Bank Dunia Ubah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026

Liberty Jemadu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:39 WIB
Bank Dunia Ubah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026
Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 5,2 persen karena dampak harga energi lebih ringan. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 5,2 persen karena dampak harga energi lebih ringan.
  • Permintaan domestik yang kuat serta belanja pemerintah pada awal tahun menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia semester pertama 2026.
  • Peningkatan defisit transaksi berjalan dan pelemahan sentimen pasar sempat memicu tekanan terhadap rupiah serta Indeks Harga Saham Gabungan.

Suara.com - Bank Dunia (World Bank) mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 5,2 persen, naik 0,5 poin dibandingkan proyeksi sebelumnya yang sebesar 4,7 persen.

Bank Dunia menilai dampak melonjaknya harga energi terhadap perekonomian Indonesia yang diperkirakan lebih kecil dibandingkan sebelumnya.

“Pertumbuhan Indonesia diproyeksikan tetap stabil sebesar 5,2 persen pada 2026 dan 2027. Angka ini merupakan kenaikan 0,5 poin persentase pada proyeksi 2026, karena dampak kenaikan harga energi lebih ringan dari yang diperkirakan,” tulis Bank Dunia dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2026 yang dikutip di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Bauran kebijakan pemerintah dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, namun pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.

Kondisi tersebut diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa tahun ke depan, dengan defisit transaksi berjalan diproyeksikan melebar menjadi 1,5 persen dari PDB pada tahun ini.

Seiring dengan berkurangnya stimulus fiskal, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah diperkirakan akan semakin bergantung pada investasi swasta.

Sementara itu, inflasi diproyeksikan tetap berada di sekitar batas atas kisaran sasaran bank sentral.
Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Franziska Lieselotte Ohnsorge mengatakan, penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia sejauh ini masih mengandalkan kuatnya permintaan domestik.

“Yang benar-benar kuat di (ekonomi) Indonesia adalah permintaan domestik. Hal itulah yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dan inilah yang sedikit membedakannya dari negara-negara lain di kawasan (Asia),” kata Franziska dalam media briefing yang digelar virtual di Jakarta, Senin.

Berdasarkan laporan terbarunya, proyeksi pertumbuhan Indonesia yang sebesar 5,2 persen juga berada di atas rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik yang diperkirakan tumbuh 4,5 persen.

baca juga

Proyeksi pertumbuhan kawasan itu naik dari perkiraan Bank Dunia pada April 2026 sebesar 4,2 persen.
Kenaikan proyeksi Indonesia sejalan dengan kinerja ekonomi yang cukup kuat pada paruh pertama 2026. Bank Dunia mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,4 persen pada semester I 2026, meningkat dari pertumbuhan 5,1 persen pada 2025.

Pertumbuhan tersebut merupakan rata-rata pertumbuhan dua kuartal terkuat sejak 2022 dan terutama mencerminkan penguatan konsumsi swasta serta lonjakan belanja pemerintah di sekitar pergantian tahun.

Bank Dunia menyebut pertumbuhan konsumsi dan belanja pemerintah pada awal 2026 antara lain dipengaruhi oleh Ramadan dan Idul Fitri yang berlangsung lebih awal, pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi ASN yang dilakukan lebih cepat, serta percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski demikian, aktivitas ekonomi domestik selanjutnya menunjukkan pelemahan. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur kontraksi menjadi 49,3 pada Agustus 2026, sementara kepercayaan konsumen turun menjadi 116,8 pada Juli 2026.

Bank Dunia juga mencatat peningkatan defisit menimbulkan kekhawatiran terkait perkembangan fiskal dan peringkat utang Indonesia.

Sentimen pasar terhadap Indonesia memburuk pada Januari 2026 dan kemudian diperburuk oleh kenaikan harga minyak global serta gangguan pelayaran. Arus keluar portofolio mencapai 0,2 persen dari PDB pada kuartal I 2026.

"Kekhawatiran bahwa Indonesia akan diturunkan statusnya menjadi frontier market oleh penyedia indeks saham global MSCI—yang dapat memicu penjualan otomatis oleh dana indeks pasif—menyebabkan penurunan tajam nilai rupiah dan indeks saham Jakarta (IHSG)," tulis Bank Dunia dalam laporannya.

Pemerintah kemudian merespons dengan menggunakan cadangan devisa, menerapkan reformasi sektor keuangan, serta menaikkan suku bunga kebijakan bank sentral secara kumulatif 100 basis poin pada Mei dan Juni 2026.

Langkah tersebut membantu menahan dampak pelemahan nilai tukar terhadap inflasi. Bank Dunia mencatat inflasi turun dari 4,8 persen pada Februari menjadi 3,4 persen pada Juli 2026, antara lain karena subsidi bahan bakar yang menahan kenaikan harga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Turun, Tapi Masih Dibanderol USD100

Harga Minyak Dunia Turun, Tapi Masih Dibanderol USD100

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?

Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:13 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Usai Serangan Drone Houthi Targetkan Fasilitas Saudi Aramco

Harga Minyak Dunia Naik Usai Serangan Drone Houthi Targetkan Fasilitas Saudi Aramco

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:02 WIB

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Masih di Atas USD 100/Barel

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Masih di Atas USD 100/Barel

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:31 WIB

Terkini

Kapolri Temui Buruh di Depan DPR, Minta Aksi Tertib Usai UU Ketenagakerjaan Disahkan

Kapolri Temui Buruh di Depan DPR, Minta Aksi Tertib Usai UU Ketenagakerjaan Disahkan

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pramono: DPRD DKI Bukan Minta Tambah Kursi, Tapi Kembalikan Seperti Pemilu 2024

Pramono: DPRD DKI Bukan Minta Tambah Kursi, Tapi Kembalikan Seperti Pemilu 2024

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Anak 7 Tahun Meninggal Diduga Usai Alami Kekerasan di Sekolah, Menteri PPPA Buka Suara

Anak 7 Tahun Meninggal Diduga Usai Alami Kekerasan di Sekolah, Menteri PPPA Buka Suara

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Justin Hubner: Keluarga Saya Dapat Ancaman Pembunuhan

Justin Hubner: Keluarga Saya Dapat Ancaman Pembunuhan

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:31 WIB

6 Shade Wardah Glasting Liquid Lip untuk Bibir Hitam, Cocok untuk Kulit Wanita Indonesia

6 Shade Wardah Glasting Liquid Lip untuk Bibir Hitam, Cocok untuk Kulit Wanita Indonesia

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Tidak Membuka Medsos Sejenak, Apakah Kita Benar-benar Akan Ketinggalan?

Tidak Membuka Medsos Sejenak, Apakah Kita Benar-benar Akan Ketinggalan?

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Skor SPI Pendidikan 2026 Naik, KPK Ingatkan Masih Ada Daerah yang Perlu Berbenah

Skor SPI Pendidikan 2026 Naik, KPK Ingatkan Masih Ada Daerah yang Perlu Berbenah

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Taksiran Harga Booth untuk Jualan dari Galvalum, Cocok untuk UMKM yang Ingin Mulai Usaha

Taksiran Harga Booth untuk Jualan dari Galvalum, Cocok untuk UMKM yang Ingin Mulai Usaha

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Lee Bo Young dan Kang Tae Oh Bintangi Divorce Investigator Hong Mal Geum

Lee Bo Young dan Kang Tae Oh Bintangi Divorce Investigator Hong Mal Geum

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Pegadaian Raih Penghargaan Internasional IPMA Global Project Excellence Award 2026

Pegadaian Raih Penghargaan Internasional IPMA Global Project Excellence Award 2026

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:26 WIB

×