Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi 5,2-5,4% Q3 2026, Namun Tekanan Baru Terasa di Akhir Tahun

Dicky Prastya

Rabu, 04 November 2026 | 16:44 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi 5,2-5,4% Q3 2026, Namun Tekanan Baru Terasa di Akhir Tahun
Ilustrasi ekonomi. Foto: Para pekerja beraktivitas saat jam pulang kerja di kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (10/8/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Prasasti memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III 2026 mencapai 5,2 persen akibat kuatnya daya beli dan ekspor manufaktur.
  • Tekanan ekonomi total akibat lonjakan harga minyak dan El Nino diprediksi baru akan menghantam keras pada kuartal IV 2026.
  • Pemerintah menghadapi ruang kebijakan yang semakin sempit karena beban subsidi energi meningkat dan defisit APBN mendekati batas tiga persen.

Suara.com - Ekonom dari Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2026 mencapai 5,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) jelang pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) esok hari.

Lembaga itu menyebut angka ini ditopang oleh bertahannya daya beli rumah tangga dan pulihnya kinerja ekspor manufaktur. Namun capaian ini dinilai belum mencerminkan tekanan perekonomian sesungguhnya yang diperkirakan baru akan menghantam secara penuh pada kuartal IV tahun ini.

Sepanjang 2026, Prasasti memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berada di kisaran 5,2 persen hingga 5,4 persen. Konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB), yang tercermin dari penjualan eceran riil yang kembali tumbuh 1,3 persen setelah sempat terkontraksi pada kuartal sebelumnya. 

Selain itu, pembeda utama pada kuartal III ini adalah bergeraknya kinerja ekspor manufaktur, khususnya produk turunan sawit dan elektronik, yang berhasil menahan laju perlambatan.

Research Director Prasasti, Adhi N. Saputro, mengingatkan bahwa angka pertumbuhan yang terlihat kuat pada kuartal III terjadi karena sebagian tekanan belum merambat sepenuhnya ke perekonomian. 

"Ada jeda dari fluktuasi harga minyak, penurunan panen, dan karhutla. Dampaknya baru akan terasa penuh pada kuartal IV, tepat ketika ekonomi justru dituntut tumbuh lebih cepat," kata Adhi dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).

Untuk mencapai batas atas target APBN 2026 sebesar 5,4%, perekonomian domestik setidaknya harus dipacu tumbuh hingga 5,5 persen YoY pada kuartal IV. 

Namun, Prasasti mencatat setidaknya adanya tiga risiko besar yang akan memuncak secara bersamaan pada akhir tahun. 

Pertama yakni lonjakan harga minyak. Harga minyak mentah Indonesia (ICP) rata-rata telah menyentuh hampir 92 Dolar AS per barel sepanjang Januari–September 2026, jauh melampaui asumsi APBN yang hanya sebesar 70 Dolar AS. 

baca juga

Ini berdampak bakal menekan Indonesia sebagai negara importir energi dan menyumbang inflasi pada sektor transportasi sebesar 0,59 poin persentase pada bulan Oktober.

Kedua yakni ancaman El Nino, di mana penurunan produksi padi yang mencapai 18,3 persen pada September dan diprediksi kembali susut 16,3% pada periode Oktober-Desember 2026 berpotensi besar mengerek harga bahan pokok. 

Hal ini dinilai sangat rentan menekan kelompok masyarakat berpendapatan rendah, terlebih inflasi umum sudah bertahan di atas angka 3 persen.

Ketiga yakni dampak ekonomi dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Ia menilai Karhutla yang menimpa wilayah Kalimantan dan Sumatra dapat mengganggu aktivitas ekonomi serta berpotensi menimbulkan kerugian material yang besar.

Ruang Kebijakan Kian Sempit

Di tengah himpitan kondisi tersebut, ruang manuver kebijakan fiskal maupun moneter pemerintah dinilai semakin terbatas. 

Anggota Board of Advisors Prasasti yang juga Gubernur Bank Indonesia 2003-2008, Burhanuddin Abdullah menilai fungsi suku bunga acuan yang kini telah dinaikkan menjadi 5,75 persen tidak lagi sekadar untuk mendorong pertumbuhan, melainkan sebagai jangkar kepercayaan pasar. 

"Pelonggaran yang terlalu dini bisa memicu tekanan pada rupiah, dan ongkosnya bagi pertumbuhan justru lebih mahal," ungkapnya.

