Rupiah Menguat ke Rp17.880, Harga Minyak dan Dolar AS Jadi Pendorong

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:07 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.880, Harga Minyak dan Dolar AS Jadi Pendorong
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (29/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah dibuka menguat 19 poin ke level Rp17.880 per dolar AS.
  • Harga minyak dan pelemahan dolar AS menopang penguatan rupiah.
  • Geopolitik Timur Tengah membatasi penguatan rupiah di kisaran Rp17.850–Rp17.950.

Suara.com - Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (12/10/2026). Penguatan mata uang Garuda ditopang penurunan harga minyak dunia, pelemahan indeks dolar AS, serta turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp17.880 per dolar AS. Posisi ini menguat 19 poin atau 0,11% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.899 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor yang menopang pergerakan rupiah pada awal pekan ini.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS di tengah penurunan harga minyak dunia dan indeks dolar oleh harapan meredanya kelangkaan bahan bakar diesel yang akan dilepas Russia tiap hari atas permintaan Trump," katanya saat dihubungi Suara.com.

Meski demikian, ruang penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas. Lukman menilai situasi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas berpotensi menahan penguatan mata uang Garuda.

"Namun penguatan diperkirakan terbatas oleh situasi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas. Range Rp17.850-Rp17.950," jelasnya.

Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS pada pagi ini. Won Korea Selatan mencatat penguatan terbesar sebesar 0,31%, disusul ringgit Malaysia yang naik 0,13%.

Yen Jepang juga menguat 0,11%, diikuti peso Filipina sebesar 0,10%, dolar Singapura 0,09%, dan baht Thailand 0,06%.

Sebaliknya, beberapa mata uang Asia masih tertekan. Dolar Taiwan melemah 0,12%, yuan China turun 0,02%, sedangkan dolar Hong Kong terkoreksi tipis 0,001% terhadap dolar AS.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Menguat ke Rp17.899/US$, Harga Minyak dan Dolar AS Jadi Penopang

Rupiah Menguat ke Rp17.899/US$, Harga Minyak dan Dolar AS Jadi Penopang

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Rupiah Kembali Menguat tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.902

Rupiah Kembali Menguat tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.902

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Anjlok Hari Ini, Nyaris ke Level Rp 18.000 Lagi

Rupiah Anjlok Hari Ini, Nyaris ke Level Rp 18.000 Lagi

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Rupiah Menguat ke Rp17.880, Harga Minyak dan Dolar AS Jadi Pendorong

Rupiah Menguat ke Rp17.880, Harga Minyak dan Dolar AS Jadi Pendorong

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Pramono Murka Petugas Satpol PP Diserang di Kebayoran Baru: Jangan Kalah sama Preman!

Pramono Murka Petugas Satpol PP Diserang di Kebayoran Baru: Jangan Kalah sama Preman!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Komjen Herry Akhiri Green Policing, Irjen Arman Sebut Program Pendahulu Jadi Fondasi

Komjen Herry Akhiri Green Policing, Irjen Arman Sebut Program Pendahulu Jadi Fondasi

Riau | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:03 WIB

Konten Kreator Malaysia Mendesak Prabowo Lebih Niat Atasi Kebakaran Hutan: di Sini Saya Sakit

Konten Kreator Malaysia Mendesak Prabowo Lebih Niat Atasi Kebakaran Hutan: di Sini Saya Sakit

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk

Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Jebakan Phubbing: Ketika Layar HP Mengikis Kehangatan Hubungan Nyata

Jebakan Phubbing: Ketika Layar HP Mengikis Kehangatan Hubungan Nyata

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 2 Mahasiswa Kasus Perundungan, Salah Satunya Terancam DO

Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 2 Mahasiswa Kasus Perundungan, Salah Satunya Terancam DO

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:57 WIB

Investor Pasar Modal RI Melonjak 50%, OJK Soroti Literasi

Investor Pasar Modal RI Melonjak 50%, OJK Soroti Literasi

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:57 WIB

9 Sabun Cuci Muka Anak Usia 812 Tahun Berbahan Alami, Lembut untuk Kulit Sensitif

9 Sabun Cuci Muka Anak Usia 812 Tahun Berbahan Alami, Lembut untuk Kulit Sensitif

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:56 WIB

Dukung MotoGP Mandalika 2026, TelkomGroup Siagakan Infrastruktur Digital Berkapasitas Tinggi

Dukung MotoGP Mandalika 2026, TelkomGroup Siagakan Infrastruktur Digital Berkapasitas Tinggi

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:54 WIB

×