Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan

M Nurhadi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:19 WIB
Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan
PosIND mengoptimalkan penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) dengan menggunakan metode jemput bola.
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menyetujui penyaluran Bantuan Subsidi Upah senilai Rp900.000 bagi 13,3 juta pekerja pada akhir tahun 2026.
  • Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,8 triliun untuk program pembukaan rekening bank gratis bersaldo awal Rp50.000 bagi warga berusia 17 tahun.
  • Program rekening bank gratis bertujuan mempercepat inklusi keuangan nasional melalui integrasi sistem perbankan dengan data Dukcapil.

Suara.com - Pemerintah memutuskan penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja, sebuah skema jaring pengaman sosial yang sebelumnya pernah diterapkan secara masif pada masa pandemi COVID-19.

Selain BSU, pemerintah juga mematangkan program pembukaan rekening perbankan gratis bersaldo awal bagi masyarakat yang baru menginjak usia 17 tahun guna mempercepat inklusi keuangan nasional.

Keputusan penyaluran BSU ini disepakati langsung oleh Presiden Prabowo dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan sebagai bagian integral dari paket stimulus ekonomi kuartal IV-2026.

Dana program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini akan disalurkan sebesar Rp300.000 per bulan selama tiga bulan terakhir tahun 2026, yang pembayarannya direncanakan cair secara sekaligus sebesar Rp900.000 per penerima pada akhir tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memaparkan bahwa program BSU ini dirancang untuk menjangkau belasan juta tenaga kerja yang membutuhkan bantalan ekonomi.

"Ini diberikan kepada 13,3 juta pekerja, dan kebutuhan anggarannya diperkirakan sebesar hampir Rp12 triliun," ujar Airlangga.

Inisiatif Rekening Gratis dan Sorotan Publik

Selain stimulus BSU, paket kebijakan pemerintah juga mencakup pembukaan rekening bank gratis dengan injeksi saldo awal sebesar Rp50.000. Program yang menelan alokasi anggaran sekitar Rp3,8 triliun ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun depan.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan mengintegrasikan sistem perbankan dengan basis data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

baca juga

Skema ini memungkinkan masyarakat yang telah genap berusia 17 tahun menerima fasilitas rekening secara otomatis tanpa perlu melalui proses administrasi manual di kantor cabang bank.

"Rekening gratis kami juga sudah laporkan kepada Pak Presiden, bahwa untuk rekening gratis ini dari hasil rekap, itu ada sekitar yang sudah di atas usia 17 tahun, belum punya rekening itu ada jumlah tertentu. Nah ini yang kita sedang lihat bahwa yang sejumlah tertentu tersebut, itu membutuhkan dana kalau kita kasih Rp50 ribu sebesar Rp3,8 triliun," jelas Airlangga pada paparannya akhir September lalu.

Kendati memiliki visi mulia, program rekening gratis ini memicu perdebatan di ruang publik dan di kalangan pengamat ekonomi. Sejumlah kritik menyoroti potensi inefisiensi anggaran triliunan rupiah dengan dua alasan utama:

  • Risiko Rekening Pasif (Dormant): Terdapat kekhawatiran besar bahwa setelah saldo awal Rp50.000 ditarik atau dihabiskan, rekening tersebut akan ditinggalkan dan menjadi akun mati. Jika ini terjadi, biaya masif yang dikeluarkan pemerintah untuk membangun infrastruktur sistem keuangan tersebut dianggap sia-sia.
  • Efektivitas Nilai Stimulus: Nominal Rp50.000 dinilai terlalu kecil untuk memberikan dampak daya beli yang berarti bagi individu, namun secara agregat angka tersebut sangat membebani postur APBN.

Merespon polemik tersebut, pemerintah menegaskan bahwa inisiatif ini tidak semata-mata bersifat bantuan sosial tunai, melainkan memiliki sasaran strategis struktural.

Tujuan utamanya adalah mewujudkan pemerataan inklusi keuangan, memastikan generasi muda yang baru mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dapat langsung terdaftar dan berpartisipasi di dalam ekosistem keuangan digital resmi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aparat TNI/Polri Bakal Blusukan ke RT/RW Himpun Data Penerima Bansos 2027

Aparat TNI/Polri Bakal Blusukan ke RT/RW Himpun Data Penerima Bansos 2027

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:46 WIB

Target 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital, Pemerintah Butuh 2,4 Juta Agen

Target 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital, Pemerintah Butuh 2,4 Juta Agen

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

Bansos dan KJP Banyak yang Putus, DPRD DKI Desak Pengelolaan Desil Balik ke Daerah

Bansos dan KJP Banyak yang Putus, DPRD DKI Desak Pengelolaan Desil Balik ke Daerah

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:38 WIB

Bantu Warga Daftar Bansos, TNI-Polri hingga Penyuluh Pertanian Dilibatkan jadi Agen Perlinsos

Bantu Warga Daftar Bansos, TNI-Polri hingga Penyuluh Pertanian Dilibatkan jadi Agen Perlinsos

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:15 WIB

Pemerintah Akan Ubah Bansos Barang Jadi Tunai, Target Mulai Disalurkan Kuartal I 2027

Pemerintah Akan Ubah Bansos Barang Jadi Tunai, Target Mulai Disalurkan Kuartal I 2027

News | Rabu, 30 September 2026 | 14:19 WIB

Penerima Bansos Bakal Pakai Data Terbaru, Mulai Disalurkan Kuartal I 2027

Penerima Bansos Bakal Pakai Data Terbaru, Mulai Disalurkan Kuartal I 2027

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 13:41 WIB

Terkini

Demi Selamatkan Kambing Kesayangan, Kakek 80 Tahun di Jombang Pulang Tinggal Nama

Demi Selamatkan Kambing Kesayangan, Kakek 80 Tahun di Jombang Pulang Tinggal Nama

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Weton Lakuning Setan Apa Maknanya? Kenali Watak dan Deretan Weton yang Dinaungi

Weton Lakuning Setan Apa Maknanya? Kenali Watak dan Deretan Weton yang Dinaungi

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:13 WIB

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Hingga Januari 2027, Ini Alasannya

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Hingga Januari 2027, Ini Alasannya

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:06 WIB

65 Persen Mobil di Jateng Masih Pakai BBM, BYD Dorong Peralihan ke Kendaraan Energi Baru

65 Persen Mobil di Jateng Masih Pakai BBM, BYD Dorong Peralihan ke Kendaraan Energi Baru

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:05 WIB

KPF Desak Prabowo Bentuk TGPF Independen Usut Kekerasan Demo 27 Agustus

KPF Desak Prabowo Bentuk TGPF Independen Usut Kekerasan Demo 27 Agustus

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Saksi Hidup G30S Bongkar Peran Karno Gejik, Eksekutor PKI yang Catat Daftar Nama Warga untuk Dibunuh

Saksi Hidup G30S Bongkar Peran Karno Gejik, Eksekutor PKI yang Catat Daftar Nama Warga untuk Dibunuh

Surakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:49 WIB

7 Sifat Buruk dan Kelebihan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

7 Sifat Buruk dan Kelebihan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Oktober 2026 Lengkap

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Oktober 2026 Lengkap

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:42 WIB

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Nekat Salip Mobil Berujung Maut, Siswi di Madiun Meregang Nyawa di Aspal

Nekat Salip Mobil Berujung Maut, Siswi di Madiun Meregang Nyawa di Aspal

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:38 WIB

×