- PT Samator Indo Gas Tbk mencatat kenaikan pendapatan bersih menjadi Rp2,38 triliun per 30 September 2026.
- Direktur Utama Rachmat Harsono menyatakan lonjakan laba bersih perseroan mencapai 79 persen secara tahunan hingga September 2026.
- Pertumbuhan finansial tersebut didorong oleh efisiensi biaya operasional, penerapan teknologi mutakhir, serta penurunan saldo pinjaman perusahaan.
Suara.com - PT Samator Indo Gas Tbk (IDX: AGII), resmi merilis laporan keuangan konsolidasi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 (9M26). Perseroan sukses mencatatkan ekspansi margin yang konsisten serta lonjakan laba bersih hingga hampir 80 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY).
Pencapaian ini disokong oleh kinerja kuartal ketiga yang menjadi kuartal terkuat sepanjang tahun 2026, dengan kontribusi laba bersih sebesar Rp46,9 miliar (melesat 18,2 persen YoY) serta EBITDA mencapai Rp229,3 miliar (tumbuh 12,1 persen YoY).
Secara akumulatif, pendapatan bersih perseroan selama sembilan bulan pertama tahun 2026 tumbuh 7,5 persen YoY menjadi Rp2,38 triliun, dibandingkan Rp2,21 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan pendapatan ini ditopang oleh penerapan solusi teknologi mutakhir seperti oxyfuel burner dan konsistensi kenaikan volume penjualan di pasar-pasar utama. Capaian ini mengukuhkan posisi Samator yang terus tumbuh selaras dengan target di level 1–1,5 kali pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Ekspansi Margin dan Pengendalian Biaya Operasional
Pertumbuhan pendapatan perseroan diimbangi oleh disiplin efisiensi yang ketat. Beban pokok penjualan tercatat hanya naik 4,34 persen, jauh di bawah laju pertumbuhan pendapatan. Hasilnya, laba kotor perseroan terangkat 11,2 persen menjadi Rp1,13 triliun, dengan ekspansi margin laba kotor dari 46,0 persen pada 9M25 menjadi 47,6 persen.
Penguatan profitabilitas ini didorong oleh operating leverage serta efisiensi biaya produksi per unit, terutama pada komponen biaya listrik dan tenaga kerja. Di sisi lain, beban usaha tetap terkendali dengan kenaikan 8,4 persen YoY melalui penekanan biaya non-esensial di tengah peningkatan aktivitas penjualan dan distribusi.
Kombinasi dari penguatan profitabilitas dan pengendalian biaya tersebut mendorong laba bersih perseroan melonjak 79 persen YoY menjadi Rp114,3 miliar dari posisi Rp63,9 miliar pada 9M25. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 82 persen YoY menjadi Rp110,3 miliar.
Kinerja ini kian solid seiring berkurangnya beban keuangan bersih akibat penurunan saldo pinjaman (deleveraging) serta optimalisasi pendapatan bunga dari pengelolaan kas.
Direktur Utama Samator Indo Gas, Rachmat Harsono, menegaskan bahwa hasil positif ini merefleksikan ketahanan fundamental bisnis perusahaan di tengah dinamika industri nasional.
"Kinerja positif selama sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan ketahanan fundamental bisnis Samator Indo Gas. Pertumbuhan laba kotor dan EBITDA, disertai kenaikan laba bersih, mencerminkan upaya kami memperkuat kinerja operasional secara konsisten," ujar Rachmat Harsono, dalam keterangannya yang diterima Redaksi Suara.com pada Kamis (29/10/2026).
Rachmat menambahkan bahwa perseroan terus berkomitmen menghadirkan solusi atas tantangan industri nasional maupun sektor pelayanan publik.
"Sejalan dengan komitmen Empowering Industry, Enriching Lives, kami tidak hanya memasok gas, tetapi juga menghadirkan solusi untuk kebutuhan pelanggan dan tantangan nasional. Di antaranya, penerapan teknologi oxyfuel burner bagi industri kaca dan keramik yang menghadapi keterbatasan pasokan gas alam, serta penyediaan dry ice kepada BMKG untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," tuturnya.
Struktur Neraca Keuangan Makin Sehat
Guna menjamin keberlanjutan bisnis, Samator terus menjaga keandalan pasokan gas untuk sektor kesehatan serta berbagai industri strategis seperti manufaktur, pengolahan logam, hingga elektronik. Aspek keselamatan kerja diprioritaskan melalui pengujian hidrostatis 100 persen pada seluruh tabung gas untuk memenuhi standar keselamatan tertinggi.