- Nilai tukar rupiah menguat 45 poin ke level Rp18.115 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 4 November 2026.
- Penguatan rupiah dipicu oleh penurunan indeks dolar Amerika Serikat serta merosotnya harga minyak dunia akibat sentimen eksternal.
- Analis memproyeksikan penguatan rupiah akan tetap terbatas karena tertekan oleh kondisi pasar ekuitas domestik yang masih lemah.
Suara.com - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awl perdagangan Rabu, 4 November 2026. Mata uang Garuda menguat di tengah pelemahan indeks dolar AS dan penurunan harga minyak dunia.
Mengacu pada data Bloomberg, rupiah menguat 45 poin atau 0,25 persen ke level Rp18.115 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.160 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan penguatan rupiah dipengaruhi sentimen eksternal, terutama pelemahan dolar AS dan harga minyak mentah dunia.
"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS di tengah penurunan harga minyak mentah dunia oleh harapan damai di Timur Tengah, dan penurunan pada indeks dolar AS oleh antisipasi hasil pemilu paruh waktu di AS," ujarnya saat dihubungi Suara.com.
![Nilai tukar rupiah melemah pada Selasa (5/5/2026), ketika BPS baru saja mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/05/18050-rupiah.jpg)
Meski demikian, Lukman memproyeksikan penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas. Pasalnya, kondisi pasar ekuitas domestik yang masih lemah berpotensi memberikan tekanan terhadap pergerakan mata uang Garuda hingga penutupan perdagangan.
"Penguatan diperkirakan terbatas di tengah sentimen yang masih lemah di pasar ekuitas domestik. Range Rp18.050 sampai Rp18.200," jelasnya.
Mayoritas Mata Uang Asia Menguat
Sementara itu, mayoritas mata uang Asia juga bergerak menguat terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini.
Yen Jepang mencatat penguatan terbesar sebesar 0,65 persen. Disusul won Korea Selatan yang menguat 0,53 persen dan baht Thailand naik 0,19 persen.
Selanjutnya, dolar Singapura menguat 0,16 persen dan ringgit Malaysia naik 0,13 persen. Dolar Hong Kong turut menguat 0,02 persen, sedangkan peso Filipina naik tipis 0,003 persen.
Di sisi lain, yuan China dan dolar Taiwan justru melemah terhadap dolar AS. Masing-masing tercatat turun 0,11 persen dan 0,13 persen.