- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka melemah 0,96 persen ke level 4.856 pada awal perdagangan Rabu, 4 November 2026.
- Tren bearish mendominasi pergerakan IHSG akibat tekanan sentimen global serta penembusan level support psikologis sebelumnya.
- BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan potensi technical rebound dengan level support baru berada di kisaran 4.830 hingga 4.761.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin terpuruk pada awal perdagangan, Rabu, 4 November 2026. IHSG dibuka melemah 0,96 persen eke level 4.856.
Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.08 WIB, IHSG terus melemah 1,39 persen ke level 4.836.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 3,69 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp1,22 triliun serta frekuensi sebesar 149.800 kali.
Di waktu itu, terdapat 98 saham menghijau, sedangkan, 549 saham merosot. Sisanya, 316 saham masih belum bergerak alias stagnan.
![Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/16/26545-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-saham-bursa-efek.jpg)
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- MKNT
- AIMS
- TMPO
- YUPI
- LIVE
Top Loser
- MGLV
- PACK
- IDEA
- LUCY
- NINE
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan Rabu. Kondisi teknikal menunjukkan tren bearish masih dominan setelah indeks menembus level psikologis 5.000 dan meninggalkan area support 4.962.
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas,
Sentimen MSCI menjelang pelaksanaan Index Review pada 11–12 November 2026 juga menjadi salah satu sumber kekhawatiran pasar. Investor mencermati potensi perubahan bobot saham yang dapat memengaruhi aliran dana asing ke pasar domestik.
Di sisi lain, terdapat sejumlah sentimen penyeimbang, yakni inflasi Oktober yang melandai menjadi 3,23 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dan surplus perdagangan September sebesar 3,36 miliar dolar AS. Namun, kedua sentimen tersebut belum cukup meredam tekanan di pasar saham.
Memasuki perdagangan Rabu, perhatian investor akan tertuju pada perkembangan sentimen global, terutama hasil Pemilu Sela Amerika Serikat (AS). Hasil pemilu tersebut berpotensi memengaruhi arah kebijakan pemerintahan Donald Trump dan sentimen risiko di pasar keuangan.
Selain itu, pergerakan harga minyak dunia juga perlu dicermati. Harga minyak Brent sempat turun lebih dari 7 persen sebelum kembali naik ke kisaran 105 dolar AS per barel menyusul laporan eskalasi konflik di kawasan Teluk.
Pasar juga menantikan rilis sejumlah data tenaga kerja dan aktivitas ekonomi AS sepanjang pekan ini.
Dari sisi teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG telah mengalami breakdown setelah menembus support 4.962. Indeks juga membentuk bearish candle dengan posisi penutupan mendekati level terendah harian.