- PTPN III bekerja sama dengan KUAB untuk mengembangkan ekosistem kedelai nasional di lahan seluas 4.800 hektare.
- Kerja sama strategis tersebut bertujuan mencapai swasembada kedelai dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan.
- Program nasional ini mencakup pembangunan pusat perbenihan serta budidaya dari hulu hingga hilir di berbagai daerah.
Suara.com - Holding BUMN Perkebunan Nusantara, PT PTPN III (Persero) mulai menggarap lahan untuk mencapai swasembada kedelai dalam waktu tiga hingga empat tahun.
Hal ini ditandai dengan kerja sama antara PTPN III (Persero) PT Karya Unggulan Anak Bangsa (KUAB) yang akan mengembangkan ekosistem kedelai nasional.
Langkah awal kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman mengenai pemanfaatan lahan dan pengembangan budidaya kedelai dari hulu hingga hilir.
Dalam kerja sama tersebut, terdapat potensi pengembangan kedelai di lahan milik PTPN Group dengan luas sekitar 4.800 hektare.
![Pekerja melakukan proses pengolahan kacang kedelai di kawasan mampang prapatan, Jakarta, Minggu (9/9). [Suara.com/Muhaimin A Untung]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/09/09/11000-kedelai-kena-imbas-kenaikan-harga-dollar.jpg)
Utusan Khusus Presiden RI, Hashim S Djojohadikusumo, menyambut baik sinergi tersebut. Menurutnya, kerja sama PTPN Group dan KUAB menjadi langkah strategis untuk membangun fondasi swasembada kedelai sekaligus mengoptimalkan potensi lahan pertanian di Indonesia.
"Saya kira ini sangat strategis untuk swasembada pangan kedelai. Saya menyampaikan terima kasih kepada PTPN. Ini suatu kerja sama yang sangat strategis untuk bangsa Indonesia," ujar Hashim seperti dikutip, Minggu (13/9/2026).
Hashim berharap pengembangan kedelai nasional dapat mendorong tercapainya swasembada dalam waktu sekitar tiga hingga empat tahun.
Selain mengembangkan budidaya, ia juga melihat peluang besar untuk membangun ekosistem perbenihan kedelai yang dapat mendukung koperasi dan petani di berbagai wilayah Indonesia.
“Hendaknya, kita bisa swasembada kedelai ini mungkin dalam waktu 3–4 tahun. Dan saya kira maksud kita adalah untuk menyuplai, memasok benih ke koperasi atau ke banyak petani di seluruh Indonesia. Karena banyak lahan di Indonesia yang sangat cocok untuk kedelai,” katnya.
Rencana kerja sama PTPN Group dan KUAB mencakup sejumlah lokasi indikatif di lingkungan PTPN Group dengan total potensi pengembangan sekitar 4.800 hektare. Lahan tersebut tersebar di Kebun Jalupang di Kabupaten Subang, Kebun Pasir Badak dan Kebun Cibungur di Kabupaten Sukabumi, Kebun Cikumpay di Kabupaten Purwakarta, Kebun Cisalak Baru di Kabupaten Lebak, serta areal PG Jatitujuh di Kabupaten Majalengka.
Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna mengatakan Holding Perkebunan Nusantara akan menjalankan fungsi koordinasi dan fasilitasi untuk memastikan sinergi antarentitas PTPN Group berjalan secara terarah, terukur, dan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
"Program ini akan dijalankan secara bertahap agar model bisnis, produktivitas, kesiapan lahan, serta keberlanjutannya dapat diuji dan dievaluasi secara objektif," kata Denaldy.
Dalam rencana tersebut, PTPN I, PTPN IV PalmCo, dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) akan berperan sesuai dengan kepemilikan serta pengelolaan lahan masing-masing. PTPN IV PalmCo juga akan mendukung transfer pengetahuan, pengembangan budidaya, serta penyerapan kedelai untuk kebutuhan penanaman berikutnya.
Sementara itu, PT KUAB akan berperan dalam pelaksanaan budidaya, penyediaan teknologi dan varietas kedelai MIGO, pendanaan, serta transfer pengetahuan dalam pelaksanaan program. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada budidaya kedelai. PTPN Group dan KUAB juga akan membangun Pusat Pengembangan Benih Kedelai yang diharapkan dapat memperkuat ketersediaan benih berkualitas.
Pengembangan pusat benih tersebut diarahkan menjadi salah satu fondasi ekosistem kedelai nasional. Program ini nantinya diharapkan dapat direplikasi dan dikembangkan bersama koperasi serta petani di berbagai daerah.
Rencana tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional, termasuk upaya menuju swasembada kedelai. Selain kerja sama awal seluas sekitar 4.800 hektare, terdapat rencana penugasan kepada PTPN Group untuk mengembangkan kedelai hingga seluas 250 ribu hektare secara bertahap sampai dengan 2029.