blitz

Mengingat Lagi Lev Yashin, Si Laba-laba Hitam dari Uni Soviet yang Dibuat tak Berkutik oleh Timnas Indonesia

Blitz Suara.Com
Rabu, 17 Agustus 2022 | 20:59 WIB
Mengingat Lagi Lev Yashin, Si Laba-laba Hitam dari Uni Soviet yang Dibuat tak Berkutik oleh Timnas Indonesia
Lev Yashin | @havadari.club

Bagi pencinta sepakbola dunia tentu tak asing dengan nama kiper asal Uni Soviet (sekarang Rusia) Lev Yashin. Yashin ialah salah satu kiper terbaik di sejarah sepakbola. 

Jauh sebelum nama Gianluigi Buffon dan David de Gea dikagumi banyak orang, Yashin ialah sosok yang membuat pekerjaan kiper dihargai pencinta sepakbola. 

Tak kalah jika kemudian ia dinobatkan menjadi kiper terbaik dunia abad ke-20 seperti dikutip dari iffhs.de. Yashin sendiri lahir di Moskow pada 22 Oktober 1929. Pada usia belai tepatnya 13 tahun Yashin bekerja di pabrik senjata. 

Lepas dari buruh pabrik senjata, Yashin mencoba berprofesi sebagai seorang atlet. Ia tercatat pernah jadi atlet hoki es. Bahkan ia sempat tergabung dengan tim hoki es Dynamo Moskow dan sukses meriah gelar juara Uni Soviet pada 1954. 

Sebelum jadi kiper Rusia terbaik sepanjang masa, Yashin seperti sempat ingin mengundurkan diri dari Timnas Rusia karena tak bisa bersaing dengan seniornya, Alexei Khomich. 

Tapi nasib berkata lain, Khomich alami cedera dan Yashin pun menggantikan posisinya. Singkat cerita, Yashin mampu menjadi bagian penting untuk sepakbola Uni Soviet kala itu. Dua gelar bergengsi mampu ia persembahkan untuk Tim Beruang Merah tersebut yakni medali emas Olimpiade 1956 di Melbourne dan juara Piala Eropa 1960. 

Khusus untuk ajang Olimpiade 1956 ini, ada cerita menarik bagi sepakbola Indonesia. Pasalnya sebelum meraih medali emas, Yashin cs tak mampu berkutik kalah bertemu dengan Timnas Indonesia

Bertanding di Melbourne pada 29 November 1956, kiper Indonesia Maulwi Saelan tak gentar meski head to head dengan kiper terbaik Eropa tersebut. Pun dengan para pemain Timnas lainnya seperti Ramang, Ashari Danoe, dan Edang Witarsa. 

Turun dengan formasi 3-4-3, Timnas Indonesia mampu menahan imbang tanpa gol Uni Soviet. Sayang di laga ulang yang berlangsung pada 01 Desember 1956, Timnas Indonesia menyerah 0-4 dari Uni Soviet. 

Baca Juga: 5 Pelatih yang Layak Gantikan Shin Tae-yong Latih Timnas Indonesia U-19 Usai Piala Dunia U-20 2023

Yashin sendiri kemudian tak terbendung kariernya di Eropa. Ia bahkan jadi satu-satunya kiper yang sukses meraih gelar Ballon d'Or. Sayangnya Yashin tak mampu membawa Uni Soviet meraih gelar Piala Dunia, prestasi terbaik Yashin untuk Uni Soviet di Piala Dunia ialah posisi ke-4 Piala Dunia 1966 yang berlangsung di Inggris. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI