunia pada perdagangan sebelumnya ditutup di level 4.378 dolar AS per troy ons. Jika mengalami koreksi, terdapat sejumlah level yang perlu diperhatikan investor, yakni 4.333 dolar AS dan 4.250 dolar AS per troy oms.
"Kalau seandainya terjadi koreksi ke bawah, kemungkinan di 4.333 dolar AS per troy ounce. Kemudian, apabila terkoreksi, itu menuju 4.250 dolar AS per troy ounce," kata Ibrahim dalam risetnya, Senin (21/9/2026).
Sebaliknya, apabila harga emas dunia kembali menguat, Ibrahim memperkirakan resistance pertama berada di level 4.429 dolar AS per troy ounce. Sementara itu, resistance berikutnya berada di 4.533 dolar AS per troy ounce.
"Apabila harga emas dunia mengalami penguatan, resistance pertama di 4.429 dolar AS per troy ounce. Kemudian, resistance kedua di 4.533 dolar AS per troy ounce," ujarnya.

Sementara itu, harga emas domestik atau logam mulia juga menjadi perhatian. Ibrahim mencatat harga logam mulia pada perdagangan Sabtu sebelumnya ditutup di level Rp2.764.000 per gram.
Jika terjadi koreksi, support pertama harga logam mulia diperkirakan berada di Rp2.744.000 per gram. Apabila tekanan berlanjut, level support berikutnya berada di Rp2.620.000 per gram.
"Apabila terjadi koreksi, kemungkinan besar harga logam mulia itu ditransaksikan support pertama di Rp2.744.000 per gram. Kemudian, kalau terjadi koreksi, kemungkinan besar logam mulia itu di Rp2.620.000 per gram," tutur Ibrahim.
Apabila, harga logam mulia kembali menguat dibandingkan pekan sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh sentimen global.
"Kalau seandainya harga logam mulia ini mengalami penguatan, resistance pertama itu di level Rp2.784.000 per gram. Kemudian, kalau seandainya menguat kembali, maka di level resistance kedua di Rp2.820.000 per gram," jelasnya.