- PT Samator Indo Gas Tbk mencatat kenaikan pendapatan bersih menjadi Rp2,38 triliun per 30 September 2026.
- Direktur Utama Rachmat Harsono menyatakan lonjakan laba bersih perseroan mencapai 79 persen secara tahunan hingga September 2026.
- Pertumbuhan finansial tersebut didorong oleh efisiensi biaya operasional, penerapan teknologi mutakhir, serta penurunan saldo pinjaman perusahaan.
Kepercayaan pelanggan juga diperkokoh oleh perpanjangan kontrak jangka panjang dengan sejumlah perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), yang didukung oleh skema minimum take-or-pay serta fasilitas on-site.
Dari sisi kesehatan neraca, rasio kecukupan EBITDA terhadap beban bunga (EBITDA to Interest Expense Coverage) meningkat menjadi 3,1 kali dibandingkan 2,7 kali pada periode 9M25. Sementara itu, rasio Utang Bersih terhadap EBITDA (Net Debt to EBITDA) membaik dari 3,94 kali menjadi 3,45 kali, didukung ekspansi EBITDA sebesar 11 persen serta arus kas operasional yang stabil.
Ringkasan Indikator Keuangan Utama 9M26:
- Penjualan Bersih: Rp2,38 triliun (naik 7,5% YoY dari Rp2,21 triliun).
- Laba Kotor: Rp1,13 triliun (naik 11,2% YoY dari Rp1,02 triliun); margin laba kotor melesat 158 basis poin ke posisi 47,6%.
- EBITDA Terlaporkan: Rp709,4 miliar (naik 10,7% YoY dari Rp640,8 miliar); margin EBITDA berada di level 29,9%.
- EBITDA Disesuaikan: Rp704,8 miliar (naik 12,4% YoY dari Rp627,2 miliar, di luar pos non-rutin bersih Rp4,6 miliar).
- Laba Bersih: Rp114,3 miliar (naik 79% YoY dari Rp63,9 miliar).
- Laba Bersih Entitas Induk: Rp110,3 miliar (melesat 82% YoY dari Rp60,6 miliar).
Memasuki kuartal terakhir tahun 2026, Samator Indo Gas optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan yang profitabel dengan terus memperkuat kemitraan strategis dan melayani pertumbuhan permintaan struktural di sektor kesehatan serta industri utama nasional.