- Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Bank Indonesia mencatat kenaikan harga pangan pasar tradisional pada Jumat (6/11/2026).
- Cabai rawit hijau, cabai merah keriting, seluruh jenis beras, dan daging sapi kualitas pertama mengalami lonjakan harga signifikan.
- Sebaliknya, penurunan harga terjadi pada cabai rawit merah, bawang putih, daging ayam, serta beberapa jenis minyak goreng.
Suara.com - Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional mengalami kenaikan pada Jumat (6/11/2026). Kenaikan paling tinggi terjadi pada cabai rawit hijau yang harganya mencapai Rp120.000 per kilogram (kg).
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia (BI) yang dilihat melalui laman bi.go.id/hargapangan pukul 08.40 WIB, harga cabai rawit hijau naik 53,16 persen atau Rp41.600 dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting yang kini dibanderol Rp110.000 per kg. Harganya meningkat 31,74 persen atau Rp26.500 dalam sehari.
Sementara itu, cabai merah besar dijual seharga Rp90.000 per kg atau naik 25,7 persen setara Rp18.400.
Berbeda dengan dua jenis cabai tersebut, harga cabai rawit merah justru mengalami penurunan. Komoditas ini turun 6,44 persen atau Rp6.200 menjadi Rp90.000 per kg.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang merah ukuran sedang yang mencapai Rp39.000 per kg. Harganya naik 5,12 persen atau Rp1.900.
Adapun bawang putih ukuran sedang justru mengalami penurunan 4,58 persen atau Rp1.750 menjadi Rp36.500 per kg.
Di kelompok beras, kenaikan harga terjadi pada seluruh jenis beras yang tercatat dalam data PIHPS. Beras kualitas bawah I dan II masing-masing dibanderol Rp18.000 per kg.
Harga beras kualitas bawah I naik 20,45 persen atau Rp3.050, sedangkan kualitas bawah II meningkat 21,62 persen atau Rp3.200.
Kenaikan juga terjadi pada beras kualitas medium I yang mencapai Rp18.000 per kg atau naik 8,11 persen setara Rp1.350. Beras medium II juga dijual Rp18.000 per kg setelah meningkat 9,42 persen atau Rp1.550.
Sementara itu, beras kualitas super I dan II masing-masing dijual Rp19.000 per kg. Harga beras super I naik 5,55 persen atau Rp1.000, sedangkan super II meningkat 8,88 persen atau Rp1.550.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi kualitas I tercatat Rp170.000 per kg atau naik 11,33 persen. Sebaliknya, daging sapi kualitas II turun 16,49 persen menjadi Rp120.000 per kg.
Harga daging ayam ras segar juga mengalami penurunan 1,28 persen atau Rp500 menjadi Rp38.500 per kg.
Sementara itu, harga telur ayam ras segar justru naik 8,18 persen atau Rp2.400 menjadi Rp31.750 per kg.
Pada kelompok gula dan minyak goreng, harga gula pasir premium turun 2,91 persen menjadi Rp20.000 per kg. Namun, gula pasir lokal naik 2,56 persen menjadi Rp20.000 per kg.
Harga minyak goreng curah turun cukup dalam sebesar 16,46 persen menjadi Rp17.000 per kg.

Penurunan juga terjadi pada minyak goreng kemasan bermerek 1 yang turun 1,64 persen menjadi Rp24.000 per kg. Sementara minyak goreng kemasan bermerek 2 turun 5,72 persen menjadi Rp22.250 per kg.
Sebagai informasi, data PIHPS Nasional BI tersebut merupakan rata-rata harga pangan di pasar tradisional seluruh provinsi di Indonesia.