Dari sisi fiskal, lonjakan harga energi berisiko memperbesar beban subsidi dan kompensasi pada kuartal IV, padahal outlook defisit APBN sudah mendekati ambang batas 3% terhadap PDB. Memaksakan pertumbuhan lewat belanja dan ekspansi kredit dinilai terlalu berisiko menggerus bantalan fiskal negara.

Sementara itu Senior Economist Prasasti, Piter Abdullah menekankan pentingnya mendorong pertumbuhan lewat kebijakan non-fiskal, seperti relaksasi hambatan dagang non-tarif dan kepastian regulasi. 

"Dalam jangka pendek, percepatan penetapan Neraca Komoditas 2027, termasuk kuota impor bahan baku, menjadi mendesak. Dengan momentum Natal-Tahun Baru yang segera disusul Ramadan dan Idul Fitri, kepastian kuota memungkinkan dunia usaha menyusun rencana operasional yang terukur," tutup Piter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Energi Bersih Bawa Perubahan, Desa Binaan Pertamina Kembangkan Potensi Ekonomi Lokal

Energi Bersih Bawa Perubahan, Desa Binaan Pertamina Kembangkan Potensi Ekonomi Lokal

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:14 WIB

Suahasil Tambah Anggaran Subsidi dan Kompensasi Energi Jadi Rp 500 T Imbas Kenaikan Harga Minyak

Suahasil Tambah Anggaran Subsidi dan Kompensasi Energi Jadi Rp 500 T Imbas Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:26 WIB

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:05 WIB

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Capai 5,5% Meski Ada Tekanan Global

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Capai 5,5% Meski Ada Tekanan Global

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 11:28 WIB

Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi RI Masih Terjaga, Pede Kuat Sampai Akhir Tahun

Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi RI Masih Terjaga, Pede Kuat Sampai Akhir Tahun

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 14:00 WIB

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:11 WIB

Terkini

Realistis atau Pesimis? Mengulik Tren Stop the Wedding dari Sisi Finansial

Realistis atau Pesimis? Mengulik Tren Stop the Wedding dari Sisi Finansial

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 16:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi 5,2-5,4% Q3 2026, Namun Tekanan Baru Terasa di Akhir Tahun

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi 5,2-5,4% Q3 2026, Namun Tekanan Baru Terasa di Akhir Tahun

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:44 WIB

TNI AL Kerahkan 20.980 Personel ke Jakarta, Pramono Pilih Tak Campuri Situasi

TNI AL Kerahkan 20.980 Personel ke Jakarta, Pramono Pilih Tak Campuri Situasi

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:44 WIB

Kahitna dan Arsy Widianto Meriahkan "Cerita Cinta Akhir Tahun" di ibis Styles Serpong BSD City

Kahitna dan Arsy Widianto Meriahkan "Cerita Cinta Akhir Tahun" di ibis Styles Serpong BSD City

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 16:44 WIB

Penyadapan Presiden Maksudnya Gimana? Ini Penjelasan dan Ancaman Hukumannya

Penyadapan Presiden Maksudnya Gimana? Ini Penjelasan dan Ancaman Hukumannya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 16:40 WIB

Kampung Boncos Berulang Kali Digerebek, Polisi Kini Turun Cek Masalah Warga

Kampung Boncos Berulang Kali Digerebek, Polisi Kini Turun Cek Masalah Warga

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:35 WIB

Piala Asia 2027 Mundur Hampir Setahun, China dan Timnas Indonesia Dapat Berkah

Piala Asia 2027 Mundur Hampir Setahun, China dan Timnas Indonesia Dapat Berkah

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 16:35 WIB

Bersepeda Jadi Pilihan Gaya Hidup Sehat, Promo 11.11 Bisa Jadi Momentum Lengkapi Kebutuhan

Bersepeda Jadi Pilihan Gaya Hidup Sehat, Promo 11.11 Bisa Jadi Momentum Lengkapi Kebutuhan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 16:34 WIB

Ulasan Novel Bumi: Petualangan Tiga Sahabat Menjelajahi Dunia Paralel

Ulasan Novel Bumi: Petualangan Tiga Sahabat Menjelajahi Dunia Paralel

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 16:30 WIB

69 Kampus Eropa Hadir di Yogyakarta, Buka Informasi Studi dan Beasiswa

69 Kampus Eropa Hadir di Yogyakarta, Buka Informasi Studi dan Beasiswa

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 16:28 WIB

×