Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%

Dicky Prastya

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:27 WIB
Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%
Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (9/10/2026). [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan belanja negara APBN berkontribusi 14-15 persen terhadap PDB Indonesia pada tahun 2026.
  • Kementerian Keuangan mengalokasikan Belanja Negara hampir Rp 4.000 triliun untuk mencapai tiga tujuan utama pertumbuhan ekonomi yang stabil.
  • Pemerintah bersama BPI Danantara bekerja sama sebagai dua lengan untuk memaksimalkan penciptaan PDB dan menjalankan visi besar perekonomian.

Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan kalau kontribusi belanja Pemerintah lewat Anggaran Pendapatan dan Negara (APBN) hanya 14-15 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) RI.

Menkeu Suahasil memaparkan, saat ini Belanja Negara dialokasikan hampir Rp 4.000 triliun dalam APBN 2026, tepatnya Rp 3.842,7 triliun. Sedangkan PDB RI per 2025 mencapai sekitar Rp 25.000 triliun, tepatnya Rp 23.821,1 triliun menurut Badan Pusat Statistik (BPS).

"APBN itu, belanja negara itu, totalnya tahun ini mungkin sedikit di bawah Rp 4.000 triliun. Namun produk domestik bruto yang diciptakan oleh seluruh perekonomian Indonesia adalah sekitar Rp 25.000 triliun. Berarti yang namanya APBN itu ya mungkin hanya sekitar 14-15 persen. Ukuran kesejahteraan adalah produk domestik bruto," katanya dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026, dikutip Rabu (28/10/2026).

Jika APBN hanya berkontribusi 15 persen terhadap PDB, Suahasil menjelaskan kalau 85 persen sisanya diciptakan oleh seluruh masyarakat. Ia menyebut kalau PDB RI didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi dari perusahaan, hingga eksportir yang melakukan ekspor maupun impor.

Dengan data itu, Bendahara Negara menyebut kalau Pemerintah mesti mengorkestrasi keseluruhan perekonomian dan pelaku ekonomi. Sehingga secara bersama-sama bisa memaksimalkan PDB lewat Belanja Negara Rp 4.000 triliun dari APBN.

"Kalau dari kita Pemerintah, Rp 4.000 triliun belanja negaranya digunakan dengan cara yang paling intensif dampaknya. Atau kalau bahasa ekonominya yang angka penggandanya, multiplier-nya paling tinggi," lanjut dia.

Sebagai otoritas fiskal, Suahasil mengatakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) perlu melakukan intervensi yang diperlukan untuk perekonomian RI.

Lebih lagi dalam APBN 2027, Kemenkeu harus mengumpulkan Pendapatan Negara sebesar Rp 3.435,1 triliun untuk membiayai Belanja Negara sebesar Rp 4.106,3 triliun.

"Kita pastikan bahwa pengeluaran negaranya itu di titik-titik yang penting, kita pastikan yang namanya penerimaan negaranya terkumpul," imbuhnya.

baca juga

Suahasil memaparkan kalau saat ini APBN memiliki tiga tujuan utama. Pertama, APBN harus bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi.

Kedua, APBN harus menstabilkan karena saat ini kondisi global sedang dalam turbulensi tinggi. Ia menjelaskan kalau itu berdampak ke harga minyak dunia yang tembus 116 Dolar AS per Barel.

"Tapi sejumlah produk barang bersubsidi di dalam negeri tetap kita tahan. Supaya apa? Supaya kegiatan ekonomi bisa terus berlanjut. Nah ini artinya APBN itu menstabilkan. APBN tidak membiarkan kondisi ekonomi menjadi terlalu fluktuatif. Konsumsi masyarakat kita stabilkan," paparnya.

Ketiga, lanjut Suahasil, APBN harus tetap kredibel dan sehat. Makanya Pemerintah menetapkan defisit tidak mencapai 3 persen terhadap PDB.

"Boleh defisit, tapi terukur. Tidak boleh defisit yang tidak terukur. Karena itu komitmen kita kepada defisit anggaran di bawah 3% menjadi sesuatu yang terus kita gaungkan," jelas Suahasil.

