Gebyar Pap Smear JKN, Upaya BPJS Lindungi Ibu dari Kanker Rahim

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:29 WIB
Gebyar Pap Smear JKN, Upaya BPJS Lindungi Ibu dari Kanker Rahim
Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba dalam kegiatan Gebyar Pap Smear JKN 2026, Kamis (29/10/2026). (Dok: BPJS Kesehatan)

Suara.com - BPJS Kesehatan memperkuat upaya pencegahan kanker serviks (rahim) melalui optimalisasi pemeriksaan pap smear bagi peserta JKN yang teridentifikasi berisiko berdasarkan hasil Skrining Riwayat Kesehatan (SRK). Langkah ini menjadi bagian dari upaya penguatan promotif dan preventif untuk mendorong deteksi dini kanker serviks.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, mengatakan bahwa kanker serviks merupakan salah satu ancaman serius bagi kesehatan perempuan Indonesia. Baginya, penyakit ini memiliki peluang untuk dicegah dan dideteksi sejak tahap awal melalui pemeriksaan yang tepat.

“BPJS Kesehatan berkomitmen menggeser paradigma pelayanan kesehatan, dari sekadar membiayai pengobatan menuju penguatan perlindungan melalui upaya promotif dan preventif. Per September 2026, sebanyak 16,7 juta peserta JKN telah melakukan SRK dan teridentifikasi berisiko mengalami kanker serviks,” ujar Abdi dalam kegiatan Gebyar Pap Smear JKN 2026, Kamis (29/10).

Menurutnya, angka tersebut menjadi pengingat pentingnya memastikan hasil skrining kesehatan tidak berhenti pada identifikasi risiko, tetapi dilanjutkan dengan pemeriksaan sesuai kebutuhan medis. Dalam Program JKN, pemeriksaan pap smear merupakan bagian dari Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) yang menjadi hak peserta berisiko tinggi berdasarkan hasil SRK.

“Dalam upaya menurunkan angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks di Indonesia, BPJS Kesehatan mengambil langkah strategis dengan mendorong optimalisasi skrining dan deteksi dini melalui metode pap smear. Optimalisasi pemeriksaan pap smear juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas penjaminan pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Hal ini sejalan dengan implementasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI. Abdi menambahkan, penyesuaian alur pelayanan diperlukan untuk mengantisipasi potensi duplikasi pemeriksaan maupun pembiayaan, sehingga pemanfaatan anggaran kesehatan melalui APBN dan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan dapat berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.

“Tindak lanjut hasil skrining membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. BPJS Kesehatan mendorong penguatan sinergi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dinas kesehatan, serta pemerintah daerah untuk meningkatkan pelaksanaan deteksi dini kanker serviks di masyarakat,” tegas Abdi.

Dalam upaya tersebut, bidan dan fasilitas kesehatan primer memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Selain memberikan pelayanan kesehatan, bidan juga berperan mengedukasi perempuan mengenai pentingnya pemeriksaan pap smear agar tidak ragu melakukan deteksi dini.

“Bidan bukan hanya pemeriksa, tetapi juga edukator yang mampu meyakinkan para ibu dan perempuan Indonesia agar tidak takut melakukan pemeriksaan pap smear. Dengan demikian, peserta JKN yang teridentifikasi berisiko kanker serviks dapat memperoleh tindak lanjut pemeriksaan secara tepat,” ujar Abdi.

baca juga

Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Murti Utami Andyanto, menegaskan bahwa keberhasilan upaya promotif dan preventif tidak cukup diukur dari luasnya cakupan skrining, tetapi juga dari efektivitas tindak lanjut dan manfaat yang diterima peserta. Menurutnya, hasil skrining perlu menjadi dasar bagi peserta untuk memperoleh pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhan.

“Edukasi secara masif perlu dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker serviks. Harapannya, dapat mendorong peserta untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi serta tidak mengabaikan hasil skrining yang menunjukkan adanya risiko penyakit,” ucap Ami.

