- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 14 poin ke level Rp17.913 pada Senin, 12 Oktober 2026.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh kehati-hatian investor menghadapi konflik Timur Tengah dan antisipasi data inflasi AS.
- Analis memproyeksikan nilai tukar rupiah berpotensi terus mengalami tekanan sepanjang pekan ini.
Suara.com - Nilai tukar rupiah berkahir melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (12/10/2026). Padahal, mata uang Garuda sempat mengalami penguatan di awal perdagangan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp17.913 per dolar Amerika Serikat, melemah 14 poin atau turun 0,08 persen dibandingkan penutupan sebelumnya Rp17.899.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemaha rupiah terdorong dari investor yang masih cenderung berhati-hati di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan antisipasi data inflasi AS pekan ini.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar di tengah sentimen risk off pasar ekuitas domestik maupun regional," ujarnya saat dihubungi Suara.com.

Lukman memproyeksikan, nilai tukar rupiah akan terus tertekan pada pekan ini.
Sementara itu mayoritas mata uang bervariasi. Baht Thailand paling anjlok di Asia dengan merosot 0,22 persen. Diikuti oleh yen Jepang dengan melemah 0,08 persen dan yuan China juga turun tipis 0,01 persen.
Sedangkan, won Korea Selatan menjadi mata uang paling kuat di Asia dengan melonjak 0,61 persen. Lalu ada peso Filipina yang menguat 0,10 persen, ringgit Malaysia naik 0,05 persen. Diikuti dolar Singapura yang menguat tipis 0,02 persen.