Bahan Baku Industri Terancam Langka, Ekonom Wanti-wanti Panic Buying

Bella, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:35 WIB
Bahan Baku Industri Terancam Langka, Ekonom Wanti-wanti Panic Buying
Arsip - Sebagai ilustarsi - Seorang pekerja membawa karung gula [Antara]
baca 10 detik
  • Ekonom Indef Rizal Taufikurahman menyatakan kekurangan bahan baku berpotensi memicu aksi borong jika pasokan terus terganggu.
  • Ketua Gapmmi Adhi S. Lukman menyebutkan stok bahan baku industri makanan hanya mencukupi hingga Desember 2026.
  • Gapmmi meminta pemerintah segera menetapkan Neraca Komoditas 2027 untuk menjamin kelancaran produksi menghadapi hari besar.

Suara.com - Ancaman kekurangan bahan baku industri makanan dan minuman berpotensi memicu panic buying atau aksi borong barang oleh masyarakat jika gangguan pasokan berlanjut hingga produk jadi sulit ditemukan di pasaran.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rizal Taufikurahman mengatakan, kekurangan bahan baku tidak serta-merta membuat masyarakat melakukan pembelian berlebihan. Risiko tersebut meningkat ketika konsumen mulai melihat rak toko kosong, pembatasan pembelian, hingga informasi kelangkaan yang berulang.

"Jika konsumen mulai melihat rak kosong, pembatasan pembelian, dan informasi kelangkaan yang berulang, kekhawatiran bisa berubah menjadi pembelian berlebihan. Tambahan permintaan ini kemudian memperparah kekurangan yang awalnya terbatas," kata Rizal kepada Suara.com, Minggu (18/10/2026).

Menurut Rizal, risiko panic buying juga membesar ketika informasi mengenai ketersediaan stok tidak transparan dan respons pemerintah terlambat. Karena itu, pemerintah perlu memastikan kelancaran pasokan sekaligus menyampaikan informasi stok dan jadwal pengiriman secara kredibel.

"Imbauan agar masyarakat tidak panik tidak akan cukup apabila konsumen kesulitan menemukan barang yang dibutuhkan atau melihat adanya pembatasan pembelian," ujar Rizal.

Rizal menilai pemerintah perlu mempercepat penetapan Neraca Komoditas berdasarkan verifikasi stok, kebutuhan riil industri, dan jadwal kedatangan bahan baku. Penambahan kuota saja tidak cukup tanpa kepastian perizinan dan kelancaran distribusi.

"Penetapan Neraca Komoditas harus didasarkan pada data stok, kebutuhan riil industri, dan jadwal kedatangan bahan baku, bukan hanya menambah kuota," kata Rizal.

Transparansi informasi mengenai ketersediaan barang juga menjadi bagian penting untuk mengantisipasi kepanikan konsumen. Dengan kepastian pasokan dan informasi yang dapat dipercaya, risiko pembelian berlebihan akibat kekhawatiran kelangkaan dapat ditekan.

"Semakin jelas informasi mengenai stok dan distribusi, semakin kecil kemungkinan konsumen melakukan pembelian berlebihan karena khawatir terjadi kelangkaan," ujar Rizal.

baca juga

Sebelumnya, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, stok sejumlah bahan baku yang masuk dalam Neraca Komoditas (NK), seperti gula, garam, dan jagung, diperkirakan hanya mencukupi kebutuhan industri hingga Desember 2026.

"Kalau kami hitung beberapa komoditi yang masuk NK (Neraca Komoditas) itu seperti gula, garam, dan apa namanya, jagung, itu rata-rata kami sudah identifikasi dengan perindustrian, stoknya itu cukup sampai Desember. Cukup sampai Desember," kata Adhi saat dihubungi.

Adhi meminta pemerintah segera menetapkan Neraca Komoditas 2027 agar industri mendapatkan kepastian pasokan bahan baku. Menurutnya, keterlambatan keputusan dapat mengganggu perencanaan produksi, terutama ketika perusahaan mulai mempersiapkan distribusi untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru), Imlek, hingga Ramadan dan Lebaran 2027.

"Kalau Neraca Komoditas 2027 belum segera ditetapkan, industri akan kesulitan menyusun rencana produksi dan distribusi untuk menghadapi rangkaian hari besar keagamaan dan nasional," ungkap Adhi.

Dia juga mengingatkan adanya ketidakpastian global yang dapat menghambat pemenuhan bahan baku, termasuk gangguan logistik dan kebijakan pembatasan ekspor komoditas di sejumlah negara.

"Saya dapat laporan dari beberapa anggota, beberapa bahan baku terlambat masuk karena masalah logistik," jelasnya.