Ami menambahkan, melalui skrining pap smear, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini kanker serviks. Selain bagian penting dari upaya meningkatkan kesehatan ibu, skrining pap smear merupakan upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk menjaga komitmen dalam meningkatkan kualitas JKN. Dengan demikian, dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta dan mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih sehat,” kata Ami.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bekasi, yang juga istri dari Bupati Kabupaten Bekasi, Nia Yuniawati Asep, mengatakan bahwa kader PKK memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran perempuan karena jejaringnya menjangkau masyarakat hingga tingkat Dasawisma.

“Tantangan terbesar dalam deteksi dini, seperti pemeriksaan pap smear atau IVA, sering kali bukan pada ketersediaan alat, melainkan pada kesadaran, rasa takut, dan stigma di kalangan perempuan itu sendiri. Melalui momentum Gebyar Pap Smear JKN 2026 ini, mari kita bersama-sama mengubah ketakutan menjadi kesadaran,” kata Nia.

Peran aktif kader PKK yang didukung oleh para bidan dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) sangat penting untuk mengedukasi para ibu di Kabupaten Bekasi. Tujuannya agar para ibu memanfaatkan layanan JKN untuk pemeriksaan kesehatan reproduksi secara berkala.

“Perempuan yang sehat adalah fondasi keluarga yang kuat dan bahagia. PKK Kabupaten Bekasi berkomitmen untuk terus menggerakkan masyarakat guna menyukseskan program deteksi dini demi mewujudkan perempuan Kabupaten Bekasi yang sehat dan produktif,” tutup Nia.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Cara Cek BPJS PBI Aktif atau Tidak Lewat HP, Praktis Tak Perlu ke Kantor

Cara Cek BPJS PBI Aktif atau Tidak Lewat HP, Praktis Tak Perlu ke Kantor

Tekno | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:52 WIB

Apakah Peserta BPJS Mandiri Kelas 3 Bisa Langsung Naik Kelas Perawatan ke VIP saat Rawat Inap?

Apakah Peserta BPJS Mandiri Kelas 3 Bisa Langsung Naik Kelas Perawatan ke VIP saat Rawat Inap?

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Viral Info BPJS Kesehatan Diganti Klinik Kopdes Merah Putih, Ini Fakta Sebenarnya

Viral Info BPJS Kesehatan Diganti Klinik Kopdes Merah Putih, Ini Fakta Sebenarnya

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Syarat Daftar BPJS Kesehatan Mandiri Lewat Mobile JKN

Syarat Daftar BPJS Kesehatan Mandiri Lewat Mobile JKN

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:11 WIB

Bagaimana Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak via WhatsApp?

Bagaimana Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak via WhatsApp?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:46 WIB

Terkini

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

Peringati Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Salurkan 5.000 Paket Sembako di Sulsel

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Kenapa Pembalut Kena Pajak? Ini Alasan Produk Menstruasi Dikenai PPN 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards

Fotografer Thailand Raih Gelar Southeast Asia Open di The 17th Epson International Pano Awards

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling

Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling

Kaltim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:22 WIB

Apa Fungsi dari BB Cream Emina? Intip Manfaat dan Pilihan Shade-nya

Apa Fungsi dari BB Cream Emina? Intip Manfaat dan Pilihan Shade-nya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:22 WIB

Media Singapura Ikut Bingung Minuman Kemasan Diduga Mengandung Sabun Beredar di Demo Bundaran HI

Media Singapura Ikut Bingung Minuman Kemasan Diduga Mengandung Sabun Beredar di Demo Bundaran HI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:20 WIB

KPK Umumkan Dedi Congor Tersangka Baru di Kasus Bea Cukai

KPK Umumkan Dedi Congor Tersangka Baru di Kasus Bea Cukai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan

Sempat Dihalangi Dampingi Puluhan Massa Aksi di Polda DIY, 34 Orang Akhirnya Dipulangkan

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:16 WIB

Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?

Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Konferensi Pers GJLS: Berapi-Api, Bawa Armada Damkar Asli & Wahana Bus Interaktif ke Epicentrum XXI

Konferensi Pers GJLS: Berapi-Api, Bawa Armada Damkar Asli & Wahana Bus Interaktif ke Epicentrum XXI

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:14 WIB

×