- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp31,8 triliun pada Rabu, 21 Oktober 2026.
- Dana tersebut digunakan untuk menjalankan program bantuan pangan, bantuan subsidi upah, serta diskon akhir tahun.
- Penyaluran berbagai program bantuan dan diskon tersebut dijadwalkan akan terus berjalan hingga akhir tahun 2026.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp31,8 triliun untuk menjalankan sejumlah program hingga akhir 2026.
Program tersebut mencakup bantuan pangan, bantuan subsidi upah, hingga diskon untuk periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Airlangga mengatakan, pemerintah telah menyiapkan berbagai program tersebut untuk dilaksanakan hingga penghujung tahun. Namun, dia tidak merinci pembagian anggaran untuk masing-masing program.
"Plus program-program yang akan dilaksanakan, satu yang terkait dengan pembukaan rekening koran, yang kedua terkait dengan bantuan pangan yang 10 kilo untuk 3 bulan, yang ketiga bantuan subsidi upah," kata Airlangga di Istana Negara, Rabu (21/10/2026).
Menurut Airlangga, program bantuan pangan yang disiapkan berupa beras 10 kilogram selama tiga bulan.
Selain itu, pemerintah juga akan menjalankan bantuan subsidi upah untuk membantu pekerja yang memenuhi kriteria penerima.
![Pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog Cabang Cirebon, Jawa Barat, Rabu (6/8/2025). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/08/13604-realisasi-penyerapan-beras-dalam-negeri-ilustrasi-beras-beras-bulog-ilustrasi-bulog.jpg)
Pemerintah turut menyiapkan berbagai diskon untuk periode libur Natal dan Tahun Baru. Program tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah menghadapi akhir tahun, ketika mobilitas masyarakat dan aktivitas konsumsi biasanya meningkat.
"Nah, itu yang akan berjalan sampai dengan akhir tahun dan diskon Natal tahun baru juga seluruhnya sudah disiapkan. Dananya sekitar 31,8 triliun," ujar Airlangga.
Meski demikian, Airlangga belum menjelaskan secara terperinci apakah dana Rp31,8 triliun tersebut mencakup seluruh program bantuan yang disebutkan atau secara khusus dialokasikan untuk stimulus dan diskon Nataru.