Mantan Pejabat BUMN Bandingkan Saham Bayan yang Dihibahkan ke Asing dan Dibeli Haji Isam

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 26 Oktober 2026 | 08:53 WIB
Mantan Pejabat BUMN Bandingkan Saham Bayan yang Dihibahkan ke Asing dan Dibeli Haji Isam
Lokasi tambang batu bara milik Bayan Resources. Foto ist.
baca 10 detik
  • Said Didu membandingkan hibah 22% saham BYAN kepada anak Low Tuck Kwong dengan pembelian Haji Isam.
  • Ia menilai harga saham privat tak bisa langsung dibandingkan dengan harga pasar bursa.
  • Said Didu menyoroti konteks pengendalian Bayan dalam transaksi saham Low dan Haji Isam.

Suara.com - Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu mempertanyakan perbedaan respons publik terhadap dua transaksi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Ia menyoroti hibah saham oleh pendiri Bayan, Low Tuck Kwong, kepada anaknya yang berkewarganegaraan asing pada 2024, yang menurutnya tidak mendapat sorotan sebesar pembelian saham oleh pengusaha Haji Isam pada September 2026.

Said Didu menilai, kedua transaksi tersebut perlu dilihat secara proporsional. Pasalnya, hibah saham dalam jumlah besar kepada warga negara asing justru tidak banyak dipersoalkan, sementara pembelian saham oleh pengusaha Indonesia menuai kritik.

“Ini kan dua kejadian yang berbeda. Coba 2024 itu kan Low Tuck Kwong menghibahkan sahamnya, artinya gratis ke anaknya, tapi kok enggak ada yang persoalkan?” kata Said Didu, Senin (26/10/2026).

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu. (Suara.com/M Yasir)
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu. (Suara.com/M Yasir)

Pada 28 Agustus 2024, Low Tuck Kwong menghibahkan 7.333.333.700 lembar saham Bayan atau setara 22% kepemilikan kepada Elaine Low. Berdasarkan perkiraan dalam bahan yang disampaikan, nilai saham tersebut mencapai sekitar Rp101,8 triliun hingga Rp124 triliun.

Sementara itu, melalui PT Jhonlin Baratama, Haji Isam membeli 10,08 miliar lembar saham BYAN atau setara 30,25% kepemilikan pada 16 September 2026.

“Yang pada saat Haji Isam beli kok dipersoalkan? Beli loh. Padahal (hibah) itu memindahkan aset itu dari Indonesia ke luar loh. Karena dari warga negara Indonesia bapaknya, anaknya warga negara asing,” ujarnya.

Pandangan tersebut juga disampaikan Said Didu melalui akun X miliknya, @msaid_didu, pada Minggu (25/10/2026). Ia mempertanyakan konsistensi pihak-pihak yang mengangkat isu nasionalisme dalam kepemilikan saham perusahaan tambang Indonesia.

Selain menyoroti perbedaan respons terhadap transaksi saham, Said Didu menanggapi kritik mengenai harga pembelian saham BYAN oleh Haji Isam. Menurutnya, transaksi saham melalui negosiasi privat tidak bisa serta-merta dibandingkan dengan harga saham yang diperdagangkan di pasar reguler.

“Ini kan bukan saham publik, ini saham privat. Terserah dia mau gratis, mau satu rupiah, mau seribu rupiah, itu kan urusannya dia,” kata Said Didu yang juga merupakan mantan pejabat tinggi dan figur publik di Indonesia yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN.

baca juga

Ia mempertanyakan anggapan bahwa saham yang dibeli Haji Isam otomatis murah hanya karena harga transaksinya berbeda dari harga pasar yang menjadi acuan publik.

“Kenapa Haji Isam dapat harga saham murah? Ya, tanyalah kenapa dia mau jual murah. Dan pertanyaannya, apakah betul murah?” ujarnya.

Menurut Said Didu, penilaian terhadap perusahaan tambang juga perlu mempertimbangkan cadangan mineral yang dimiliki, bukan hanya harga saham per lembar.

“Kalau kita mau beli tambang, itu bukan harga sahamnya yang semata-mata dilihat. Kecuali kita beli saham, ini kan mau beli tambang,” tuturnya.

Ia menambahkan, besarnya cadangan tambang menjadi salah satu variabel penting dalam menilai nilai ekonomis perusahaan. Karena itu, perbedaan harga transaksi tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa suatu saham dibeli dengan harga murah.

Said Didu juga menyinggung transaksi saham Low Tuck Kwong pada Oktober 2026. Berdasarkan informasi dalam bahan yang disampaikan, Low membeli masing-masing 500.000 lembar dan 100 lembar saham BYAN pada 13–14 Oktober 2026 dengan harga Rp11.200 per lembar.

Menurut Said Didu, pembelian saham tersebut perlu dilihat dalam konteks posisi pengendali perusahaan. Ia menilai, tambahan kepemilikan dapat berkaitan dengan upaya mempertahankan kendali Bayan setelah Haji Isam mengakuisisi 30,25% saham.

“Karena Haji Isam yang paling banyak sahamnya,” ujarnya.

Ia berpandangan, transaksi yang berkaitan dengan penentuan pengendali perusahaan dapat memiliki pertimbangan berbeda dari perdagangan saham biasa. Oleh sebab itu, menurutnya, publik perlu memahami konteks transaksi sebelum membandingkan harga saham yang berbeda.

“Ini menurut saya memang kita ini dibikin kacau semua. Karena variabelnya berbeda,” kata Said Didu.

“Yang saya pertanyakan itu kenapa orang menghibahkan sahamnya ke asing, Anda diam? Kenapa ada orang membeli saham di Indonesia, Anda marah? Itu sangat prinsip,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Rawan Koreksi, Simak Saham Pillihan yang Bisa Jadi Cuan

IHSG Rawan Koreksi, Simak Saham Pillihan yang Bisa Jadi Cuan

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:18 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Pendapatan BUMI Diproyeksi Tembus US$1,62 Miliar di 2026, Ini Pendorongnya

Pendapatan BUMI Diproyeksi Tembus US$1,62 Miliar di 2026, Ini Pendorongnya

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:38 WIB

Terkini

Mantan Pejabat BUMN Bandingkan Saham Bayan yang Dihibahkan ke Asing dan Dibeli Haji Isam

Mantan Pejabat BUMN Bandingkan Saham Bayan yang Dihibahkan ke Asing dan Dibeli Haji Isam

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Sempat Melonjak, Harga Minyak Dunia Terkoreksi Awal Pekan Ini

Sempat Melonjak, Harga Minyak Dunia Terkoreksi Awal Pekan Ini

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:51 WIB

Prakiraan Cuaca BMKG Senin 26 Oktober 2026: Makassar Berpotensi Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Senin 26 Oktober 2026: Makassar Berpotensi Hujan

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Koleksi 18 Poin, PSPS Pekanbaru Puncaki Klasemen Sementara Grup A

Koleksi 18 Poin, PSPS Pekanbaru Puncaki Klasemen Sementara Grup A

Riau | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:47 WIB

68 Ribu UMKM Pasok MBG, Menteri UMKM Sebut Jumlahnya Masih Kurang

68 Ribu UMKM Pasok MBG, Menteri UMKM Sebut Jumlahnya Masih Kurang

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Bukan Sekadar Internet, Digitalisasi Buka Peluang Kolaborasi SMK dengan Industri

Bukan Sekadar Internet, Digitalisasi Buka Peluang Kolaborasi SMK dengan Industri

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Pembangunan Stadion Untia Makassar Masuk Tahap Penimbunan Lahan

Pembangunan Stadion Untia Makassar Masuk Tahap Penimbunan Lahan

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Blush On Inez Amaranth Pink Cocok untuk Kulit Undertone Apa? Cek Panduannya

Blush On Inez Amaranth Pink Cocok untuk Kulit Undertone Apa? Cek Panduannya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Cara Memblokir Panggilan dan Pesan Spam dari Nomor Tidak Dikenal Secara Otomatis di WhatsApp

Cara Memblokir Panggilan dan Pesan Spam dari Nomor Tidak Dikenal Secara Otomatis di WhatsApp

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Ulasan Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Tembang Mistis Pemanggil Arwah!

Ulasan Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro, Tembang Mistis Pemanggil Arwah!

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:30 WIB

×