- CFX belum dapat memastikan apakah investor yang sebelumnya bertransaksi di pasar saham beralih ke kripto karena data profil nasabah masih dikelola masing-masing pedagang.
- Sejumlah pedagang menyediakan produk efek dan kripto dalam satu aplikasi sehingga investor lebih mudah masuk ke pasar aset digital.
- Pasar kripto memiliki beragam karakter, mulai dari stablecoin hingga meme coin yang volatil. Investor memilih instrumen sesuai dengan risk appetite masing-masing.
Suara.com - Pasar modal dalam negeri memang tidak baik-baik saja. Banyak investor yang mulai mengalihkan investasi ke instrumen lain, seperti aset kripto.
Lantas, apakah benar ada peralihan investor dari pasar saham ke kripto?
Direktur Bursa Aset Kripto PT Central Financial X (CFX), Subani, mengatakan sejumlah pedagang aset keuangan digital saat ini memiliki aplikasi yang tidak hanya menawarkan produk kripto, tetapi juga produk efek atau saham.
Kondisi tersebut memungkinkan investor mengakses dua instrumen investasi melalui satu platform. Namun, Subani menegaskan belum ada data yang dapat memastikan apakah investor yang sebelumnya bertransaksi di pasar saham benar-benar berpindah ke pasar kripto.
![Ilustrasi Kripto. [Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/03/70274-ilustrasi-kripto.jpg)
"Jadi kalau spesifik apakah dari investor yang main di CFX pindah ke crypto tentu kita tidak punya data itu. Karena data profil nasabah itu masih ada di pedagang. Karena yang mereka on boardnya kan di pedagang," ujarnya dalam Executive Talk bersama Suara.com yang dikutip Selasa, (3/11/2026).
Menurut Subani, data mengenai profil dan aktivitas nasabah masih berada di masing-masing pedagang aset keuangan digital. Karena itu, CFX belum dapat memastikan adanya perpindahan investor dari pasar saham ke perdagangan kripto.
Meski demikian, Subani melihat adanya peluang bagi investor untuk mencoba instrumen kripto seiring semakin mudahnya akses melalui aplikasi yang juga menyediakan layanan investasi saham.
"Namun kalau kita melihat dari ada beberapa pedagang yang mempunyai aplikasinya bisa menawarkan produk efek walaupun juga produk crypto," katanya.
Subani menjelaskan, keputusan investor untuk memilih instrumen investasi tidak hanya ditentukan oleh kemudahan akses, tetapi juga karakter risiko dan hasil investasi yang diperoleh.
Menurut dia, baik pasar saham maupun kripto memiliki instrumen dengan tingkat volatilitas yang berbeda. Dengan demikian, investor perlu menyesuaikan pilihan aset dengan profil risiko atau risk appetite masing-masing.
Di pasar kripto, misalnya, terdapat stablecoin yang memiliki karakter berbeda dibandingkan meme coin yang cenderung lebih volatil.
"Di kripto pun juga begitu kita ada yang stable coin atau meme coin yang cukup volatile. Nah ini juga masing-masing punya karakter investor sendiri," jelasnya.
Subani menambahkan, kemudahan transaksi melalui satu aplikasi dapat membantu investor yang sebelumnya berinvestasi di pasar saham untuk mengenal dan mencoba perdagangan aset kripto.
"Jadi bila itu cocok dengan risk appetite mereka, mereka biasanya apalagi dimudahkan dengan ibaratnya brokernya di tempat saham bisa beli crypto. Saya rasa sih ini cukup memudahkan mereka untuk masuk ke dunia crypto," pungkasnya.