Kadin Akui Aksi Demo Dipicu Kelas Menengah karena Paling Terpukul Secara Ekonomi

Dicky Prastya

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:08 WIB
Kadin Akui Aksi Demo Dipicu Kelas Menengah karena Paling Terpukul Secara Ekonomi
Massa dari berbagai elemen Mahasiswa dan masyarakat saat mengikuti aksi unjuk rasa dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Tani, Jakarta, Selasa (20/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Kadin menyatakan pertumbuhan ekonomi nasional saat ini sangat didominasi oleh kelompok masyarakat kelas atas.
  • Kelas menengah rentan memicu instabilitas sosial karena menanggung beban hidup tinggi tanpa mendapat bantuan pemerintah.
  • Pemerintah diminta memberikan insentif pajak agar perusahaan besar mengintegrasikan UMKM guna meningkatkan pendapatan kelas menengah.

Suara.com - Asosiasi pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti nasib masyarakat kelas menengah yang kian terhimpit secara ekonomi. Bahkan kelompok menengah ini dinilai paling rentan memicu gelombang aksi demo di lapangan.

Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Analisis Makro-Mikro Ekonomi Kadin Indonesia, Aviliani menyatakan mulanya mengungkapkan kalau laju ekonomi saat ini ditopang kuat oleh konsumsi masyarakat kelompok atas atau desil 8 hingga 10 (desil biru).

Berdasarkan data profil kelompok pendapatan, 30 persen kelompok terkaya yang berjumlah 83,8 juta orang ini mendominasi 53 persen total pengeluaran nasional dan 58 persen total pendapatan nasional.  

"Desil dari masyarakat kita yang menjadi sekarang itu yang biru itu adalah yang paling men-generate belanja paling tinggi ya. Dia ada belanjanya sekitar 53%. Makanya kita enggak terasa tumbuh 5 persen oke-oke saja kok, tapi jangan lupa yang menikmati adalah yang biru," kata Aviliani dalam diskusi publik Outlook Ekonomi 2027 di kantor Katadata, Jakarta, dikutip Rabu (21/10/2026).

Kondisi ini berbanding terbalik dengan masyarakat kelas menengah bawah pada desil 4 hingga 7 (desil kuning). Populasi kelompok middle 40 persen ini mencapai 108,5 juta orang, menyumbang 32 persen terhadap total pengeluaran nasional dan 33 persen terhadap pendapatan nasional.

Aviliani menegaskan kelas menengah rentan memicu instabilitas sosial karena menanggung beban kebutuhan hidup yang tinggi tanpa menerima kompensasi bantuan pemerintah.  

Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Analisis Makro-Mikro Ekonomi Kadin Indonesia, Aviliani dalam diskusi publik bertajuk Outlook Ekonomi 2027 yang digelar di Lounge Katadata, Jakarta, Selasa (20/10/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Analisis Makro-Mikro Ekonomi Kadin Indonesia, Aviliani dalam diskusi publik bertajuk Outlook Ekonomi 2027 yang digelar di Lounge Katadata, Jakarta, Selasa (20/10/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

"Nah yang harus dipikirkan pemerintah tuh yang desil yang warna kuning, karena yang warna kuning ini jumlahnya besar tapi pendapatannya makin turun, dia enggak dapat tunjangan apa-apa. Nah ini yang biasanya berbahaya ya. Orang-orang di menengah yang yang seperti ini nih yang biasanya suka demo, yang bikin masalah unrest itu ya dari sini," beber dia.

Adapun jumlah masyarakat kelas menengah secara spesifik pada tahun 2025 tercatat menyusut ke angka 46,7 juta orang, atau hanya sekitar 16,6 persen dari total populasi.

Sementara itu, kelompok masyarakat 30 persen termiskin di desil 1 hingga 3 (desil merah) yang berpopulasi 87 juta orang, relatif tidak terlalu terimbas guncangan ekonomi karena daya belinya ditopang penuh oleh program perlindungan negara.  

baca juga

"Kalau yang merah juga enggak masalah, karena dapat BLT, dapat BPJS," ucap Aviliani.  

Guna memulihkan daya beli kelas menengah, pemerintah diminta merancang stimulus yang mengarah pada pemberdayaan ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (MUKM).

Skema insentif berupa pemotongan pajak (tax deductible) perlu digulirkan agar perusahaan besar bersedia mengintegrasikan pelaku UMKM ke dalam rantai pasok mereka melalui sistem closed loop.  

