Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T

Dicky Prastya

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:09 WIB
Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T
Menteri Keuangan Suahasil Nazara di acara Pelantikan Pejabat Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Keuangan, Jumat (23/10/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia menghabiskan anggaran sekitar Rp 60 triliun untuk menangani berbagai bencana alam seperti banjir dan karhutla.
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan hal tersebut dalam acara Rapimnas Kadin 2026 di Jakarta pada Jumat, 30 Oktober 2026.
  • Kebutuhan penanganan bencana dan subsidi energi membuat proyeksi Belanja Negara APBN 2026 naik menjadi Rp 3.942 triliun.

Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengakui kalau Pemerintah sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 60 triliun untuk menangani bencana alam seperti Banjir Sumatra hingga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Menkeu Suahasil menyebut, tambahan dana ini membuat proyeksi Belanja Negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 naik menjadi Rp 3.942 triliun dari proyeksi sebelumnya sekitar Rp 3.842,7 triliun.

"Kenapa kita mesti naikkan? Karena kebutuhan belanjanya meningkat pesat. 3.843 (triliun rupiah) tadinya kita bayangkan, sekarang belanjanya menjadi 3.942 (triliun rupiah)," katanya dalam Rapimnas Kadin 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Bendahara Negara menjelaskan kalau pembengkakan anggaran Belanja Negara ini terjadi akibat beberapa faktor yang tidak pernah diprediksi. Mulai dari bencana Banjir Sumatra hingga Karhutla di sejumlah wilayah.

"Ada unprecedented event yang kita enggak pernah bayangkan, kita enggak pernah rencanakan, kita tidak pernah anggarkan. Namanya bencana alam. Bencana alam sampai dengan saat ini, dari sejak bencana alam di Sumatera bagian utara, lalu ke beberapa tempat lain, termasuk Karhutla yang kita harus tangani saat ini, paling tidak sudah menyerap tambahan anggaran sekitar Rp 60 triliun sendiri," beber dia.

Selain itu, Suahasil menyebut Belanja Negara meningkat karena kenaikan subsidi dan kompensasi energi dalam bentuk Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.

Ia mengemukakan kalau melonjaknya anggaran Belanja Negara ini dilakukan agar perekonomian Indonesia terus berjalan.

"Dalam jangka pendek, kita melihat bahwa ini diperlukan menahan harga supaya gerak ekonomi masih tetap bisa berjalan. Karena itu belanja meningkat," imbuhnya.

Suahasil lalu menjelaskan kalau Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memiliki opsi seperti menaikkan penerimaan negara atau mengkombinasikan realokasi anggaran dari yang sudah ditentukan sejak awal.

baca juga

Dari outlook Belanja Negara sebesar Rp 3.843 triliun di APBN 2026, Suahasil mengaku sudah mengutak-atik anggaran hingga Rp 200 triliun. Namun secara keseluruhan, Belanja Negara naik sekitar Rp 300 triliun.

"Di dalam skala belanja Rp 3.843 (triliun) itu mungkin sekarang sudah hampir Rp 200 triliun yang kita geser-geser, tapi kemudian keseluruhannya belanjanya naik kira-kira Rp 300 triliun. Ini yang harus kami setel di dalam mengelola APBN tersebut," timpal dia.

Lebih lanjut Suahasil mengakui apabila Belanja Negara meningkat, maka itu berdampak juga pada penerimaan negara yang dibayar oleh masyarakat maupun pelaku usaha.

Namun dia mengklaim kalau meningkatnya penerimaan negara itu sebanding dengan apa yang sudah dilakukan Pemerintah untuk menangani bencana alam, perlindungan sosial, layanan publik, hingga infrastruktur.

"Saya ingin menyampaikan sedikit kalau pendapatan yang meningkat, ya pasti yang bayar adalah perekonomian Indonesia, yang membayar adalah rumah tangga, yang membayar adalah dunia usaha. Tetapi ketika dia dibayarkan untuk sesuatu yang kita keluarkan untuk bencana alam, untuk perlindungan sosial, untuk layanan publik, untuk infrastruktur, seharusnya sih justifiable," jelas Suahasil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OMC Tekan Hotspot Karhutla Papua Selatan dari 1.169 Jadi 65 Titik

OMC Tekan Hotspot Karhutla Papua Selatan dari 1.169 Jadi 65 Titik

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:42 WIB

356 Perusahaan Diperiksa soal Karhutla, Jumhur Ancam Cabut Izin Korporasi Nakal!

356 Perusahaan Diperiksa soal Karhutla, Jumhur Ancam Cabut Izin Korporasi Nakal!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:24 WIB

Hashim Sebut Petugas Pajak & Bea Cukai Lemah, RI Seharusnya Surplus Anggaran Rp 900 T

Hashim Sebut Petugas Pajak & Bea Cukai Lemah, RI Seharusnya Surplus Anggaran Rp 900 T

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:37 WIB

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:22 WIB

Terkini

Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T

Suahasil Akui APBN Habis RP 60 T buat Banjir Sumatra & Karhutla, Belanja Negara Naik ke Rp 3.942 T

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:09 WIB

Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia

Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:06 WIB

Kepala BGN Sudaryono Curhat Didemo Setiap Hari: Senin - Jumat Kok Nggak Ada yang Dukung MBG?

Kepala BGN Sudaryono Curhat Didemo Setiap Hari: Senin - Jumat Kok Nggak Ada yang Dukung MBG?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:01 WIB

4 Milky Toner Korea Bikin Wajah Auto Kenyal, Terhidrasi, dan Cerah Seketika

4 Milky Toner Korea Bikin Wajah Auto Kenyal, Terhidrasi, dan Cerah Seketika

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:52 WIB

Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi

Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Kejutkan Penggemar, tvN Angkat Suara Atas Isu Perilisan Signal 2 Tahun Ini

Kejutkan Penggemar, tvN Angkat Suara Atas Isu Perilisan Signal 2 Tahun Ini

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?

Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:49 WIB

5 Rekomendasi Sampo untuk Rambut Kering dan Mengembang agar Lembut dan Mudah Diatur

5 Rekomendasi Sampo untuk Rambut Kering dan Mengembang agar Lembut dan Mudah Diatur

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Bikin Deg-degan! Jisoo Terjerat Pesona Cinta Mematikan di Lagu Addicted

Bikin Deg-degan! Jisoo Terjerat Pesona Cinta Mematikan di Lagu Addicted

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon

Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon

Bekaci | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:39 WIB

×