Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Achmad Fauzi

Minggu, 13 September 2026 | 18:03 WIB
Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai
Ilustrasi kedelai. [Ist]
baca 10 detik
  • PTPN III bekerja sama dengan KUAB untuk mengembangkan ekosistem kedelai nasional di lahan seluas 4.800 hektare.
  • Kerja sama strategis tersebut bertujuan mencapai swasembada kedelai dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan.
  • Program nasional ini mencakup pembangunan pusat perbenihan serta budidaya dari hulu hingga hilir di berbagai daerah.

Suara.com - Holding BUMN Perkebunan Nusantara, PT PTPN III (Persero) mulai menggarap lahan untuk mencapai swasembada kedelai dalam waktu tiga hingga empat tahun.

Hal ini ditandai dengan kerja sama antara PTPN III (Persero) PT Karya Unggulan Anak Bangsa (KUAB) yang akan mengembangkan ekosistem kedelai nasional.

Langkah awal kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman mengenai pemanfaatan lahan dan pengembangan budidaya kedelai dari hulu hingga hilir.

Dalam kerja sama tersebut, terdapat potensi pengembangan kedelai di lahan milik PTPN Group dengan luas sekitar 4.800 hektare.

Pekerja melakukan proses pengolahan kacang kedelai di kawasan mampang prapatan, Jakarta, Minggu (9/9). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Ilustrasi Kedelai [Suara.com]

Utusan Khusus Presiden RI, Hashim S Djojohadikusumo, menyambut baik sinergi tersebut. Menurutnya, kerja sama PTPN Group dan KUAB menjadi langkah strategis untuk membangun fondasi swasembada kedelai sekaligus mengoptimalkan potensi lahan pertanian di Indonesia.

"Saya kira ini sangat strategis untuk swasembada pangan kedelai. Saya menyampaikan terima kasih kepada PTPN. Ini suatu kerja sama yang sangat strategis untuk bangsa Indonesia," ujar Hashim seperti dikutip, Minggu (13/9/2026).

Hashim berharap pengembangan kedelai nasional dapat mendorong tercapainya swasembada dalam waktu sekitar tiga hingga empat tahun.

Selain mengembangkan budidaya, ia juga melihat peluang besar untuk membangun ekosistem perbenihan kedelai yang dapat mendukung koperasi dan petani di berbagai wilayah Indonesia.

“Hendaknya, kita bisa swasembada kedelai ini mungkin dalam waktu 3–4 tahun. Dan saya kira maksud kita adalah untuk menyuplai, memasok benih ke koperasi atau ke banyak petani di seluruh Indonesia. Karena banyak lahan di Indonesia yang sangat cocok untuk kedelai,” katnya.

baca juga

Rencana kerja sama PTPN Group dan KUAB mencakup sejumlah lokasi indikatif di lingkungan PTPN Group dengan total potensi pengembangan sekitar 4.800 hektare. Lahan tersebut tersebar di Kebun Jalupang di Kabupaten Subang, Kebun Pasir Badak dan Kebun Cibungur di Kabupaten Sukabumi, Kebun Cikumpay di Kabupaten Purwakarta, Kebun Cisalak Baru di Kabupaten Lebak, serta areal PG Jatitujuh di Kabupaten Majalengka.

Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna mengatakan Holding Perkebunan Nusantara akan menjalankan fungsi koordinasi dan fasilitasi untuk memastikan sinergi antarentitas PTPN Group berjalan secara terarah, terukur, dan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

"Program ini akan dijalankan secara bertahap agar model bisnis, produktivitas, kesiapan lahan, serta keberlanjutannya dapat diuji dan dievaluasi secara objektif," kata Denaldy.

Dalam rencana tersebut, PTPN I, PTPN IV PalmCo, dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) akan berperan sesuai dengan kepemilikan serta pengelolaan lahan masing-masing. PTPN IV PalmCo juga akan mendukung transfer pengetahuan, pengembangan budidaya, serta penyerapan kedelai untuk kebutuhan penanaman berikutnya.

Sementara itu, PT KUAB akan berperan dalam pelaksanaan budidaya, penyediaan teknologi dan varietas kedelai MIGO, pendanaan, serta transfer pengetahuan dalam pelaksanaan program. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada budidaya kedelai. PTPN Group dan KUAB juga akan membangun Pusat Pengembangan Benih Kedelai yang diharapkan dapat memperkuat ketersediaan benih berkualitas.

Pengembangan pusat benih tersebut diarahkan menjadi salah satu fondasi ekosistem kedelai nasional. Program ini nantinya diharapkan dapat direplikasi dan dikembangkan bersama koperasi serta petani di berbagai daerah.

Rencana tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional, termasuk upaya menuju swasembada kedelai.  Selain kerja sama awal seluas sekitar 4.800 hektare, terdapat rencana penugasan kepada PTPN Group untuk mengembangkan kedelai hingga seluas 250 ribu hektare secara bertahap sampai dengan 2029.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten Istri Aguan Bakal Buyback Rp500 M, Saham Terus Melambung

Emiten Istri Aguan Bakal Buyback Rp500 M, Saham Terus Melambung

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 10:57 WIB

Produksi Bawang Putih RI Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan Tembus 600 Ribu Ton

Produksi Bawang Putih RI Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan Tembus 600 Ribu Ton

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×