Pemerintah Ingin Kurangi Penerima Bansos, Ini Alasannya

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:42 WIB
Pemerintah Ingin Kurangi Penerima Bansos, Ini Alasannya
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin). (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Pemerintah menargetkan pengurangan penerima bantuan sosial di Jakarta pada Senin, 19 Oktober 2026, melalui program pemberdayaan ekonomi.
  • Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyatakan langkah tersebut bertujuan menciptakan efisiensi anggaran negara serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.
  • Pemerintah menetapkan delapan puluh delapan kabupaten atau kota prioritas dan mengoptimalkan sektor pertanian untuk kegiatan pemberdayaan.

Suara.com - Pemerintah ingin mengurangi jumlah masyarakat penerima bantuan sosial (bansos). Ketimbang memberi bantuan, pemerintah pilih program pemberdayaan ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar mengatakan, pemerintah tengah mengembangkan strategi pengentasan kemiskinan yang berfokus pada peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan taraf hidupnya hingga tidak lagi membutuhkan bansos.

"Mengurangi kemiskinan sekaligus mengurangi jumlah masyarakat penerima subsidi. Dengan mereka naik kelas, baik dari kemiskinan ke kelas menengah, dari UMKM yang naik kelas, maka otomatis akan berkuranglah jumlah para penerima bantuan sosial," ujar Muhaimin di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Menurut Muhaimin, berkurangnya jumlah penerima bansos melalui pemberdayaan juga berpotensi menciptakan efisiensi anggaran negara.

Dana yang sebelumnya digunakan untuk bantuan dapat dialihkan guna memperluas program pemberdayaan bagi masyarakat lainnya.

Ilustrasi banso. [Ist]
Ilustrasi banso. [Ist]

"Dengan berkurangnya jumlah penerima bantuan sosial karena pemberdayaan, maka otomatis akan ada efisiensi anggaran untuk pemberdayaan berikutnya," katanya.

Muhaimin menjelaskan, pendekatan tersebut menjadi bagian dari perubahan strategi pemerintah dalam menangani persoalan kemiskinan.

Pemerintah tidak hanya mengandalkan pemberian bantuan, tetapi juga berupaya menciptakan kegiatan ekonomi produktif yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

baca juga

"Dari apa yang sudah kita lakukan selama dua tahun ini, ada cara kerja baru, paradigma baru di bawah kepemimpinan Pak Presiden, Pak Prabowo, bahwa penanggulangan kemiskinan yang paling efektif dan tepat adalah melalui pemberdayaan," jelasnya.

Salah satu sektor yang akan dioptimalkan dalam program tersebut adalah pertanian. Pemerintah berencana mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis komoditas unggulan yang disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah.

Program ini akan melibatkan Kementerian Pertanian serta sejumlah kementerian terkait untuk memastikan kegiatan pemberdayaan berjalan dari proses produksi hingga pemasaran.

"Selain lokasinya yang miskin, kita juga komoditasnya, serta model-model pemberdayaan yang cepat. Misalnya peternakan, penanaman komoditas misalnya kopi kah atau apa Pak Menteri misalnya?" tutur Muhaimin.

Sementara itu, pemerintah telah mengidentifikasi 88 kabupaten/kota sebagai wilayah prioritas penanggulangan kemiskinan. Dari jumlah tersebut, pemerintah akan menentukan sejumlah daerah untuk menjadi lokasi percontohan program pemberdayaan.

"Sebetulnya ada 88 lokus (lokasi fokus) kemiskinan prioritas. 88 kabupaten/kota ya. Tapi nanti akan dari 88 kita akan pilah mana yang paling prioritas sesuai dengan anggaran yang kita miliki," ungkap Muhaimin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan

Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:19 WIB

Aparat TNI/Polri Bakal Blusukan ke RT/RW Himpun Data Penerima Bansos 2027

Aparat TNI/Polri Bakal Blusukan ke RT/RW Himpun Data Penerima Bansos 2027

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:46 WIB

Penerima Bansos Bakal Pakai Data Terbaru, Mulai Disalurkan Kuartal I 2027

Penerima Bansos Bakal Pakai Data Terbaru, Mulai Disalurkan Kuartal I 2027

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 13:41 WIB

Bansos Tak Lagi Barang, Pemerintah Siapkan Uang Tunai Langsung ke Warga

Bansos Tak Lagi Barang, Pemerintah Siapkan Uang Tunai Langsung ke Warga

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 13:34 WIB

Cara Cek NIK KTP Apakah Terdaftar Bansos September 2026, Bisa Lewat HP

Cara Cek NIK KTP Apakah Terdaftar Bansos September 2026, Bisa Lewat HP

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:49 WIB

Desil Tidak Berubah Meski Sudah Update Data, Ini Penyebabnya

Desil Tidak Berubah Meski Sudah Update Data, Ini Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 11:42 WIB

Terkini

Gerebek Lagi Kampung Boncos! Polisi Sita 7 Alat Hisap Sabu hingga Palu

Gerebek Lagi Kampung Boncos! Polisi Sita 7 Alat Hisap Sabu hingga Palu

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:57 WIB

Titik Api Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gempur Karhutla Lewat Operasi Udara dan Pasukan Darat

Titik Api Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gempur Karhutla Lewat Operasi Udara dan Pasukan Darat

Lampung | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Deretan Saham Tahan Banting Hari Ini, Jadi Penopang IHSG saat Aksi Jual Massal

Deretan Saham Tahan Banting Hari Ini, Jadi Penopang IHSG saat Aksi Jual Massal

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Jelajahi Promo Properti Dari BRI KPR di Summarecon Expo 2026

Jelajahi Promo Properti Dari BRI KPR di Summarecon Expo 2026

Surakarta | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Serah Terima Jabatan Kepala BNPP, Mendagri Tito Harapkan Pengelolaan Perbatasan Lebih Optimal

Serah Terima Jabatan Kepala BNPP, Mendagri Tito Harapkan Pengelolaan Perbatasan Lebih Optimal

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Negara Tetangga Sudah Protes Sana-sini, RI Tetap Enggan Tetapkan Status Bencana Nasional

Negara Tetangga Sudah Protes Sana-sini, RI Tetap Enggan Tetapkan Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Nasib Bisnis DSSA Setelah Kena Denda OJK Rp1,5 T

Nasib Bisnis DSSA Setelah Kena Denda OJK Rp1,5 T

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Review Serum Sariayu Anti-Aging, Ampuh Samarkan Kerutan dalam 28 Hari

Review Serum Sariayu Anti-Aging, Ampuh Samarkan Kerutan dalam 28 Hari

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Bingung Cari Sumber Listrik di Jalan? Ini 5 Rekomendasi Power Bank Tangguh untuk Traveling

Bingung Cari Sumber Listrik di Jalan? Ini 5 Rekomendasi Power Bank Tangguh untuk Traveling

Tekno | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Sinopsis The Trap, Kisah Penulis yang Menjebak Pembunuh Adiknya

Sinopsis The Trap, Kisah Penulis yang Menjebak Pembunuh Adiknya

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:50 WIB

×