Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 15 September 2026 | 11:04 WIB
Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan penipuan beras fortifikasi. [Dok Kementan]
baca 10 detik
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan penipuan beras fortifikasi.
  • Pemeriksaan laboratorium menemukan produk tidak sesuai label dengan selisih harga tidak wajar mencapai Rp44.100 per kilogram.
  • Praktik kecurangan pada beras khusus kelompok rentan tersebut diperkirakan menimbulkan total kerugian konsumen hingga Rp89 triliun.

Suara.com - Pemerintah mengungkap dugaan praktik penipuan dalam perdagangan beras fortifikasi. Berdasarkan perhitungan pemerintah, praktik tersebut diperkirakan telah menimbulkan kerugian konsumen hingga Rp89 triliun.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan dugaan penipuan itu terungkap setelah pemerintah melakukan pengawasan terhadap sejumlah produk beras fortifikasi yang beredar di pasaran.

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya produk yang diduga tidak sesuai dengan label atau klaim fortifikasi yang tercantum pada kemasan. Padahal, beras fortifikasi merupakan produk yang ditujukan untuk kelompok masyarakat rentan.

"Ini diduga, ini diduga ya. Selisihnya, penipuan selisih Rp44.000 per kilogram yang tertinggi," kata Amran dalam di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Amran mencontohkan salah satu beras fortifikasi yang dijual dengan harga mencapai Rp57.600 per kilogram. Padahal, berdasarkan perhitungan pemerintah, harga wajarnya hanya sekitar Rp13.500 per kilogram.

Dengan demikian, terdapat selisih harga hingga Rp44.100 per kilogram yang disebut pemerintah sebagai selisih dugaan penipuan.

"Harusnya harganya Rp13.000, karena beras biasa. Harga mahal tapi yang tadi yang disyaratkan di labelnya itu tidak sesuai," ujarnya.

Pemerintah kemudian menghitung potensi kerugian konsumen berdasarkan selisih harga tersebut dengan volume konsumsi beras fortifikasi.

Dalam materi yang dipaparkan Kementerian Pertanian, dugaan penipuan beras fortifikasi pada 2026 dihitung dari selisih harga rata-rata sekitar Rp9.695 per kilogram dikalikan volume sekitar 9,2 juta ton.

baca juga

Hasil perhitungan itu menghasilkan potensi kerugian konsumen sekitar Rp89 triliun.

Amran menduga praktik penipuan yang sebelumnya ditemukan pada beras premium kini bergeser ke produk beras fortifikasi.

Menurut dia, pemerintah sebelumnya telah menindak dugaan permainan pada beras premium. Namun, setelah itu ditemukan dugaan penyimpangan pada beras yang diklaim sebagai produk fortifikasi.

"Premium dulu ditindak, sekarang muncul fortifikasi. Ini bergeser," ujarnya.

Amran menyatakan beras fortifikasi memiliki tujuan khusus, yakni membantu memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan seperti masyarakat miskin, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan penderita stunting.

Karena itu, dia menilai dugaan penjualan beras fortifikasi dengan harga sangat tinggi sekaligus ketidaksesuaian kandungan merupakan persoalan serius.

"Padahal fortifikasi ini adalah untuk stunting, orang miskin, ibu hamil, menyusui, balita, bukan untuk penipuan oleh pemburu rente," pungkas Amran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendag Bongkar Masalah Beras Fortifikasi: 93% Tak Lulus Uji Laboratorium

Mendag Bongkar Masalah Beras Fortifikasi: 93% Tak Lulus Uji Laboratorium

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:43 WIB

Awas Beredar Beras Fortifikasi Abal-abal, Klaim Ada Vitamin

Awas Beredar Beras Fortifikasi Abal-abal, Klaim Ada Vitamin

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Stok Beras NTT Diperkuat 5 Kali Lipat, Pemerintah Siapkan Rp100 Miliar untuk Korban Gempa

Stok Beras NTT Diperkuat 5 Kali Lipat, Pemerintah Siapkan Rp100 Miliar untuk Korban Gempa

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:17 WIB

Mentan Copot 14 Pejabat Kementan, Dugaan Penyimpangan Uang Miliaran Dibongkar

Mentan Copot 14 Pejabat Kementan, Dugaan Penyimpangan Uang Miliaran Dibongkar

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:34 WIB

Beras Diekspor, Bawang Putih Hingga Daging Masih Bergantung Impor

Beras Diekspor, Bawang Putih Hingga Daging Masih Bergantung Impor

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Terkini

Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?

Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:02 WIB

Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik

Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 11:02 WIB

The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu

The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:00 WIB

Aisar Khaled Dipolisikan terkait Penipuan hingga Pencucian Uang

Aisar Khaled Dipolisikan terkait Penipuan hingga Pencucian Uang

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:58 WIB

Mengintip Cara Warisan Leluhur Bali Membuat Garam Palung Secara Tradisional

Mengintip Cara Warisan Leluhur Bali Membuat Garam Palung Secara Tradisional

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 10:58 WIB

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:53 WIB

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:48 WIB

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

PN Pontianak Tolak Praperadilan Pamar Lubis, Penyidikan Dugaan Penyerobotan Lahan Berlanjut

Kalbar | Selasa, 15 September 2026 | 10:47 WIB

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Acer Swift Air 14 AI Punya 4 Pilihan Warna, Bobot Ringan-Daya Tahan Baterai hingga 19 Jam

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 10:42 WIB

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:39 WIB

×