Sekuritas Terafiliasi Pandu Sjahrir Setop Transaksi, Nasabah Tak Bisa Jual-Beli Saham

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 04 November 2026 | 12:17 WIB
Sekuritas Terafiliasi Pandu Sjahrir Setop Transaksi, Nasabah Tak Bisa Jual-Beli Saham
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Supra Sekuritas menghentikan sementara transaksi saham sejak 2 November 2026.
  • Penghentian layanan dipicu penyesuaian fungsi direksi yang menunggu persetujuan OJK.
  • Perseroan memastikan dana dan efek nasabah tetap tercatat terpisah dari aset perusahaan.

Suara.com - Aktivitas transaksi saham di PT Supra Sekuritas Indonesia untuk sementara waktu terhenti. Perusahaan sekuritas yang memiliki keterkaitan dengan investor sekaligus pejabat Danantara, Pandu Sjahrir, itu menghentikan layanan jual beli efek sejak Senin (2/11/2026).

Penghentian tersebut membuat nasabah untuk sementara tidak dapat melakukan transaksi melalui perusahaan sekuritas tersebut. Kebijakan ini diambil di tengah penyesuaian fungsi direksi perseroan yang masih membutuhkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berdasarkan tangkapan layar email perusahaan yang beredar, Rabu (4/11/2026), Supra Sekuritas menyampaikan penghentian layanan dilakukan sampai persetujuan OJK atas penyesuaian fungsi direksi diperoleh dan terdapat pemberitahuan lebih lanjut dari perseroan.

"Sehubungan dengan adanya penyesuaian fungsi Direksi PT Supra Sekuritas Indonesia dan sesuai dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bersama ini kami informasikan bahwa Perseroan untuk sementara waktu menghentikan layanan transaksi jual beli efek," demikian bunyi pemberitahuan tersebut.

Situasi ini menjadi perhatian karena penghentian operasional layanan transaksi dapat membatasi ruang gerak nasabah dalam merespons perubahan harga saham di tengah volatilitas pasar modal. Nasabah tidak bisa leluasa melakukan pembelian maupun melepas saham melalui perusahaan sekuritas tersebut selama penghentian berlangsung.

Meski demikian, Supra Sekuritas menegaskan penghentian layanan bukan disebabkan persoalan kondisi keuangan perusahaan maupun Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD).

Perseroan juga memastikan tidak ada permasalahan terhadap rekening individual nasabah. Dana dan efek milik nasabah disebut tetap tercatat atas nama masing-masing pemilik dalam Rekening Dana Nasabah (RDN) dan subrekening efek di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sehingga terpisah dari aset perusahaan.

"Tidak ada permasalahan atas kondisi rekening individu Nasabah. Serta untuk status Dana dan efek Bapak/Ibu tetap tercatat atas nama masing-masing nasabah di Rekening Dana Nasabah dan sub-rekening efek di KSEI, terpisah dari aset Perseroan," ungkap perusahaan.

Sebelumnya, Supra Sekuritas juga menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai keterkaitan kepemilikan Pandu Sjahrir di perusahaan tersebut. Pandu diketahui memiliki kepemilikan tidak langsung sebesar 27,5% melalui PT Asha Artha Sehati.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Semakin Terpuruk Rabu Pagi ke Level 4.800

IHSG Semakin Terpuruk Rabu Pagi ke Level 4.800

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:20 WIB

Danantara Siap-siap 'Akusisi', Menkeu Tanggapi Isu Kemenkeu Jadi Pemilik Saham BEI

Danantara Siap-siap 'Akusisi', Menkeu Tanggapi Isu Kemenkeu Jadi Pemilik Saham BEI

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 20:00 WIB

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:10 WIB

Terkini

Sekuritas Terafiliasi Pandu Sjahrir Setop Transaksi, Nasabah Tak Bisa Jual-Beli Saham

Sekuritas Terafiliasi Pandu Sjahrir Setop Transaksi, Nasabah Tak Bisa Jual-Beli Saham

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:17 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Berlangsung Selama November 2026, Ini Kemudahan yang Diberikan

Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Berlangsung Selama November 2026, Ini Kemudahan yang Diberikan

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:15 WIB

Persija Gagal Kalahkan PSMS, Asisten Shin Tae-yong Akui Anak Asuhnya Kewalahan

Persija Gagal Kalahkan PSMS, Asisten Shin Tae-yong Akui Anak Asuhnya Kewalahan

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 12:12 WIB

Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja

Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:10 WIB

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:09 WIB

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:06 WIB

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:05 WIB

BYD Kalahkan Dominasi Merek Jepang di Kalangan Gen Z

BYD Kalahkan Dominasi Merek Jepang di Kalangan Gen Z

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 12:05 WIB

×