Jabat Wamentan, Alim Ditugaskan Urus Produktivitas Kedelai Hingga Bawang

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 19 Oktober 2026 | 12:26 WIB
Jabat Wamentan, Alim Ditugaskan Urus Produktivitas Kedelai Hingga Bawang
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (kiri) dan Wakil Menteri Pertanian, Alim Setiawan Slamet saat di Kantor Kementerian Pertanian, Senin (19/10/2026). [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan penugasan Alim Setiawan Slamet sebagai wakil menteri di Jakarta pada Senin, 19 Oktober 2026.
  • Alim Setiawan Slamet ditugaskan meningkatkan produktivitas kedelai, bawang putih, serta memperkuat kolaborasi bersama perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
  • Penugasan tersebut bertujuan membantu mewujudkan swasembada pangan nasional secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia.

Suara.com - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan pembagian tugas Alim Setiawan Slamet resmi menjabat sebagai wakil menteri di Kementerian Pertanian.

Alim yang merupakan akademisi dan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) ditugaskan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terutama komoditas kedelai dan bawang. Dia juga akan memperkuat kolaborasi Kementerian Pertanian dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

"Beliau fokus pada peningkatan produktivitas, kedelai, kemudian PM-AAS, kemudian ayam broiler swasembada, kolaborasi kita dengan seluruh perguruan tinggi seluruh Indonesia," kata Amran saat di Kantor Kementerian Pertanian, Senin (19/10/2026).

Amran menjelaskan, pembagian tugas tersebut mempertimbangkan latar belakang kedua wakil menteri. Alim berasal dari kalangan akademisi, sedangkan wakil menteri lainnya, yakni Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa berasal dari unsur TNI.

Sementara itu, Saleh ditugaskan Amran untuk mengeksekusi target pencetakan sawah.

Amran optimistis Indonesia dapat mencapai swasembada beras pada 2026 dan mempertahankannya secara berkelanjutan.

Wakil Menteri Pertanian, Alim Setiawan Slamet saat di Kantor Kementerian Pertanian, Senin (19/10/2026). [Suara.com/Fakhri]
Wakil Menteri Pertanian, Alim Setiawan Slamet saat di Kantor Kementerian Pertanian, Senin (19/10/2026). [Suara.com/Fakhri]

"Saya yakin hampir pasti swasembada beras, pangan berkelanjutan tahun 2026, mudah-mudahan seterusnya. Karena ini ada energi baru, insyaallah pertanian semakin kuat," tuturnya.

Di tempat yang sama, Alim mengatakan dirinya telah menerima arahan dari Amran untuk membantu mewujudkan swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Pertama, ya, bersemangat dan tadi sudah mendapatkan arahan yang lebih jelas tentang bagaimana membantu Pak Menteri bagaimana mewujudkan swasembada pangan dan juga kesejahteraan petani," tutur Alim.

baca juga

Menurut Alim, peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan menjadi kunci untuk mencapai target tersebut. Dia akan mendorong penerapan pertanian modern yang didukung inovasi, riset, dan pemanfaatan teknologi tepat guna.

Untuk itu, Alim berencana memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi tersebut akan digunakan untuk menguji dan meneliti inovasi serta teknologi yang berpotensi meningkatkan hasil produksi pertanian.

"Nah, untuk bisa mencapai itu saya kira arahan dari Bapak Menteri tadi adalah bagaimana kita mengimplementasikan pertanian yang modern, pertanian yang optimum, begitu ya, dan itu hanya bisa dilakukan dengan inovasi dan juga riset termasuk juga teknologi tepat guna," tuturnya.

Alim mencontohkan program pertanian modern yang telah diperkenalkan Kementerian Pertanian. Menurut dia, produktivitas dari penerapan program tersebut berpotensi melampaui 10 ton per hektare, meski pengembangan dan pengujiannya masih perlu dilakukan.

"Karena produktivitasnya sangat menjanjikan, bisa di atas 10 ton per hektar, begitu ya, bahkan lebih, begitu. Jadi saya kira kalau itu bisa tercapai, tentu swasembada pangan kita bisa lebih sustainable, begitu ya," katanya.

