Belum Turun Kelas, FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal Indonesia di Emerging Market

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:35 WIB
Belum Turun Kelas, FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal Indonesia di Emerging Market
Ilustrasi pasar modal di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [Antara]
baca 10 detik
  • FTSE Russell mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Secondary Emerging Market pada tinjauan tahunan Oktober 2026.
  • Otoritas Indonesia menerapkan berbagai reformasi pasar untuk meningkatkan transparansi, integritas, dan pengawasan perdagangan saham domestik.
  • Keputusan ini berhasil meredakan kekhawatiran penurunan status dan mendorong kembalinya aliran dana global ke pasar domestik.

Suara.com - FTSE Russell mempertahankan status pasar modal Indonesia di kategori Secondary Emerging Market. Keputusan ini memberikan angin segar bagi pasar saham Indonesia.

Apalagi, berbagai langkah reformasi yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal.

Dalam tinjauan tahunan klasifikasi negara untuk ekuitas, FTSE Russell menyatakan akan terus memantau secara ketat pelaksanaan reformasi integritas pasar modal di Indonesia.

“Indonesia telah menerapkan berbagai reformasi pasar, termasuk peningkatan keterbukaan informasi bagi pemegang saham, perluasan kategori klasifikasi investor, persyaratan fee float minimum, serta peningkatan perangkat pengawasan pasar," kata FTSE Russell dalam laporannya dilansir dari Bloomberg, Rabu (7/10/2026)?

FTSE Russell menilai Indonesia telah menerapkan berbagai reformasi pasar, antara lain peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham, perluasan kategori klasifikasi investor, penerapan persyaratan minimum free float, serta penguatan perangkat pengawasan pasar.

Keputusan tersebut berpotensi meredakan kekhawatiran terkait kemungkinan penurunan status pasar Indonesia yang sebelumnya membebani aset domestik.

Investor perlu mencari strategi investasi baru setelah Rebalancing MSCI. [Gemini AI]
Ilustrasi MSCI. [Gemini AI]

Indeks acuan saham Indonesia kemudian memangkas sebagian penurunannya seiring mulai masuknya kembali dana global setelah aksi jual pada awal tahun yang dipicu oleh kekhawatiran MSCI Inc. mengenai tingkat keterinvestasian pasar Indonesia.

Meski demikian, indeks acuan saham Indonesia masih mencatat penurunan sekitar 30 persen sepanjang 2026. Penurunan tersebut menempatkan kinerja indeks di posisi terbawah dibandingkan pasar global lainnya.

Untuk mencegah penurunan status pasar, otoritas Indonesia telah menjalankan sejumlah reformasi, termasuk meningkatkan persyaratan minimum free float menjadi 15 persen.

baca juga

Pada Agustus, FTSE Russell juga menyatakan akan menunda sejumlah perubahan indeks untuk saham-saham Indonesia hingga setidaknya Desember.

Penundaan tersebut dilakukan untuk memberikan waktu tambahan bagi FTSE Russell dalam menilai efektivitas berbagai langkah reformasi yang telah diterapkan.

Dengan mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang, FTSE Russell untuk sementara tidak mengubah klasifikasi pasar ekuitas Indonesia, sembari tetap memantau perkembangan reformasi dan integritas pasar modal di dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Harga Saham Rp1 dan Short Selling Diterapkan Bersamaan, BEI Pasang Kuda-kuda

Aturan Harga Saham Rp1 dan Short Selling Diterapkan Bersamaan, BEI Pasang Kuda-kuda

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:32 WIB

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Danantara Mau Genggam Saham BEI 40%, Keluarkan Dana Rp517,5 Miliar

Danantara Mau Genggam Saham BEI 40%, Keluarkan Dana Rp517,5 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 15:16 WIB

Saham AS Dibawa ke Blockchain, FLOQ dan Ondo Finance Jajaki Akses di Indonesia

Saham AS Dibawa ke Blockchain, FLOQ dan Ondo Finance Jajaki Akses di Indonesia

Tekno | Jum'at, 11 September 2026 | 09:44 WIB

IHSG Diprediksi Tertekan, Analis Spill 6 Saham Potensi Cuan Hari Ini

IHSG Diprediksi Tertekan, Analis Spill 6 Saham Potensi Cuan Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 08:53 WIB

Asing Lepas BBCA hingga ASII, Ini Daftar Saham IHSG Rekomendasi Analis

Asing Lepas BBCA hingga ASII, Ini Daftar Saham IHSG Rekomendasi Analis

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:24 WIB

Terkini

Ulasan Guru Aini: Ketika Ketekunan Menaklukkan Ketakutan pada Matematika

Ulasan Guru Aini: Ketika Ketekunan Menaklukkan Ketakutan pada Matematika

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Refly Harun Prediksi Gibran Mengundurkan Diri dalam 1-2 Hari Usai Putusan MK

Refly Harun Prediksi Gibran Mengundurkan Diri dalam 1-2 Hari Usai Putusan MK

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:28 WIB

Cuaca Panas Menyengat, Warga Diminta Tak Beraktivitas di Luar, Ini Alasannya

Cuaca Panas Menyengat, Warga Diminta Tak Beraktivitas di Luar, Ini Alasannya

Jogja | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:18 WIB

Peneliti Meninggal Diduga Akibat Bakteri Wabah Mematikan, AS Minta Rusia Transparan

Peneliti Meninggal Diduga Akibat Bakteri Wabah Mematikan, AS Minta Rusia Transparan

Health | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:08 WIB

Lonjakan Jutaan Tablet Alprazolam di Sleman, Dinkes Catat Penebusan Dobel hingga Apoteker Diancam

Lonjakan Jutaan Tablet Alprazolam di Sleman, Dinkes Catat Penebusan Dobel hingga Apoteker Diancam

Jogja | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Denny Indrayana Desak Gibran Mundur dari Wapres: Selayaknya Punya Rasa Malu!

Denny Indrayana Desak Gibran Mundur dari Wapres: Selayaknya Punya Rasa Malu!

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Jebakan Overqualification: Ketika Gelar Sarjana Tertahan di Sektor Informal

Jebakan Overqualification: Ketika Gelar Sarjana Tertahan di Sektor Informal

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Warga Kotabumi Geger! Buaya Mendadak Muncul di Area Permukiman

Warga Kotabumi Geger! Buaya Mendadak Muncul di Area Permukiman

Lampung | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:57 WIB

BI dan ASEAN Soroti Penggunaan AI , Tata Kelola dan Stabilitas Keuangan Diperkuat

BI dan ASEAN Soroti Penggunaan AI , Tata Kelola dan Stabilitas Keuangan Diperkuat

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Sempat Teriak Minta Tolong, Nenek di Tulungagung Tewas Terpanggang di Ladang Sendiri

Sempat Teriak Minta Tolong, Nenek di Tulungagung Tewas Terpanggang di Ladang Sendiri

Jatim | Rabu, 07 Oktober 2026 | 07:52 WIB

×