Strategi Efisiensi Budidaya Tingkatkan Hasil Panen Bawang Merah hingga 12 Persen

Dicky Prastya

Rabu, 09 September 2026 | 08:46 WIB
Strategi Efisiensi Budidaya Tingkatkan Hasil Panen Bawang Merah hingga 12 Persen
Ilustrasi bawang merah. Foto: Pedagang menata barang dagangannya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (29/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Sebanyak 120 petani di Nganjuk mengikuti program Pestani Bawang Merah Nyawiji dari PT Petrokimia Gresik sejak Maret hingga September 2026.
  • Para peserta menerapkan pemupukan berimbang dan budidaya berbasis teknologi menggunakan berbagai produk nutrisi tanaman di lahan seluas enam kecamatan.
  • Penerapan metode budidaya tersebut berhasil meningkatkan produktivitas bawang merah menjadi 20 ton per hektare atau naik 12 persen dari sebelumnya.

Suara.com - Ratusan petani bawang merah di Jawa Timur menerapkan praktik budidaya yang lebih terarah untuk meningkatkan hasil panen. Terbukti, metode ini meningkatkan hasil panen hingga 12 persen.

Jawa Timur sendiri memiliki peran strategis dalam produksi bawang merah nasional. Pada 2024, produksi bawang merah di Jawa Timur mencapai 476.666 ton dari luas panen sekitar 53.681 hektare.

Sementara itu, produksi bawang merah nasional mencapai 2.085.721 ton dengan luas panen 188.561 hektare. Data tersebut menunjukkan posisi penting Jawa Timur dalam menopang produksi bawang merah nasional.

Di dalam ekosistem tersebut, Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu sentra utama bawang merah. Potensi ini semakin kuat dengan keberadaan varietas lokal unggulan Tajuk atau Tanaman Asli Nganjuk yang dikenal memiliki kualitas umbi unggul, warna menarik, ukuran seragam, serta daya simpan yang baik.

Berangkat dari sana, PT Petrokimia Gresik (Persero) selaku perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) melakukan program Pestani Bawang Merah Nyawiji. Sebanyak 120 petani dari enam kecamatan di Nganjuk mengikuti program ini dengan menerapkan pemupukan dan budidaya berbasis teknologi di lahan masing-masing.

Dalam budidayanya, para peserta Pestani mengaplikasikan sejumlah produk Petrokimia Gresik yaitu Phonska Lite, K Plus, Phonska Cair, Phonska Oca Plus, ZA Plus, SP-36 Petro, Petro Biofertil, dan Petroganik Premium sebagai sumber nutrisi tanaman bawang merah.

Ilustrasi petani bawang merah.
Ilustrasi petani bawang merah.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo mengatakan, bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Oleh karenanya, peningkatan produktivitas dan kualitas komoditas ini menjadi penting sebab tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga dalam menjaga ketersediaan pangan.

"Kami tidak ingin berhenti pada penyediaan pupuk, tetapi juga terus mendorong edukasi pemupukan berimbang, layanan uji tanah, pendampingan budidaya, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir,” ujar Adityo, Rabu (9/9/2026).

baca juga

Adit menyampaikan bahwa Nganjuk menempati posisi kedua nasional dari sisi produksi bawang merah, sementara varietas Tajuk menempati posisi nomor satu nasional sebagai benih bawang merah.

“Pestani bukan sekadar kompetisi. Pestani kami hadirkan sebagai ruang bagi para petani untuk belajar, berbagi pengalaman, membangun kolaborasi, sekaligus menunjukkan praktik budidaya terbaik pada komoditas unggulan daerah," lanjut dia.

Pestani Bawang Merah Nyawiji sendiri diikuti 120 petani dari enam kecamatan meliputi Wilangan, Bagor, Rejoso, Nganjuk, Sukomoro, dan Gondang. Rangkaian program berlangsung sejak Maret hingga September 2026 melalui kompetisi budidaya bawang merah secara langsung di lapangan.

Lewat kompetisi tersebut, petani didorong untuk menerapkan praktik budidaya secara lebih optimal sekaligus menghasilkan bawang merah dengan kualitas yang semakin baik.

Penilaian kompetisi mencakup keseragaman umbi, berat hasil panen, serta dokumentasi budidaya. Parameter tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong petani untuk memperhatikan kualitas hasil secara lebih terukur, tidak hanya mengejar kuantitas produksi.

Hasil penerapan budidaya tersebut salah satunya ditunjukkan melalui demplot Pestani Bawang Merah Nyawiji. Produktivitas bawang merah pada demplot mencapai 20 ton per hektare, meningkat 11-12 persen dibandingkan panen sebelumnya sebesar 18 ton per hektare.