"Nah ini yang mungkin harus dijaga supaya tadi I dan C-nya tadi itu tetap akan bagus ya, tidak hanya didominasi oleh yang warna biru tapi warna kuning yang jumlahnya 33 persen ini harus ditingkatkan pendapatannya," timpal dia.

Pemberian insentif pembinaan bisnis ini dinilai lebih strategis dan berkelanjutan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dibandingkan sekadar menggelontorkan bantuan tunai tanpa ada efek pengganda bagi penguatan kelas menengah.  

"Nah kalau UMKM digandeng, maka dia akan menimbulkan pendapatan yang meningkat. Nah kita melihatnya gitu. Jadi tidak bisa dengan cara, 'Oh ini banyak orang susah kita kasih duit,' selesai habis duitnya hilang, ya sudah. Tapi tidak ada pemberdayaan. Jadi kita lebih melihatnya adalah bagaimana konsep closed loop ini nanti menyangkut APBN supaya bisa masuk ke sana ya," pungkasnya.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Kemenkeu Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027

Strategi Kemenkeu Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:43 WIB

Indonesia Perkuat Talenta AI dan Keamanan Siber untuk Dorong Ekonomi Digital

Indonesia Perkuat Talenta AI dan Keamanan Siber untuk Dorong Ekonomi Digital

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:14 WIB

Apa yang Berubah dari Definisi Korupsi yang Diusulkan ke Prabowo?

Apa yang Berubah dari Definisi Korupsi yang Diusulkan ke Prabowo?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Netflix Hingga Tencent Jajaki Produk Kreatif Indonesia di WCCE 2026

Netflix Hingga Tencent Jajaki Produk Kreatif Indonesia di WCCE 2026

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Kata "Bismillah" Populer di Demo Prancis Hingga ke Belgia dan Italia, Apa Artinya?

Kata "Bismillah" Populer di Demo Prancis Hingga ke Belgia dan Italia, Apa Artinya?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:23 WIB

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Terkini

Libatkan Ribuan Atlet, Porprov Jateng 2026 Jadi Angin Segar Bagi UMKM dan Perhotelan di 5 Daerah

Libatkan Ribuan Atlet, Porprov Jateng 2026 Jadi Angin Segar Bagi UMKM dan Perhotelan di 5 Daerah

Jawa Tengah | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Netizen Mau Patungan Pasang Poster Kebakaran Hutan Viral Greenpeace di Times Square New York

Netizen Mau Patungan Pasang Poster Kebakaran Hutan Viral Greenpeace di Times Square New York

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:04 WIB

Prediksi Lille vs Galatasaray: Sama-Sama Terpuruk, Calvin Verdonk Cs Lebih Diunggulkan

Prediksi Lille vs Galatasaray: Sama-Sama Terpuruk, Calvin Verdonk Cs Lebih Diunggulkan

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:01 WIB

Kisah Nyata! Polisi Melawan Kecanduan Opioid Putrinya di Film Clean Hands

Kisah Nyata! Polisi Melawan Kecanduan Opioid Putrinya di Film Clean Hands

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Apa Perbedaan Body Lotion Natur-E Hijau dan Pink? Cek Klaimnya

Apa Perbedaan Body Lotion Natur-E Hijau dan Pink? Cek Klaimnya

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Demi Jaga Keterjangkauan Harga dan Bahan Pokok, Jateng Telah Gelar 1.724 Gerakan Pangan Murah

Demi Jaga Keterjangkauan Harga dan Bahan Pokok, Jateng Telah Gelar 1.724 Gerakan Pangan Murah

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Prancisi Dilanda Kerusuhan, Bagaimana Nasib Calvin Verdonk? Pelatih Buka Suara

Prancisi Dilanda Kerusuhan, Bagaimana Nasib Calvin Verdonk? Pelatih Buka Suara

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:55 WIB

5 Rekomendasi Sheet Mask Affordable untuk Kulit Cerah dan Tenang

5 Rekomendasi Sheet Mask Affordable untuk Kulit Cerah dan Tenang

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Cara Memakai Toner Pad yang Benar Diusap atau Dikompres? Ini Panduannya agar Tak Iritasi

Cara Memakai Toner Pad yang Benar Diusap atau Dikompres? Ini Panduannya agar Tak Iritasi

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Perempuan dan Hak Bersuara: Memaknai Kebebasan Berekspresi di Era Modern

Perempuan dan Hak Bersuara: Memaknai Kebebasan Berekspresi di Era Modern

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:50 WIB

×