- Bareskrim Polri mengumumkan tiga tersangka penyadapan ilegal pada tanggal 3 November 2026 di Jakarta.
- Indeks Harga Saham Gabungan sempat anjlok 3,78 persen akibat pengumuman kasus penyadapan tersebut.
- Pasar keuangan domestik kemudian pulih karena dipengaruhi oleh faktor global seperti dinamika pemilu Amerika Serikat.
Faktor MSCI penting. Pada Juni 2026, MSCI mempertahankan status emerging market Indonesia, tetapi menunda keputusan hingga tinjauan November. Alasannya antara lain transparansi kepemilikan dan data perdagangan, dengan kemungkinan konsultasi penurunan ke frontier market bila reformasi tidak terlihat. Goldman Sachs memperkirakan potensi arus keluar hingga US$13 miliar dalam skenario itu, menurut laporan Reuters yang dikutip Malay Mail.
Di pasar valas, rupiah ditutup melemah ke Rp18.156 per dolar AS pada 2 November (Bisnis.com), sehari sebelum kasus ini diumumkan. Dengan demikian, tekanan pada rupiah dan saham sudah ada sebelum isu penyadapan muncul.
Dengan latar itu, premi risiko politik tidak bekerja sendirian. Ia menumpuk di atas kekhawatiran tata kelola pasar yang sudah ada. Secara analitis, ini menjelaskan mengapa investor bisa sensitif terhadap berita yang menyentuh kredibilitas institusi, meski kasusnya sendiri bersifat hukum. Ini pembacaan redaksi, bukan temuan yang dirilis lembaga mana pun.
Irman menyebut investor menunggu jawaban atas dua hal: apakah kasus ini memengaruhi konsistensi kebijakan, dan apakah mengganggu kredibilitas institusi. Menurutnya, transparansi proses hukum adalah kunci.
"Pertama berarti transparansi proses hukumnya harus ditingkatkan, harus dijaga supaya investor juga bisa memantau oh ini dampaknya akan kecil, oh ini tidak akan mempengaruhi konsistensi dari policy, oh ini tidak akan mempengaruhi kredibilitas institusi."
Beberapa langkah yang sudah terlihat dapat dibaca investor sebagai sinyal penegakan hukum, yakni penetapan tersangka, penahanan, dan pemberhentian pejabat terkait. Namun, pertanyaan lanjutan masih terbuka: siapa yang memerintahkan, siapa saja korban penyadapan, dan bagaimana pengamanan komunikasi pemerintah ke depan. Kompas melaporkan dorongan pembahasan RUU Penyadapan menguat kembali. Redaksi belum memverifikasi isi dan status pembahasannya di DPR.
Irman mengakui ketidakpastian jangka panjang masih besar. "Nah tentu it's too early to say gitu ya, apakah isu politik ini akan escalate dan menjadi besar karena sangat sulit kita memprediksi. Tapi yang jelas adalah ketika investor mengalami ketidakpastian itu ada cost yang harus kita bayar."
Singkatnya, pasar menunjukkan dua hal sekaligus. Sentimen global sedang membantu, tetapi biaya ketidakpastian domestik tetap berjalan. Seberapa besar biaya itu bergantung pada seberapa terang proses hukum dan seberapa cepat kepercayaan institusi dipulihkan.