- Danantara Indonesia mencatat laba bersih konsolidasi BUMN sebesar Rp214,9 triliun hingga Agustus 2026.
- Delapan BUMN mengalami kenaikan laba tertinggi, dipimpin oleh PT Semen Indonesia dan PT Pupuk Indonesia.
- Dony Oskaria menyatakan pencapaian positif tersebut merupakan hasil dari program transformasi yang terus berjalan.
Suara.com - Danantara Indonesia mencatat laba bersih BUMN secara konsolidasi sebesar Rp214,9 triliun atau naik 8 persen hingga Agustus 2026. Angka ini naik 18,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan raihan ini berkah dari program transformasi yang dijalan ke seluruh BUMN.
"Transformasi yang sudah kita lakukan ini telah memberikan hasil," ujarnya di Hotel Fairmount, Jakarta, Senin (26/10/2026).
![Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria. [Suara.com/Achmad Fauzi].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/26/47339-dony-oskaria-danantara-wamen-bumn.jpg)
Dalam paparannya, terdapat delapan BUMN yang kenaikan laba bersihnya secata presentase paling tinggi hingga Agustus 2026. Salah satunya, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) yang laba bersihnya naik 427 persen, diikuti PT Pupuk Indonesia (Persero) melonjak 233 persen.
Kemudian, Danareksa meroket 110 persen, PTPN III naik 55 persen, Pertamina melesat 48 persen, Pelindo melompat 25 persen, BTN naik 25 persen, dan Bank Mandiri naik 16 persen.
Selain itu, Dony menyebut ada dua BUMN yang kinerjanya berbalik dari merugi menjadi untung yaitu, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) dan PT Len Industri (Persero). Pembalikan kinerja ini setelah disuntik danan oleh Danantara.
Terlepas dari raihan ini, Kepala BP BUMN ini juga menargetkan laba bersih pada tahun ini mencapai Rp360 triliun.
"Kalau kita bisa mencapai Rp360 triliun keuntungan, kita akan menggunakan ini untuk investasi dan memberikan lebih banyak keuntungan, lebih banyak pekerjaan ke negara kita," bebernya.
Dony menambahkan, memang raihan laba bersih ini berkat transformasi yang dijalankan Danantara. Menurutnya, tranformasi ini akan terus dijalankan.
"Transformasi ini belum selesai. Kita harapkan nanti, akhir tahun ini, akhir tahun ini kita akan menyelesaikan paling tidak 700 perusahaan yang akan kita tutup dan konsolidasikan," pungkasnya.