Zero ODOL Mulai Januari 2027 Terancam Tak Tercapai, Akademisi Ungkap Masalahnya

Galih Prasetyo, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 01 November 2026 | 18:04 WIB
Zero ODOL Mulai Januari 2027 Terancam Tak Tercapai, Akademisi Ungkap Masalahnya
Ilustrasi truk tambang lintasi jalan umum. [Ist]
baca 10 detik
  • Pemerintah menghadapi ancaman kegagalan total dalam menerapkan kebijakan Zero ODOL pada Januari 2027 mendatang.
  • Keterbatasan anggaran serta kebijakan efisiensi belanja negara menjadi kendala utama dalam merealisasikan program tersebut.
  • Akademisi Djoko Setijowarno menyatakan sembilan aksi penanganan memerlukan alokasi dana memadai dalam APBN 2027.

Suara.com - Target pemerintah menerapkan kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) pada Januari 2027 terancam tidak berjalan sepenuhnya.

Keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi belanja pemerintah menjadi sejumlah tantangan dalam merealisasikan penertiban kendaraan angkutan barang dengan dimensi dan muatan berlebih tersebut.

Akademisi Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, menilai persiapan pemerintah masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam memastikan pendanaan untuk menjalankan program lintas kementerian dan lembaga.

"Rencana pemerintah menetapkan target Zero over dimension over loading (ODOL) pada Januari 2027 tampaknya belum dapat terlaksana sepenuhnya," ujar Djoko kepada wartawan, Minggu (1/11/2026).

Ilustrasi truk sumbu tiga dan kendaraan angkutan barang. (ChatGPT)
Ilustrasi truk sumbu tiga dan kendaraan angkutan barang. (ChatGPT)

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan sebenarnya telah merumuskan sembilan aksi dengan 45 keluaran (output) berdasarkan masukan dari sejumlah kementerian, lembaga, asosiasi, dan kelompok masyarakat.

Namun, pelaksanaan seluruh agenda tersebut membutuhkan dukungan anggaran yang memadai. Setiap kementerian dan lembaga terkait harus mengalokasikan dana untuk menjalankan program penanganan ODOL pada 2027.

"Kesembilan aksi tersebut memerlukan ketersediaan anggaran yang memadai, yang harus dialokasikan dalam APBN 2027 di setiap kementerian dan lembaga terkait," ungkapnya.

Djoko juga menyoroti masa persiapan menjelang pemberlakuan kebijakan tersebut yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Sementara itu, pemerintah masih menjalankan kebijakan efisiensi anggaran hingga akhir 2026.

Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu persiapan berbagai program yang diperlukan untuk mencapai target Zero ODOL. Dengan demikian, pemerintah perlu memastikan kesiapan pendanaan sebelum kebijakan tersebut diberlakukan.

baca juga

"Di sisi lain, kebijakan efisiensi anggaran yang masih dilakukan pemerintah hingga akhir tahun ini dipastikan akan mengganggu proses menuju tercapainya target Zero ODOL Januari 2027," tuturnya.

Adapun sembilan aksi yang telah dirumuskan pemerintah mencakup integrasi pendataan angkutan barang menggunakan sistem elektronik, pengawasan dan penindakan kendaraan, serta penetapan dan pengaturan kelas jalan provinsi maupun kabupaten/kota.

Agenda lainnya meliputi peningkatan daya saing distribusi logistik melalui angkutan multimoda, pemberian insentif dan disinsentif bagi perusahaan angkutan barang serta pengelola kawasan industri, hingga kajian dampak kebijakan Zero ODOL terhadap perekonomian, biaya logistik, dan inflasi.

Selain itu, pemerintah merencanakan penguatan aspek ketenagakerjaan, deregulasi dan harmonisasi peraturan, serta pembentukan Komite Percepatan Pengembangan Konektivitas Nasional (KP2KN).

Sebagai langkah awal, Djoko mendorong pengawasan kendaraan angkutan barang dimulai dari kawasan industri. Salah satunya melalui penyediaan fasilitas penimbangan kendaraan sebelum truk keluar dari kawasan untuk mengirimkan barang.

"Langkah awal tersebut setidaknya dapat dimulai dengan menyediakan jembatan penimbangan di sejumlah kawasan industri yang berpotensi memberangkatkan kendaraan dengan muatan berlebih," punglasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:00 WIB

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Harapan Warga Muara Angke: Tolong Segera Bangun Tanggul Penahan Banjir Rob!

Harapan Warga Muara Angke: Tolong Segera Bangun Tanggul Penahan Banjir Rob!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:03 WIB

Terkini

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Ijazah Palsu, Budi Arie Beberkan Persiapan Ayah Gibran

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Ijazah Palsu, Budi Arie Beberkan Persiapan Ayah Gibran

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:00 WIB

Ini Cara Minum Dirty Latte Si Kopi yang Lagi Viral, Jangan Asal Aduk!

Ini Cara Minum Dirty Latte Si Kopi yang Lagi Viral, Jangan Asal Aduk!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 17:59 WIB

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:54 WIB

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:50 WIB

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:35 WIB

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:28 WIB

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:22 WIB

×