IHSG Diprediksi Tertekan, Analis Spill 6 Saham Potensi Cuan Hari Ini

M Nurhadi

Jum'at, 11 September 2026 | 08:53 WIB
IHSG Diprediksi Tertekan, Analis Spill 6 Saham Potensi Cuan Hari Ini
Ilustrasi IHSG [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • IHSG anjlok 1,33 persen ke level 6.589,34 pada Kamis (10/9/2026) akibat tekanan pasar global.
  • Lonjakan harga minyak mentah dan kenaikan imbal hasil US Treasury memicu kekhawatiran inflasi global tinggi.
  • Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Jumat (11/9/2026) di tengah volatilitas pasar.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Jumat (11/9/2026), di tengah tekanan pasar global akibat lonjakan harga minyak mentah dan kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury.

Berdasarkan Morning Pack BNI Sekuritas untuk Jumat, 11 September 2026, IHSG pada perdagangan Kamis (10/9) anjlok 1,33% ke level 6.589,34. Pelemahan tersebut disertai aksi jual bersih investor asing sekitar Rp748 miliar.

Sejumlah saham menjadi sasaran net sell asing terbesar, yakni BBCA, BBNI, SAT, INDY, dan CPIN. Tekanan terhadap IHSG diperkirakan masih berlanjut karena kenaikan harga minyak yang signifikan meningkatkan kekhawatiran inflasi dan membuka peluang The Fed kembali menaikkan suku bunga.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan pelemahan. Area support berada pada 6.530-6.570, sedangkan resistance berada di kisaran 6.600-6.620.

Tekanan terhadap pasar domestik tidak terlepas dari perkembangan pasar global. Wall Street kembali ditutup melemah pada Kamis (10/9). Indeks S&P 500 turun 0,58%, Nasdaq melemah 0,65%, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,60%.

Investor merespons kenaikan harga minyak dan data inflasi produsen atau Producer Price Index (PPI) yang memperkuat kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter The Fed. Kondisi tersebut mendorong yield US Treasury 10 tahun ke level tertinggi dalam hampir enam bulan.

Harga minyak Brent sempat melonjak sekitar 6% hingga menembus US$107 per barel, dipicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Dalam perdagangan komoditas, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$103,93 per barel, melonjak 8,20%, sedangkan Brent berada di US$109,14 per barel, naik 0,18%.

Kenaikan harga minyak menjadi perhatian investor karena dapat memperkuat tekanan inflasi global. Jika tekanan inflasi bertahan tinggi, ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter dapat semakin terbatas.

Investor juga menantikan rilis data inflasi konsumen atau Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat pada Jumat. Data tersebut menjadi salah satu indikator penting yang akan diperhatikan pasar dalam memperkirakan langkah The Fed selanjutnya.

baca juga

Di pasar saham Asia, tekanan juga terlihat cukup luas. Bursa Asia-Pasifik melemah pada Kamis seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah. Harga minyak yang bertahan di atas US$100 per barel semakin meningkatkan risiko inflasi.

Nikkei 225 dan Topix Jepang menjadi pengecualian dengan masing-masing menguat 0,2%. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong turun 1,3%, Taiex Taiwan melemah 0,5%, dan ASX 200 Australia terkoreksi 1,03%. BNI Sekuritas juga mencatat pasar mencermati langkah The Fed dan Bank of Japan (BOJ) yang dijadwalkan menggelar rapat kebijakan pekan depan.

Pergerakan pasar domestik tercermin dari sejumlah indeks utama. Selain IHSG yang turun 1,33%, indeks LQ45 melemah 1,25% menjadi 655,98, sedangkan indeks Kompas100 turun 1,20% ke level 866,36. Di pasar valuta asing, rupiah berada di level Rp17.535 per dolar AS atau melemah 0,28%.

Di pasar obligasi, yield US Treasury 2 tahun berada pada 4,586%, naik 3,59%, sedangkan yield US Treasury 10 tahun mencapai 4,961%, naik 2,56%. Yield US Treasury 30 tahun tercatat 5,366%, meningkat 1,51%. Indeks dolar AS (DXY) juga naik 0,27% ke level 99,08.

Sementara itu, sejumlah komoditas lain bergerak beragam. Harga gas alam tercatat US$2,84 atau naik 0,64%, sedangkan batu bara Newcastle berada di US$150,40 dan turun 0,46%.

Pada kelompok logam dan pertambangan, harga emas berada di level 4.358,55 atau turun 2,29%, perak turun 6,64% menjadi 64,09, dan tembaga melemah 0,25% ke 6,542. Harga nikel turun 1,44% menjadi 16.627, timah terkoreksi 0,56% menjadi 54.529, aluminium turun 2,45% menjadi 3.280, dan iron ore 62% melemah 0,69% menjadi 98,68.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Merosot Tajam Balik ke Level 6.500, Ini Biang Keroknya

IHSG Merosot Tajam Balik ke Level 6.500, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:10 WIB

Apple Segera Luncurkan iPhone Duo, Ini Saham-saham yang Diprediksi Ikut 'Meroket'

Apple Segera Luncurkan iPhone Duo, Ini Saham-saham yang Diprediksi Ikut 'Meroket'

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 11:49 WIB

Rugi Investasi Telkomsel di GOTO Bikin Mengelus Dada, Bosnya Blak-blakan Bilang Begini

Rugi Investasi Telkomsel di GOTO Bikin Mengelus Dada, Bosnya Blak-blakan Bilang Begini

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 11:33 WIB

Terkini

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:39 WIB

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:30 WIB

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:54 WIB

×