Adhi menegaskan, kepastian pasokan bahan baku dibutuhkan agar industri dapat menjaga kelancaran produksi dan distribusi produk ke pasar. Pemerintah pun perlu mengoordinasikan kebutuhan bahan baku dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

"Koordinasi lintas kementerian dan lembaga penting agar kebutuhan bahan baku industri dapat dipenuhi tepat waktu dan distribusi produk ke pasar tetap berjalan," ucap Adhi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kuota Gula Industri Turun dari 3,3 Juta Jadi 3 Juta, Gapmmi Sebut Tak Ada Buffer Stock

Kuota Gula Industri Turun dari 3,3 Juta Jadi 3 Juta, Gapmmi Sebut Tak Ada Buffer Stock

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Harga Makanan dan Minuman Olahan Terancam Naik, Stok Bahan Baku Menipis

Harga Makanan dan Minuman Olahan Terancam Naik, Stok Bahan Baku Menipis

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:47 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Stok Pangan Aman Belum Tentu Harga Murah

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Stok Pangan Aman Belum Tentu Harga Murah

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Rata-rata Harga Pangan Naik, Cabai Rawit Merah Masih di Atas Rp100 Ribu/Kg

Rata-rata Harga Pangan Naik, Cabai Rawit Merah Masih di Atas Rp100 Ribu/Kg

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Harga Pangan Nasional 15 Oktober 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp155.850 per Kg

Harga Pangan Nasional 15 Oktober 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp155.850 per Kg

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Bawang Ikut Melonjak

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Bawang Ikut Melonjak

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Harga Pangan Nasional: Cabai Merah Keriting Tembus Rp155 Ribu per Kg, Bawang Merah Ikut Melonjak

Harga Pangan Nasional: Cabai Merah Keriting Tembus Rp155 Ribu per Kg, Bawang Merah Ikut Melonjak

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Suahasil Peringatkan Harga Pangan Bakal Naik buntut Ancaman El Nino

Suahasil Peringatkan Harga Pangan Bakal Naik buntut Ancaman El Nino

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Mafia Pangan Masih Beredar, Permainkan Harga-harga

Mafia Pangan Masih Beredar, Permainkan Harga-harga

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:02 WIB

Terkini

Bahan Baku Industri Terancam Langka, Ekonom Wanti-wanti Panic Buying

Bahan Baku Industri Terancam Langka, Ekonom Wanti-wanti Panic Buying

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Ada Isu Nuklir di Balik Jamuan Presiden Prabowo kepada Wakil PM Rusia di Istana Bogor

Ada Isu Nuklir di Balik Jamuan Presiden Prabowo kepada Wakil PM Rusia di Istana Bogor

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Menyelami Makna Hidup dalam Hari Ini Aku Datang Kembali ke Toko Buku Kobayashi

Menyelami Makna Hidup dalam Hari Ini Aku Datang Kembali ke Toko Buku Kobayashi

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Bahlil Buka-bukaan Soal Pertalite: Konsumsi Melonjak, Stok Menipis!

Bahlil Buka-bukaan Soal Pertalite: Konsumsi Melonjak, Stok Menipis!

Video | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Karhutla Tak Bisa Ditangani dengan Konferensi Pers dan Ajakan Gotong Royong

Karhutla Tak Bisa Ditangani dengan Konferensi Pers dan Ajakan Gotong Royong

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Perusahaan Bioteknologi Asal China Jajaki Pasar Bahan Baku Berbasis Telur di Fi Asia Indonesia 2026

Perusahaan Bioteknologi Asal China Jajaki Pasar Bahan Baku Berbasis Telur di Fi Asia Indonesia 2026

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Catat Tanggalnya! TREASURE Siap Comeback Bernuansa Hip-hop Bulan Depan

Catat Tanggalnya! TREASURE Siap Comeback Bernuansa Hip-hop Bulan Depan

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Puluhan Ribu Warga Padati Makassar, Gubernur Andi Sudirman Lepas Jalan Sehat Anti Mager

Puluhan Ribu Warga Padati Makassar, Gubernur Andi Sudirman Lepas Jalan Sehat Anti Mager

Sulsel | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Viral! Kena Prank Warga Lalui Jalan Rusak, Dedi Mulyadi Emosi: Kalian Harus Punya Adab Sama Saya

Viral! Kena Prank Warga Lalui Jalan Rusak, Dedi Mulyadi Emosi: Kalian Harus Punya Adab Sama Saya

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Shio Apa yang Bakal Hoki dan Ciong pada 1925 Oktober 2026? Cek Ramalannya!

Shio Apa yang Bakal Hoki dan Ciong pada 1925 Oktober 2026? Cek Ramalannya!

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:02 WIB

×