Selain menjaga capaian swasembada beras melalui pertanian modern, Alim menempatkan kedelai sebagai salah satu komoditas prioritas untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor. Dia menilai peningkatan produktivitas dan perluasan produksi menjadi langkah penting untuk mencapai target tersebut.

"Kedelai saya kira orientasinya adalah bagaimana kita mengurangi impor. Itu saya kira orientasinya," jelas Alim.

Pedagang merapikan bawang putih dagangannya di Pasar Raya Medan Mega Trade Center (MMTC), Deli Serdang, Minggu (19/5/2024). [Antara]
Pedagang merapikan bawang putih dagangannya di Pasar Raya Medan Mega Trade Center (MMTC), Deli Serdang. [Antara]

Alim juga menyebut bawang putih sebagai komoditas yang menjadi fokus tugasnya. Pengembangan varietas unggul, penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP), dan penguatan riset akan menjadi bagian dari upaya peningkatan produksi.

"Tadi juga, bagaimana saya memastikan padi melalui pertanian modern, ee menjaga ya, capaian swasembada yang sudah kita capai. Dan yang kedua kedelai, yang ketiga bawang putih," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:04 WIB

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:03 WIB

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Merah hingga Rawit Kompak Naik, Bawang Merah Turun

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Merah hingga Rawit Kompak Naik, Bawang Merah Turun

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 08:57 WIB

Uang Belanja Aman, Harga Telur Ayam Hanya Rp25.000/Kg

Uang Belanja Aman, Harga Telur Ayam Hanya Rp25.000/Kg

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 09:58 WIB

Strategi Efisiensi Budidaya Tingkatkan Hasil Panen Bawang Merah hingga 12 Persen

Strategi Efisiensi Budidaya Tingkatkan Hasil Panen Bawang Merah hingga 12 Persen

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 08:46 WIB

Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Harganya Tembus Rp84.000 per Kg

Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Harganya Tembus Rp84.000 per Kg

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 10:27 WIB

Terkini

Cara Kerja Modifikasi Cuaca Bobby Nasution yang Berhasil Pancing Hujan di Sumut

Cara Kerja Modifikasi Cuaca Bobby Nasution yang Berhasil Pancing Hujan di Sumut

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Promo Ulang Tahun Alfamart Minggu Ini, Minyak Goreng 2 Liter Murah hingga Voucher Belanja Gratis!

Promo Ulang Tahun Alfamart Minggu Ini, Minyak Goreng 2 Liter Murah hingga Voucher Belanja Gratis!

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:23 WIB

Aliran Dana Haram Rp12,4 Miliar Terbongkar, KPK Panggil Sejumlah Pejabat Lombok Barat

Aliran Dana Haram Rp12,4 Miliar Terbongkar, KPK Panggil Sejumlah Pejabat Lombok Barat

Bali | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Apa Penyebab Demo Besar-besaran di Prancis? Ini Kronologi Kerusuhan Prancis

Apa Penyebab Demo Besar-besaran di Prancis? Ini Kronologi Kerusuhan Prancis

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Bebas Kusam dan Kemerahan, 5 Tone Up Cream Korea Cica yang Nyaman di Kulit

Bebas Kusam dan Kemerahan, 5 Tone Up Cream Korea Cica yang Nyaman di Kulit

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Panduan Upacara Hari Santri 2026 dari Kemenag: Tema dan Susunan Acara

Panduan Upacara Hari Santri 2026 dari Kemenag: Tema dan Susunan Acara

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Xiaomi Vision GT Masuk Gran Turismo 7, Bawa Mode Khusus Mobil Listrik

Xiaomi Vision GT Masuk Gran Turismo 7, Bawa Mode Khusus Mobil Listrik

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:13 WIB

Karakteristik SUV Ideal untuk Menembus Kemacetan Perkotaan

Karakteristik SUV Ideal untuk Menembus Kemacetan Perkotaan

Otomotif | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Netflix Konfirmasi The Trauma Code Season 2 dan 3, Ini Daftar Pemainnya

Netflix Konfirmasi The Trauma Code Season 2 dan 3, Ini Daftar Pemainnya

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:10 WIB

WMO: Kebakaran Hutan Indonesia Masih Lama, Bisa Berbulan-bulan

WMO: Kebakaran Hutan Indonesia Masih Lama, Bisa Berbulan-bulan

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:09 WIB

×