- Nilai tukar rupiah melemah tipis ke level Rp18.160 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, 3 November 2026.
- Pelemahan tersebut disebabkan oleh tingginya arus modal keluar serta sikap hati-hati investor menghadapi pemilu legislatif Amerika Serikat.
- Penurunan rupiah tidak semakin dalam karena tertahan oleh sentimen positif dari harapan perdamaian di Timur Tengah.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih memerah hingga akhir perdagangan, Selasa, 3 November 2026. Mata Uang Garuda padahal sempat alami penguatan di awal perdagangan.
Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp18.160 per dolar AS, melemah sebesar 4 poin atau 0,04 persen.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan pelemahan rupiah ini disebabkan masih tingginya arus modal asing yang keluar hingga pemilu legislatif di Amerika Serikat.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS tertekan oleh sentimen risk off yang memburuk di pasar ekuitas domestik. Investor juga masih hati-hati dan cenderung menghindari aset beresiko oleh antisipasi data-data ekonomi dan pemilu legislatif paruh waktu AS," ujarnya saat dihubungi Suara.com.
![Bank Indonesia memastikan cadangan devisa sebesar USD 114 miliar cukup untuk intervensi guna menstabilkan nilai tukar rupiah. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/18/94437-dolar-rupiah.jpg)
Namun, Lukman menilai, pelemahan rupiah tidak lebih dalam, karena adanya kabar bahwa ada perdamaian perang di Timur Tengah.
"Harapan pada pembicaraan perdamaian di timur tengah dan harga minyak dunia yang turun membatasi perlemahan yang lebih besar bisa menguatkan rupiah," imbuhnya.
Sementara itu, mata uang di Asia bergerak bervariasi. Di mana, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ditutup anjlok 0,67 persen pada hari ini.
Selanjutnya, ada yuan China ambles 0,39 persen dan dolar Singapura yang tertekan 0,11 persen. Disusul, ringgit Malaysia tergelincir 0,1 persen.Kemudian, baht Thailand terlihat turun 0,03 persen terhadap the greenback pada hari ini.
Sedangkan, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,27 persen. Diikuti, peso Filipina yang ditutup naik 0,22 persen.
Berikutnya, rupee India terkerek 0,17 persen dan yen Jepang menanjak 0,05 persen Lalu dolar Hong Kong menguat tipis 0,02 persen.