Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Bisa Bebani Ekonomi, Ada Biaya yang Harus Ditanggung

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 06 November 2026 | 08:57 WIB
Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Bisa Bebani Ekonomi, Ada Biaya yang Harus Ditanggung
Ilustrasi dugaan penyadapan Presiden RI, Prabowo. [Ist]
baca 10 detik
  • Kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto pada 5 November 2026 berpotensi memicu ketidakpastian politik dan meningkatkan premi risiko investor.
  • Pasar keuangan domestik justru membaik dalam dua hari terakhir akibat faktor global yang lebih besar seperti penurunan imbal hasil US Treasury.
  • Ekonom Bank Danamon Irman Faiz menyatakan pemerintah harus menjaga transparansi proses hukum agar premi risiko investor tetap terkendali.

Suara.com - Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto berpotensi memengaruhi perekonomian Indonesia. Terutama, melalui meningkatnya ketidakpastian politik yang dapat berdampak pada kepercayaan investor.

Ketidakpastian politik dinilai memiliki konsekuensi ekonomi karena investor berpotensi meminta premi risiko atau risk premium lebih tinggi ketika melihat adanya risiko yang belum jelas.

Lead Economist Bank Danamon, Irman Faiz, mengatakan ketidakpastian politik memang memiliki biaya yang harus ditanggung oleh perekonomian. Namun, pergerakan pasar keuangan tidak hanya ditentukan oleh satu faktor.

"Jadi yang namanya uncertainty di politik itu pasti ada cost-nya, risk premium. Kalau misalnya uncertainty itu tinggi, risk premium yang diminta juga tinggi. Tapi perlu kita perhatikan bahwa pergerakan di pasar keuangan tidak hanya digerakkan oleh satu force, tapi berbagai force," katanya saat FGD di Sabang, Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, jika melihat perkembangan pasar keuangan dalam dua hari terakhir sejak isu penyadapan mencuat, pergerakannya justru menunjukkan perbaikan.

Kondisi tersebut terjadi karena terdapat faktor eksternal yang lebih besar memengaruhi dinamika sektor keuangan domestik, terutama perkembangan geopolitik global dan arah kebijakan politik Amerika Serikat.

"Nah kalau kita lihat di isu penyadapannya kan di dua hari terakhir. Nah itu kan kita lihat dua hari terakhir justru pergerakan pasar keuangan relatively membaik. Kenapa bisa membaik? Karena ada faktor yang lebih besar mempengaruhi dinamika sektor keuangan, yaitu geopolitik outlook trajectory dari US midterm election kemarin," bebernya.

Irman menjelaskan, penurunan imbal hasil atau yield US Treasury serta potensi penurunan harga minyak turut memberikan pengaruh terhadap pergerakan pasar keuangan Indonesia.

Dengan demikian, premi risiko yang diperhitungkan investor setelah munculnya kasus tersebut belum lebih besar dibandingkan dampak positif dari perkembangan global dan potensi meredanya ketegangan geopolitik.

baca juga

"Kemudian juga kita lihat US treasury yield turun, potensi harga minyak turun. Itu lebih mempengaruhi pergerakan pasar keuangan domestik. Artinya risk premium yang dilihat oleh investor setelah pengumuman kasus ini itu tidak lebih besar daripada positive impact dari global atau geopolitical potential de-escalation tadi," terangnhya.

Meski demikian, Irman mengingatkan terlalu dini untuk menyimpulkan dampak jangka panjang kasus penyadapan tersebut terhadap perekonomian. Pasalnya, perkembangan isu politik tersebut masih sulit diprediksi, termasuk kemungkinan eskalasi yang lebih besar.

"Nah tentu it's too early to say gitu ya, apakah isu politik ini akan escalate dan menjadi besar karena sangat sulit kita memprediksi. Tapi yang jelas adalah ketika investor mengalami ketidakpastian itu ada cost yang harus kita bayar," jelasnya.

Lebih lanjut, Irman menilai pemerintah perlu menjaga transparansi proses hukum untuk mengurangi ketidakpastian yang dirasakan investor.

Menurutnya, kejelasan penanganan kasus menjadi penting agar investor dapat menilai apakah persoalan tersebut berpotensi mengganggu konsistensi kebijakan pemerintah maupun kredibilitas institusi.

"Pertama berarti transparansi proses hukumnya harus ditingkatkan, harus dijaga supaya investor juga bisa memantau oh ini dampaknya akan kecil, oh ini tidak akan mempengaruhi konsistensi dari policy, oh ini tidak akan mempengaruhi kredibilitas institusi," ungkap Irman.