“Capaian ini menunjukkan bahwa penerapan budidaya yang tepat, pemenuhan nutrisi tanaman secara optimal, serta pendampingan yang konsisten memiliki potensi memberikan hasil yang lebih baik bagi petani. Praktik-praktik terbaik seperti inilah yang ingin terus kami kembangkan dan sebarkan melalui Pestani,” ujar Adit.

Adapun nama “Nyawiji” memiliki makna menyatukan langkah. Bagi perusahaan, semangat tersebut sejalan dengan pendekatan Pestani yang mengedepankan kolaborasi, pendampingan, serta pembelajaran langsung di lahan.

Praktik-praktik budidaya terbaik yang dihasilkan dari program ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran sekaligus dikembangkan lebih luas oleh petani lainnya.

“Kata Nyawiji memiliki makna yang sangat kuat. Untuk memajukan pertanian, kita harus menyatukan langkah antara petani, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Pestani Bawang Merah Nyawiji kami harapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat bawang merah Nganjuk,” jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP, Peternak Kecil Dapat Harga Rp5.000/Kg

Pemerintah Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP, Peternak Kecil Dapat Harga Rp5.000/Kg

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 08:31 WIB

Waduk Bili-Bili Mengering, Petani Sulap Lahan Genangan Jadi Sawah

Waduk Bili-Bili Mengering, Petani Sulap Lahan Genangan Jadi Sawah

Foto | Sabtu, 05 September 2026 | 11:00 WIB

Impor Garam Ditargetkan Setop 2029, Produksi Nasional Digenjot

Impor Garam Ditargetkan Setop 2029, Produksi Nasional Digenjot

Foto | Sabtu, 05 September 2026 | 08:30 WIB

Laporan Media Inggris: Kebun Petani Kalimantan Terbakar Habis di HUT Kemerdekaan RI

Laporan Media Inggris: Kebun Petani Kalimantan Terbakar Habis di HUT Kemerdekaan RI

News | Kamis, 03 September 2026 | 14:45 WIB

Tayang 7 Oktober, Ji Chang Wook Jadi Petani Stroberi di Merry Berry Love

Tayang 7 Oktober, Ji Chang Wook Jadi Petani Stroberi di Merry Berry Love

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 12:11 WIB

Kemarau dan Hama Mengintai, Panen Cabai Terancam Anjlok

Kemarau dan Hama Mengintai, Panen Cabai Terancam Anjlok

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 08:10 WIB

Terkini

Mentan Duga Ada Pihak yang Permainkan Harga Ayam

Mentan Duga Ada Pihak yang Permainkan Harga Ayam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Demo di Monas, Tugu Tani, dan DPR: Simak Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Hari Ini

Demo di Monas, Tugu Tani, dan DPR: Simak Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Hari Ini

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Melemah Rp18.187, Harga Minyak dan Sentimen The Fed Jadi Biang Kerok

Kurs Rupiah Hari Ini Melemah Rp18.187, Harga Minyak dan Sentimen The Fed Jadi Biang Kerok

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Viral PT KAI Dicibir Pakai AI untuk Desain Livery Gerbong Kereta, Jari Anime Ada 6

Viral PT KAI Dicibir Pakai AI untuk Desain Livery Gerbong Kereta, Jari Anime Ada 6

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Aset Kripto dalam Perspektif Syariah, Benarkah Bisa Jadi Instrumen Investasi?

Aset Kripto dalam Perspektif Syariah, Benarkah Bisa Jadi Instrumen Investasi?

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Tilap Duit Kasus, Oknum Advokat di Metro Ditangkap Usai Tipu Klien Puluhan Juta

Tilap Duit Kasus, Oknum Advokat di Metro Ditangkap Usai Tipu Klien Puluhan Juta

Lampung | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Tips Tampil Bersinar di Depan Panggung dalam Buku Let's Speak

Tips Tampil Bersinar di Depan Panggung dalam Buku Let's Speak

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Permata Bank Raih Laba Bersih Rp2,6 Triliun hingga Kuartal III 2026

Permata Bank Raih Laba Bersih Rp2,6 Triliun hingga Kuartal III 2026

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:27 WIB

Jerit Tangis Ibunda di Balik 48 Adegan Pembantaian Madiun: Hancur Hati Saya, Hukum Mati Dia!

Jerit Tangis Ibunda di Balik 48 Adegan Pembantaian Madiun: Hancur Hati Saya, Hukum Mati Dia!

Jatim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:25 WIB

Dari Pematangsiantar ke Los Angeles, Jesica Yap Bawa Karya Musik Indonesia ke Panggung Dunia

Dari Pematangsiantar ke Los Angeles, Jesica Yap Bawa Karya Musik Indonesia ke Panggung Dunia

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:18 WIB

×