Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB
Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (29/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan nilai tukar rupiah melemah ke level Rp18.145 per dolar AS pada 2 November 2026.
  • Pelemahan rupiah tersebut disebabkan oleh konflik geopolitik Timur Tengah, pengetatan moneter AS, serta sentimen negatif investor global terhadap negara berkembang.
  • Bank Indonesia memastikan cadangan devisa akhir September 2026 mencapai USD146,3 miliar guna menjaga stabilitas ekonomi nasional dan meredam ketidakpastian.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) secara terbuka mengakui bahwa pergerakan nilai tukar rupiah kembali menghadapi tekanan yang cukup berat pada fase awal November 2026.

Kondisi pasar valuta asing saat ini berbanding terbalik dengan optimisme pasar pada beberapa waktu lalu, di mana mata uang Garuda sempat mencatatkan tren penguatan yang cukup signifikan pada periode awal hingga pertengahan September 2026. Fluktuasi nilai tukar ini menjadi sorotan penting bagi para pelaku usaha dan investor di kota-kota besar yang sangat bergantung pada stabilitas harga bahan baku impor dan daya beli masyarakat.

Gubernur BI Destry Damayanti memaparkan dinamika yang terjadi di pasar uang domestik. Ia menyebutkan bahwa tren penguatan rupiah yang sempat dinikmati pada bulan September perlahan tergerus oleh kuatnya arus sentimen negatif.

Memasuki perdagangan pada tanggal 2 November 2026, nilai tukar mata uang RI ini terpaksa melemah sebesar minus 0,11 persen, yang membawanya terperosok ke level Rp18.145 per dolar AS jika dikomparasikan dengan posisi penutupan pasar pada akhir Oktober 2026. Pelemahan ini secara fundamental didorong oleh kombinasi sentimen global dan dinamika domestik yang terus menekan posisi tawar rupiah.

Dalam paparannya pada agenda Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada hari Rabu (4/11/2026), Destry menguraikan tiga faktor eksternal utama yang menjadi biang kerok terkoreksinya mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Pelemahan ini dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter AS, serta sentimen investor global terhadap aset negara berkembang,"

Memanasnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah secara langsung memicu ketidakpastian di pasar finansial global. Kondisi ini mendorong para investor institusional raksasa untuk memindahkan aset mereka ke instrumen pelindung nilai (safe haven), yang dalam hal ini adalah dolar AS, sehingga permintaan terhadap greenback melonjak tajam.

Di sisi lain, sikap bank sentral Amerika Serikat yang terus mempertahankan kebijakan moneter ketat semakin menyempitkan selisih imbal hasil, yang pada akhirnya membuat aset di negara berkembang menjadi kurang atraktif untuk sementara waktu.

Kendati nilai tukar sedang mengalami tekanan depresiasi, bank sentral memastikan bahwa benteng pertahanan ekonomi nasional masih sangat solid. Destry menekankan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia pada penutupan kuartal ketiga, tepatnya akhir September 2026, tetap berada dalam kondisi yang sangat kuat untuk mengintervensi pasar jika diperlukan.

baca juga

" Cadangan devisa Indonesia sebesar USD146,3 miliar, setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah serta jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,"

Kapasitas cadangan devisa yang sangat mumpuni ini memberikan ruang gerak yang luas bagi otoritas moneter untuk melakukan stabilisasi nilai tukar di pasar spot maupun Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Angka ketersediaan devisa tersebut secara empiris terbukti mampu meredam efek kejut (shock absorber) dari ketidakpastian ekonomi global, sekaligus memberikan jaminan bagi para pelaku industri bahwa ketersediaan likuiditas valas di dalam negeri tetap terjaga.

Bergeser pada indikator aliran modal, laporan otoritas moneter menunjukkan adanya dinamika pergerakan investasi portofolio asing yang cukup fluktuatif.

Sepanjang triwulan III tahun 2026, pasar keuangan domestik mencatatkan arus modal keluar bersih (net outflows) yang terbilang minor, yakni sebesar USD0,08 miliar. Keluarnya dana asing pada periode tersebut sebagian besar didorong oleh aksi pelepasan portofolio di pasar saham oleh para investor non-residen.

Namun, angin segar mulai berembus memasuki triwulan IV 2026. Berdasarkan data pemantauan hingga 23 Oktober 2026, arus modal asing terpantau mulai membaik dan berbalik arah dengan mencatatkan aliran masuk bersih (net inflows) sebesar USD0,04 miliar.

Kembalinya kepercayaan investor asing ini ditopang kuat oleh tingginya minat investasi pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang menawarkan imbal hasil kompetitif. Berkat perbaikan sentimen di instrumen pendapatan tetap tersebut, akumulasi aliran investasi portofolio asing secara keseluruhan masih mencatatkan rapor hijau dengan net inflows sebesar USD13,23 miliar yang terhitung sejak bulan Januari hingga 23 Oktober 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Modal Asing Masih Kabur, Rupiah Ditutup Ambruk ke Level Rp18.160/USD

Modal Asing Masih Kabur, Rupiah Ditutup Ambruk ke Level Rp18.160/USD

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 16:17 WIB

Indonesia Tak Baik-baik Saja, Viral Ramai-ramai Rakyat Keluhkan Harga Mi Instan Naik

Indonesia Tak Baik-baik Saja, Viral Ramai-ramai Rakyat Keluhkan Harga Mi Instan Naik

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:26 WIB

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Analis Malah Waspada

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Analis Malah Waspada

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 10:04 WIB

Investor Kabur, Rupiah Makin Loyo di Awal November

Investor Kabur, Rupiah Makin Loyo di Awal November

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:56 WIB

BPS Ungkap Petani Makin Sejahtera di Oktober 2026, Nelayan Beda Nasib

BPS Ungkap Petani Makin Sejahtera di Oktober 2026, Nelayan Beda Nasib

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 16:38 WIB

Mata Uang Utama Dunia Kritis, Investor Global Alihkan Fokus

Mata Uang Utama Dunia Kritis, Investor Global Alihkan Fokus

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 10:43 WIB

Terkini

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:45 WIB

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:32 WIB

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 07:28 WIB

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest  di Solo Tetap Digelar

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest di Solo Tetap Digelar

Surakarta | Rabu, 04 November 2026 | 07:26 WIB

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 07:23 WIB

Ketika Buzzer Lebih Sibuk Membela Pemerintah daripada Memahami Gizi

Ketika Buzzer Lebih Sibuk Membela Pemerintah daripada Memahami Gizi

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:20 WIB

5 Maskara yang Bikin Bulu Mata Terlihat Panjang, Tidak Perlu Eyelash Extension

5 Maskara yang Bikin Bulu Mata Terlihat Panjang, Tidak Perlu Eyelash Extension

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 07:15 WIB

Kasus ISPA Batam Melonjak Akibat Kabut Asap, Anak dan Lansia Paling Rentan

Kasus ISPA Batam Melonjak Akibat Kabut Asap, Anak dan Lansia Paling Rentan

Batam | Rabu, 04 November 2026 | 07:10 WIB

×