Amran Minta Masyarakat Laporkan Beras SPHP Oplosan Lewat WhatApp

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:13 WIB
Amran Minta Masyarakat Laporkan Beras SPHP Oplosan Lewat WhatApp
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. [Bakom RI]
baca 10 detik
  • Amran membuka nomor khusus pengaduan beras oplosan. Masyarakat dapat melaporkan dugaan penyelewengan beras SPHP melalui nomor 08111-312-312. Amran menyatakan identitas pelapor akan dirahasiakan.
  • Masyarakat diminta mencantumkan bukti, tanggal, dan lokasi dugaan pelanggaran agar petugas dapat menelusuri kejadian dan menindaklanjuti laporan.
  • Laporan tingkat provinsi disampaikan ke Polda, kabupaten/kota ke Polres, kecamatan ke Polsek, dan desa melalui Bhabinkamtibmas.

Suara.com - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, meminta masyarakat laporkan dugaan penyelewengan beras, termasuk praktik pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Masyarakat dapat menyampaikan aduan melalui nomor khusus 08111-312-312 yang dipegang langsung oleh Amran.

Amran menjamin identitas masyarakat yang melaporkan dugaan pelanggaran akan dirahasiakan. Laporan yang masuk akan ditindaklanjuti bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sesuai lokasi kejadian.

"Tolong seluruh Indonesia kalau ada penyelewengan SPHP seluruh Indonesia ini adalah nomor khusus (08111-312-312) dan kami yang pegang, yang kendalikan. Langsung ke saya, laporkan alamatnya. Insyaallah yang melapor kami jaga. Kami jaga kerahasiannya. Tidak akan kami sampaikan ke publik", ujarnya dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).

Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di ritel modern, Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (8/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di ritel modern, Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (8/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Amran meminta masyarakat menyertakan bukti, tanggal, dan lokasi kejadian ketika melaporkan dugaan beras oplosan. Informasi tersebut diperlukan agar petugas dapat menelusuri dan menindaklanjuti laporan di lapangan.

Ia menyebut, pihaknya telah menerima informasi mengenai dugaan penyelewengan beras di sejumlah daerah yang beredar melalui media sosial. Ia meminta masyarakat segera menyampaikan laporan yang disertai informasi terperinci.

"Tapi, tolong karena di medsos tadi malam banyak yang menyampaikan, beberapa kabupaten, tolong sampaikan saat ini dan kami tindak lanjutin. HP ini, itu (ada) di saya. Kalau begitu ada buktinya, tanggalnya, tempatnya, dikirim, langsung ditindak lanjuti”" lanjutnya.

Menurut Amran, laporan akan diteruskan kepada kepolisian berdasarkan wilayah terjadinya dugaan pelanggaran. Untuk laporan di tingkat provinsi, pengaduan akan disampaikan kepada Kepolisian Daerah (Polda), sedangkan laporan di kabupaten/kota diteruskan kepada Kepolisian Resor (Polres).

Adapun laporan di tingkat kecamatan akan diteruskan kepada Kepolisian Sektor (Polsek), sementara dugaan pelanggaran di tingkat desa akan ditindaklanjuti melalui Bhabinkamtibmas.

"Kami kirim kalau provinsi di Polda, kalau kabupaten di Polres, kalau tingkat kecamatan di Polsek, tingkat desa Bhabinkamtibmas. Jadi ini kesempatan melaporkan. Kemari ribut tuh, kita lapor kemana. Ini di daerah saya, oplos juga. Ya nanti langsung ditidak lanjutin," tutur Amran.

baca juga

Amran mengatakan, pengawasan distribusi beras SPHP perlu diperketat karena program tersebut mendapat dukungan subsidi pemerintah untuk menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga beras bagi masyarakat.

Adapun pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP berdasarkan wilayah. HET untuk Zona I ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram, Zona II Rp13.100 per kilogram, dan Zona III Rp13.500 per kilogram.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Mentan Duga Ada Pihak yang Permainkan Harga Ayam

Mentan Duga Ada Pihak yang Permainkan Harga Ayam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Mentan Rela Potong Anggaran Rp3,7 T Demi untuk Peternak dan Petani

Mentan Rela Potong Anggaran Rp3,7 T Demi untuk Peternak dan Petani

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:37 WIB

Terkini

Skincare yang Paling Dibutuhkan di Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Jadi Awet Muda dan Bebas Kerutan

Skincare yang Paling Dibutuhkan di Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Jadi Awet Muda dan Bebas Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Jas Hujan Ponco vs Setelan, Lebih Baik Pilih yang Mana?

Jas Hujan Ponco vs Setelan, Lebih Baik Pilih yang Mana?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:10 WIB

PT Akulaku Capital Indonesia Kantongi Izin Jadi PIKK

PT Akulaku Capital Indonesia Kantongi Izin Jadi PIKK

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS

Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Korban Pembunuhan di Madiun Dicibir Pelakor, Aktivis Perempuan: Memangnya Boleh Dibunuh?

Korban Pembunuhan di Madiun Dicibir Pelakor, Aktivis Perempuan: Memangnya Boleh Dibunuh?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:03 WIB

nubia dan Smartfren Siapkan Paket Unlimited 5G, Ini Fitur nubia A77 5G

nubia dan Smartfren Siapkan Paket Unlimited 5G, Ini Fitur nubia A77 5G

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:01 WIB

Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Tim Futsal SMA Terbaik Berebut Gelar Juara

Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Tim Futsal SMA Terbaik Berebut Gelar Juara

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?

Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Polres Bogor Usut Kasus Penyerangan Bobotoh Usai Tonton Persib

Polres Bogor Usut Kasus Penyerangan Bobotoh Usai Tonton Persib

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Viral Video! Kelakuan Anggota Dewan, Berawal Saling Hina Lalu Baku Pukul saat Sidang

Viral Video! Kelakuan Anggota Dewan, Berawal Saling Hina Lalu Baku Pukul saat Sidang

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:57 WIB

×