Lebih jauh Suahasil menerangkan kalau saat ini Pemerintah tidak hanya menggunakan APBN untuk pertumbuhan ekonomi, tapi sekarang juga ada BPI Danantara. Ia menggambarkan lembaga tersebut seperti lengan kedua, bersama APBN.

"Tangan pertama adalah APBN, tangan kedua adalah Danantara sebagai investment arms of the Republic of Indonesia. Kita harus bekerja sama dengan sangat terang. Dua tangan ini adalah untuk menciptakan, menjalankan visi-visi besar tadi," jelas Suahasil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cak Imin Ingatkan Kemenkeu: Jangan Jadikan Anggaran Pemberdayaan 'Anak Tiri' di APBN!

Cak Imin Ingatkan Kemenkeu: Jangan Jadikan Anggaran Pemberdayaan 'Anak Tiri' di APBN!

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:10 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Catat Dampak Ekonomi Rp5,2 Triliun

MotoGP Mandalika 2026 Catat Dampak Ekonomi Rp5,2 Triliun

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Suahasil Klaim Indonesia Punya Kekayaan Alam yang Tak Dimiliki Negara Lain, Dari Hutan hingga Laut

Suahasil Klaim Indonesia Punya Kekayaan Alam yang Tak Dimiliki Negara Lain, Dari Hutan hingga Laut

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:54 WIB

Gegara Karhutla hingga Banjir Sumatra, Suahasil Tambah Anggaran TKD 2026 Jadi Rp 720 T

Gegara Karhutla hingga Banjir Sumatra, Suahasil Tambah Anggaran TKD 2026 Jadi Rp 720 T

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:28 WIB

Bantu Warga Dapatkan Kerja, Pemprov DKI Tebus Ribuan Ijazah Tertahan Senilai Rp4,67 Miliar

Bantu Warga Dapatkan Kerja, Pemprov DKI Tebus Ribuan Ijazah Tertahan Senilai Rp4,67 Miliar

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Suahasil Siapkan Insentif Rp 1 Triliun ke Pemda Jika Kinerja Memuaskan

Suahasil Siapkan Insentif Rp 1 Triliun ke Pemda Jika Kinerja Memuaskan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Terkini

Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin

Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%

Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Mengapa Pikiran Memengaruhi Keadaan Kita? Review Buku The Law of Attraction

Mengapa Pikiran Memengaruhi Keadaan Kita? Review Buku The Law of Attraction

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:25 WIB

Bank Mandiri Gelar Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta, Dorong Wirausaha Muda Berpotensi

Bank Mandiri Gelar Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta, Dorong Wirausaha Muda Berpotensi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Kemendagri Koordinasikan Pemulihan Pascabencana Sumatera, Infrastruktur dan UMKM Jadi Prioritas

Kemendagri Koordinasikan Pemulihan Pascabencana Sumatera, Infrastruktur dan UMKM Jadi Prioritas

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:19 WIB

Viral Guru Agama di Deli Serdang Diamuk Warga Diduga Lecehkan Siswi SD

Viral Guru Agama di Deli Serdang Diamuk Warga Diduga Lecehkan Siswi SD

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:17 WIB

Teriakan Mahasiswa Sukses Tembus Bundaran HI: Bukti Rakyat Sudah Muak dan Bersatu

Teriakan Mahasiswa Sukses Tembus Bundaran HI: Bukti Rakyat Sudah Muak dan Bersatu

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:16 WIB

Cak Imin Ingatkan Kemenkeu: Jangan Jadikan Anggaran Pemberdayaan 'Anak Tiri' di APBN!

Cak Imin Ingatkan Kemenkeu: Jangan Jadikan Anggaran Pemberdayaan 'Anak Tiri' di APBN!

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:10 WIB

GIIAS Makassar 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Merek Otomotif Global dan Kendaraan Terbaru

GIIAS Makassar 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Merek Otomotif Global dan Kendaraan Terbaru

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Mulai 40 Ribuan! 5 Night Serum Lokal Ampuh Samarkan Garis Halus dan Kerutan

Mulai 40 Ribuan! 5 Night Serum Lokal Ampuh Samarkan Garis Halus dan Kerutan

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:10 WIB

×