- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka melemah ke level 6.364 pada awal perdagangan hari Kamis, 24 September 2026.
- Samuel Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguat yang didorong oleh sentimen positif dari pasar regional.
- Pelemahan bursa Amerika Serikat sebelumnya terjadi karena kenaikan imbal hasil Treasury dan kekhawatiran suku bunga.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok pada awal perdagangan, Kamis, 24 September 2026. IHSG dibuka melemah ke level 6.364.
Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.04 WIB, IHSG masih terperangkap di zona merah ke level 6.347 atau turun 0,43 persen.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 1,56 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp627,33 miliar serta frekuensi sebesar 111.530 kali.
Di waktu itu, terdapat 184 saham menghijau, sedangkan, 314 saham merosot. Sisanya, 465 saham masih belum bergerak alias stagnan.
![Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/08/92563-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- FORU
- BIPP
- UNSP
- TMPO
- MGNA
Top Loser
- NASI
- KKGI
- AGII
- STAR
- BPTR
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan Kamis (24/9/2026). Samuel Sekuritas memperkirakan penguatan IHSG akan didorong oleh sentimen positif dari pasar regional.
Proyeksi tersebut muncul setelah bursa saham Amerika Serikat (AS) kompak ditutup melemah pada perdagangan Rabu (23/9).
Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 0,68 persen, S&P 500 melemah 0,75 persen, sedangkan Nasdaq terkoreksi 0,85 persen.
Samuel Sekuritas menyebut pelemahan bursa AS terjadi seiring kenaikan imbal hasil Treasury AS dan kembali meningkatnya kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga.
Kondisi tersebut menekan saham-saham, terutama sektor teknologi berkapitalisasi besar.
Imbal hasil US Treasury 10 tahun tercatat naik 15,29 basis poin menjadi 5,114 persen. Sementara itu, US Dollar Index menguat 0,49 persen menjadi 101,10.