- Produksi lebih dari 57 serial lokal melibatkan lebih dari 10.000 kru dan talenta kreatif Indonesia.
- Industri serial menggerakkan berbagai sektor pendukung, mulai dari transportasi, akomodasi, katering, penyewaan lokasi, tata busana, hingga UMKM.
- Investasi konten lokal dan jaringan distribusi yang luas memperkuat daya saing karya Indonesia agar mampu menjangkau pasar global.
Suara.com - Investasi dalam produksi konten lokal dinilai menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia. Selain menghadirkan tayangan hiburan, aktivitas produksi serial juga membuka lapangan kerja bagi ribuan pekerja kreatif dan menggerakkan berbagai sektor usaha pendukung.
Hal ini terlihat dari kontribusi WeTV Indonesia selama enam tahun beroperasi di Tanah Air. Platform hiburan digital tersebut telah memproduksi lebih dari 57 serial original lokal dengan melibatkan lebih dari 10.000 kru dan talenta kreatif Indonesia.
Setiap produksi serial melibatkan rantai industri yang cukup panjang, mulai dari penulis, sutradara, aktor, kru produksi dan pascaproduksi, hingga sektor pendukung seperti penyewaan lokasi, transportasi, akomodasi, katering, tata busana, serta berbagai layanan kreatif lainnya.
Aktivitas tersebut menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian, mulai dari membuka kesempatan kerja hingga mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Country Head WeTV Indonesia, Febriamy Hutapea, mengatakan investasi dalam konten lokal bukan hanya bertujuan menghadirkan tayangan berkualitas, tetapi juga membangun industri kreatif yang berkelanjutan.
"Investasi dalam konten lokal bukan hanya tentang menghadirkan tayangan berkualitas, tetapi juga tentang membangun industri yang berkelanjutan. Setiap produksi melibatkan begitu banyak talenta, pekerja kreatif, dan sektor pendukung yang turut merasakan dampak ekonominya. Inilah kontribusi yang ingin terus kami dorong, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi cerita dan talenta Indonesia untuk berkembang," ujar Febriamy seperti dikutip, Selasa (3/11/2026)
Menurutnya, pengembangan industri konten lokal juga perlu didukung oleh penguatan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) yang memiliki potensi menjangkau audiens lebih luas, termasuk pasar internasional.
Melalui kolaborasi dengan rumah produksi dan kreator Indonesia, WeTV berupaya menghadirkan cerita yang relevan dengan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing konten Indonesia di industri hiburan digital.
Upaya tersebut sejalan dengan kerja sama Tencent dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam ajang World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta pada 21 Oktober 2026.
Kerja sama tersebut menjadi langkah bersama untuk mendukung pengembangan industri kreatif dan digital Indonesia.
Selain investasi produksi, perluasan distribusi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi kreatif. WeTV telah membangun lebih dari 50 kanal distribusi melalui kemitraan dengan perusahaan telekomunikasi, penyedia layanan internet, e-commerce, dan layanan pembayaran.
Jaringan tersebut membantu memperluas akses masyarakat terhadap konten lokal, termasuk penonton di luar kota-kota besar. Melalui platform WeTV dan jaringan Tencent, karya kreatif Indonesia juga memiliki peluang untuk diperkenalkan kepada audiens global.
"Ke depan, kami ingin terus menghadirkan cerita lokal yang kuat, membuka lebih banyak peluang bagi talenta kreatif, dan mendorong IP Indonesia untuk menjangkau pasar global. Kami percaya kolaborasi yang semakin erat antara pelaku industri, platform digital, dan pemerintah akan menjadi kunci untuk memperkuat daya saing industri kreatif Indonesia," pungkas Febriamy.