Ia menegaskan, transparansi menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan premi risiko yang diminta investor tidak meningkat terlalu tinggi.

Lead Economist Bank Danamon, Irman Faiz dalam FGD di Sabang, Kamis (5/11/2026). [Suara.com/Rina]
Lead Economist Bank Danamon, Irman Faiz dalam FGD di Sabang, Kamis (5/11/2026). [Suara.com/Rina]

Dengan begitu, perkembangan positif dari pasar global tetap dapat memberikan daya tarik bagi aset-aset domestik di tengah munculnya ketidakpastian politik.

"Itu yang perlu kita make sure bahwa transparansi itu terjadi sehingga premium yang diminta oleh investor tidak lebih besar daripada perbaikan di global yang membuat aset domestik menjadi relatively lebih menarik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Lebih Baik dari China-Jepang

Pemerintah Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Lebih Baik dari China-Jepang

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 17:02 WIB

Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa, PNM dan Abpednas Berkolaborasi Perkuat Literasi Keuangan

Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa, PNM dan Abpednas Berkolaborasi Perkuat Literasi Keuangan

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 16:21 WIB

Berkat Pertumbuhan Ekonomi, Rupiah Jadi Perkasa ke Level Rp18.082/USD

Berkat Pertumbuhan Ekonomi, Rupiah Jadi Perkasa ke Level Rp18.082/USD

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 16:20 WIB

Youth Economic Summit 2026 Siap Digelar, Dorong Peran Anak Muda Bangun Ekonomi Berkelanjutan

Youth Economic Summit 2026 Siap Digelar, Dorong Peran Anak Muda Bangun Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 15:26 WIB

Youth Economic Summit 2026 Digelar 7 November, Ajak Anak Muda Bahas Masa Depan Ekonomi

Youth Economic Summit 2026 Digelar 7 November, Ajak Anak Muda Bahas Masa Depan Ekonomi

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 15:09 WIB

BPS Akui Belanja Pemerintah Meroket di Q3 2026 Gegara Gaji Pegawai hingga MBG

BPS Akui Belanja Pemerintah Meroket di Q3 2026 Gegara Gaji Pegawai hingga MBG

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 15:01 WIB

Terkini

Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Bisa Bebani Ekonomi, Ada Biaya yang Harus Ditanggung

Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Bisa Bebani Ekonomi, Ada Biaya yang Harus Ditanggung

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 08:57 WIB

Prabowo Ingin Bangun Museum Agung Nasional di Kawasan Monas, Jadi Pusat Sejarah hingga Rekreasi

Prabowo Ingin Bangun Museum Agung Nasional di Kawasan Monas, Jadi Pusat Sejarah hingga Rekreasi

News | Jum'at, 06 November 2026 | 08:46 WIB

Rayuan India Bujuk Presiden Prabowo Mau Pelabuhan Sabang Dijadikan Pusat Logistik

Rayuan India Bujuk Presiden Prabowo Mau Pelabuhan Sabang Dijadikan Pusat Logistik

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 08:45 WIB

Ulasan Robohnya Surau Kami: Ketika Kesalehan Kehilangan Makna

Ulasan Robohnya Surau Kami: Ketika Kesalehan Kehilangan Makna

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 08:30 WIB

Terekam CCTV: Karyawati 22 Tahun Tewas Terlindas Forklift di Pabrik Bandar Lampung

Terekam CCTV: Karyawati 22 Tahun Tewas Terlindas Forklift di Pabrik Bandar Lampung

Lampung | Jum'at, 06 November 2026 | 08:29 WIB

Dikaitkan Skandal Penyadapan Presiden, Pihak Abdul Wahid Laporkan Akun TikTok

Dikaitkan Skandal Penyadapan Presiden, Pihak Abdul Wahid Laporkan Akun TikTok

Riau | Jum'at, 06 November 2026 | 08:18 WIB

Wall Street Berdarah! Nasdaq Catat Rekor Pelemahan Sejak 2024 Akibat AI

Wall Street Berdarah! Nasdaq Catat Rekor Pelemahan Sejak 2024 Akibat AI

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 08:16 WIB

Ray-Ban Meta dan Oakley Meta Resmi Masuk Indonesia, Harga Mulai Rp8,7 Juta

Ray-Ban Meta dan Oakley Meta Resmi Masuk Indonesia, Harga Mulai Rp8,7 Juta

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 08:13 WIB

Geothermal Belum Sejalan dengan Transisi Energi Berkeadilan, Apa Masalahnya?

Geothermal Belum Sejalan dengan Transisi Energi Berkeadilan, Apa Masalahnya?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 08:12 WIB

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 08:00 WIB

×