Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB
Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal
Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
baca 10 detik
  • Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan industri bihun dalam negeri menghadapi masalah mahalnya harga bahan baku beras pecah domestik.
  • Harga beras pecah di dalam negeri mencapai Rp11.000, sedangkan di pasar internasional hanya berkisar Rp5.700 hingga Rp6.000.
  • Kementerian Perindustrian berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mencari solusi agar industri memperoleh bahan baku lokal yang kompetitif.

Suara.com - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengungkapkan industri bihun dalam negeri menghadapi persoalan tingginya harga bahan baku beras pecah. Bahkan, harga beras pecah di pasar domestik disebut jauh lebih mahal dibandingkan harga di pasar internasional.

Sarmuji menyebut harga beras pecah di pasar internasional berada pada kisaran Rp5.700 hingga Rp6.000. Sementara itu, harga di dalam negeri bisa mencapai Rp11.000.

Kesenjangan harga tersebut membuat industri bihun memiliki pilihan untuk mengimpor bahan baku karena harganya lebih kompetitif.

"Misalkan pabrik-pabrik kita, pabrik bihun kita membutuhkan bahan baku beras pecah. Di dunia internasional, beras pecah itu 5.700 sampai 6.000, Pak Menteri. Tapi di dalam negeri harganya dipatok 11.000. Tentu ada gap yang sangat tinggi. Pilihannya kita impor. Kalau kita impor harganya dapat, harga untuk industri 5.700 sampai 6.000," ujar Sarmuji di acara Rapimnas Kadin, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Ilustrasi Beras (Unsplash/@deskijayantoro)
Ilustrasi Beras (Unsplash/@deskijayantoro)

Menurut Sarmuji, kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri karena Indonesia saat ini tengah mendorong swasembada pangan. Di sisi lain, stok beras pemerintah di gudang Perum Bulog juga sedang melimpah.

Iamenilai, akan menjadi ironi apabila industri dalam negeri justru harus mengimpor beras pecah ketika persediaan beras nasional sedang berlimpah.

"Tetapi akan lucu kalau kita impor sementara kita swasembada pangan, gudang-gudang Bulog kita penuh," jelasnya.

Sarmuji memperkirakan, melimpahnya stok beras Bulog berpotensi menimbulkan persoalan apabila tidak diimbangi dengan penyerapan yang memadai. Pasalnya, pasokan yang lebih besar dibandingkan permintaan dapat membuat beras menumpuk di gudang dan mengalami penurunan nilai.

"Karena penuhnya akan sangat mungkin beras Bulog itu menumpuk-menumpuk, karena sulit keluar, karena suplainya lebih tinggi daripada permintaannya, pasti suatu saat akan turun nilainya, dan bahkan bisa mendekati nol juga," tutur Sarmuji.

baca juga

Karena itu, Kementerian Perindustrian telah berkomunikasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk mencari solusi agar industri bisa memperoleh bahan baku beras pecah dari dalam negeri dengan harga kompetitif.

"Nanti kita komunikasikan, mudah-mudahan ada jalan keluar. Memang ada banyak problem, patokan harga, nanti BPK pemeriksaannya seperti apa, dan lain sebagainya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Kekurangan Gula Rafinasi, Industri Mamin RI Terancam Stop Produksi

Kekurangan Gula Rafinasi, Industri Mamin RI Terancam Stop Produksi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Terkini

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:26 WIB

OJK Ungkap Kelanjutan Kasus Gagal Bayar DSI

OJK Ungkap Kelanjutan Kasus Gagal Bayar DSI

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:16 WIB

JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda

JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Tayang 4 November, Intip Sinopsis Drakor Fantasi The Remarried Empress

Tayang 4 November, Intip Sinopsis Drakor Fantasi The Remarried Empress

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Tiga Pelanggaran dengan Denda Tilang Terbesar di Operasi Patuh Jaya 2026

Tiga Pelanggaran dengan Denda Tilang Terbesar di Operasi Patuh Jaya 2026

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:15 WIB

The Lament of Autumn: Drama Republik dalam Vibes Love Hate yang Bikin Baper

The Lament of Autumn: Drama Republik dalam Vibes Love Hate yang Bikin Baper

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T

Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:09 WIB

×