- Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat ke level 5.050 pada Jumat, 6 November 2026.
- Pergerakan pasar dipengaruhi dinamika global termasuk penurunan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah.
- Cadangan devisa Indonesia meningkat serta pemerintah menyiapkan anggaran stimulus ekonomi sebesar Rp1,28 triliun.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di level 5.000 hingga akhir perdagangan, Jumat, 6 November 2026. IHSG ditutup menguat 20,17 poin atau 0,40 persen ke level 5.050.
Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, pada awal perdagangan, IHSG sempat dibuka melemah akibat tekanan sentimen negatif dari bursa global dan kawasan Asia. Koreksi signifikan di Wall Street dan sejumlah indeks saham Asia terjadi di tengah tekanan terhadap saham-saham sektor teknologi.
Selain itu, pelemahan pada awal perdagangan juga diduga dipengaruhi aksi ambil untung atau profit taking setelah IHSG menguat signifikan pada perdagangan sehari sebelumnya.
Meski sempat tertekan, IHSG mampu berbalik arah dan bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan.

Phintraco Sekuritas menilai pergerakan pasar turut dipengaruhi perkembangan harga minyak dunia. Harga minyak kembali terkoreksi ke bawah level 100 dolar AS per barel seiring munculnya harapan penyelesaian konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang lebih cepat setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela AS atau midterm election.
Iran dilaporkan tengah meninjau proposal yang diajukan pihak mediator terkait program nuklir. Namun, negara tersebut masih menginginkan pencabutan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, pelonggaran sanksi, serta pembebasan asetnya yang dibekukan.
Dari dalam negeri, sejumlah indikator ekonomi turut menjadi perhatian pelaku pasar. Cadangan devisa Indonesia tercatat sedikit meningkat menjadi 146,8 miliar dolar AS pada Oktober 2026, dibandingkan posisi 146,3 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, indeks harga rumah mengalami kenaikan 0,58 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal III 2026. Angka tersebut melambat dibandingkan pertumbuhan 0,69 persen YoY pada kuartal II 2026.
Pemerintah juga menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp1,28 triliun untuk merealisasikan Program Satu Orang Satu Rekening. Program tersebut menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi penutup tahun 2026.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,03 persen ke level Rp18.080 per dolar AS.
Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat adanya penyempitan histogram indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) IHSG yang berpotensi membentuk golden cross.
Sementara itu, indikator Stochastic RSI menunjukkan pembalikan arah atau reversal di area pivot.
Berdasarkan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpeluang menguji level 5.100 hingga 5.200 pada perdagangan pekan depan.
Data Perdagangan IHSG
- IHSG: 5.050, naik 20,168 poin (+0,401 persen)
- Pembukaan: 4.956
- Tertinggi: 5.050
- Terendah: 4.925
- Nilai transaksi: Rp9,98 triliun
- Volume transaksi: 45,84 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 1.018.658 kali
Saham Top Value
- BBCA: Rp5.200 (+1,46 persen)
- GOTO: Rp24 (0,00 persen)
- BBRI: Rp2.810 (+3,69 persen)
Saham Top Volume
- GOTO: Rp24 (0,00 persen)
- BUMI: Rp115 (-2,54 persen)
- DEWA: Rp224 (-2,61 persen)
Saham Top Gainers LQ45
- AKRA: Rp1.370 (+4,58 persen)
- UNVR: Rp1.515 (+4,12 persen)
- AMRT: Rp975 (+3,72 persen)
Saham Top Losers Indeks LQ45
- JPFA: Rp1.550 (-6,91 persen)
- BRPT: Rp850 (-6,59 persen)
- HRTA: Rp1.340 (-5,30 persen)
Saham Top Gainers Jakarta Islamic Index (JII)
- UNVR: Rp1.515 (+4,12 persen)
- ICBP: Rp6.325 (+3,27 persen)
- INDF: Rp6.875 (+2,23 persen)
Saham Top Losers Jakarta Islamic Index (JII)
- JPFA: Rp1.550 (-6,91 persen)
- MDKA: Rp2.020 (-5,16 persen)
- RATU: Rp2.020 (-4,72 persen)
Sektor Top Gainers
- IDX Finance: +1,52 persen
Sektor Top Losers
- IDX Technology: -3,16 persen
- IDX Basic Materials: -2,46 persen
- IDX Infrastructures: -1,17 persen