- PT Tripar Multivision Plus Tbk membukukan laba usaha Rp6,33 miliar pada semester I 2026 berkat efisiensi biaya.
- Pendapatan perusahaan meningkat 14,7 persen menjadi Rp128,58 miliar dan total liabilitas turun 22,2 persen menjadi Rp314,71 miliar.
- Platinum Cineplex meresmikan bioskop ke-18 di Batulicin, Kalimantan Selatan, pada 30 September 2026.
Suara.com - PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) membukukan laba usaha sebesar Rp6,33 miliar pada semester I 2026.
Kinerja tersebut berbalik positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat rugi usaha Rp27,32 miliar.
Dengan demikian, laba usaha RAAM meningkat Rp33,65 miliar secara tahunan. Perbaikan kinerja tersebut turut ditopang pertumbuhan pendapatan sebesar 14,7 persen menjadi Rp128,58 miliar, dari sebelumnya Rp112,11 miliar.
Pendiri sekaligus Presiden Direktur RAAM, Ram Jethmal Punjabi mengatakan, perbaikan kinerja tersebut didorong oleh efisiensi biaya serta membaiknya bisnis film dan bioskop.
"Laba usaha sudah kembali. Efisiensi biaya serta kinerja yang lebih baik di bisnis film dan bioskop membawa kami ke titik ini," ujar Ram Jethmal Punjabi.
Menurut dia, perseroan selanjutnya akan berfokus menjaga margin sekaligus memperkuat jajaran film dan menambah jumlah bioskop.
"Sekarang kami harus menjaga margin tersebut sambil memperkuat jajaran film dan menambah jumlah bioskop. Laba ini harus berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, pertumbuhan laba kotor tercatat lebih tinggi. Pada semester I 2026, laba kotor RAAM melonjak 91,3 persen menjadi Rp52,60 miliar.
Margin laba kotor juga melebar 16,4 poin persentase menjadi 40,9 persen, dibandingkan 24,5 persen pada semester I 2025.
Di sisi lain, beban umum dan administrasi turun 15,6 persen menjadi Rp46,27 miliar.
Perseroan juga mencatat EBITDA sebesar Rp18,20 miliar dengan margin 14,2 persen, berbalik dari rugi EBITDA Rp22,04 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain perbaikan profitabilitas, posisi keuangan RAAM juga menunjukkan penurunan liabilitas.
Total liabilitas perseroan turun Rp89,94 miliar atau 22,2 persen menjadi Rp314,71 miliar dari Rp404,65 miliar pada akhir 2025.
Penurunan lebih besar terjadi pada liabilitas jangka pendek yang menyusut 31,2 persen menjadi Rp218,71 miliar. Kondisi tersebut mendorong rasio lancar perseroan meningkat menjadi 0,94 kali dari sebelumnya 0,59 kali.
Per 30 Juni 2026, total aset RAAM tercatat sebesar Rp1,55 triliun dengan ekuitas mencapai Rp1,23 triliun.
Direktur Keuangan RAAM, Vikas Chand Sharma mengatakan, peningkatan kinerja tidak hanya terlihat dari pertumbuhan pendapatan, tetapi juga dari perbaikan margin, EBITDA, dan penurunan kewajiban jangka pendek.

"Pendapatan hanya sebagian dari cerita. Marjin naik lebih dari 16 poin, EBITDA menjadi positif, dan kewajiban jangka pendek kami jauh berkurang," kata Vikas.
Ia menambahkan, pengendalian biaya akan tetap menjadi prioritas perseroan seiring dengan rencana penambahan bioskop dan persiapan produksi film untuk 2027.
Di sektor bioskop, Platinum Cineplex, yang berada di bawah pengelolaan PT Platinum Sinema, resmi membuka lokasi ke-18 pada 30 September 2026 di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Bioskop tersebut menjadi satu-satunya bioskop di Batulicin. Selanjutnya, Platinum Cineplex Singaraja, Bali, ditargetkan mulai beroperasi pada November 2026.
Dengan pembukaan Singaraja, jaringan Platinum Cineplex akan memiliki 19 lokasi dengan total 56 layar yang tersebar di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali.
Platinum Cineplex Batulicin memiliki tiga studio dengan kapasitas total 327 kursi. Seluruh kursi menggunakan jenis push-back.
Bioskop tersebut mengusung konsep "One Stop Entertainment Cinema" serta dilengkapi photo booth swafoto berbasis augmented reality (AR) dan kecerdasan buatan (AI) yang menyasar pengunjung dari kalangan Gen Z dan milenial.
Harga tiket Platinum Cineplex Batulicin dibanderol mulai Rp45.000 untuk Senin hingga Kamis, Rp50.000 pada Jumat, serta Rp55.000 untuk akhir pekan dan hari libur nasional.
Pemesanan dan pembayaran tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Platinum Cineplex. Sementara itu, loket bioskop melayani pembayaran secara tunai, kartu, dan QRIS.
Direktur PT Platinum Sinema, Amit Jethani mengatakan, ekspansi ke kota-kota di luar pusat metropolitan menjadi salah satu fokus perseroan.

"Di luar kota-kota besar, masih banyak masyarakat yang belum memiliki bioskop modern di dekat tempat tinggal mereka," kata Amit Jethani.
Ia menilai, Batulicin merupakan salah satu pasar yang memiliki kebutuhan tersebut.
"Batulicin adalah pasar seperti itu, dan kota-kota setingkat kabupaten seperti inilah yang akan terus menjadi sasaran ekspansi kami," ujarnya.