Iran Janji Buka Selat Hormuz Jika AS Cabut Sanksi dan Bayar Ganti Rugi Perang

Pebriansyah Ariefana

Senin, 10 Agustus 2026 | 07:35 WIB
Iran Janji Buka Selat Hormuz Jika AS Cabut Sanksi dan Bayar Ganti Rugi Perang
Pemandangan di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/Fatemeh Bahrami/py/am.)
baca 10 detik
  • Kesepakatan pelayaran Iran dan Oman memasuki tahap akhir untuk menentukan rute baru Selat Hormuz.

  • Pembukaan penuh Selat Hormuz tertahan karena Iran menuntut ganti rugi dan pencabutan sanksi Amerika Serikat.

  • Eskalasi meluas ke Laut Merah akibat serangan drone Houthi terhadap kilang minyak Aramco di Jazan.

Suara.com - Kesepakatan teknis jalur pelayaran baru antara Iran dan Oman kini memasuki tahap akhir di tengah pemblokiran Selat Hormuz. Meski begitu, Teheran menegaskan koridor energi global tersebut baru dibuka jika Amerika Serikat memenuhi jajaran syarat berat.

Pemerintah Iran menuntut ganti rugi atas kerusakan serangan militer serta pencabutan total sanksi ekonomi Washington. Tanpa langkah konkret dari pihak Amerika Serikat, pemblokiran di perairan vital tersebut dipastikan terus berlanjut.

Kondisi ini memperpanjang krisis pasokan energi dunia yang memotong seperlima lalu lintas minyak dan gas cair global. Di saat bersamaan, ketegangan kawasan makin meluas ke Laut Merah akibat bentrokan armada militer.

Selat Hormuz (FOX)
Selat Hormuz (FOX)

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengonfirmasi kemajuan rancangan kesepakatan navigasi dengan Muscat tersebut. Namun, ia menekankan bahwa pemulihan arus kapal komersial sepenuhnya bergantung pada kesediaan Washington membayar ganti rugi.

"Sekali kesepakatan diumumkan untuk memulihkan pelayaran komersial tanpa hambatan, Amerika Serikat akan mencabut pemblokiran pelabuhan-pelabuhan Iran," kata seorang pejabat AS yang meminta anonimitas kepada Reuters.

Araqchi menyebutkan bahwa pesan antarnegara saat ini hanya disampaikan lewat pihak ketiga tanpa dialog langsung.

"Kami hanya setengah bernegosiasi dengan mereka. Kami hanya mengawasi Iran dengan inflasi besarnya dan kenyataan bahwa mereka tidak memiliki uang," ujar Presiden AS Donald Trump kepada Axios.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Baqer Zolqadr turut merinci daftar tuntutan mutlak Teheran. Syarat tersebut mencakup penghentian ancaman, pembekuan agresi terhadap sekutu regional, hingga pencabutan blokade ekonomi dan pengembalian aset negara.

Di sisi lain, kekuasaan penentu keputusan tertinggi berada di tangan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei. Kemunculan publiknya sangat dinantikan setelah ia dilaporkan terluka dalam serangan udara yang menewaskan ayahnya pada akhir Februari.

baca juga

Presiden Masoud Pezeshkian dikabarkan telah bertemu Khamenei pada akhir Juli lalu untuk membahas situasi terkini. Media pemerintah berjanji akan segera mempublikasikan rekaman video sang pemimpin puncak kepada khalayak umum.

Eskalasi militer di perairan Teluk juga terus memanas bersamaan dengan perundingan diplomatik yang berbelit. Uni Emirat Arab melaporkan salah satu kapal milik perusahaan minyak negaranya menjadi sasaran tembak di kawasan Selat Hormuz.

Kelompok Houthi di Yaman ikut memperluas jangkauan konflik dengan melancarkan serangan drone ke fasilitas energi Arab Saudi. Drone tersebut menghantam kilang minyak Aramco di Jazan yang berkapasitas 400 ribu barel per hari hingga memicu kebakaran.

Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi kebakaran di lokasi kilang berhasil dipadamkan tanpa menelan korban jiwa. Juru bicara militer Houthi Yahya Saree membenarkan lewat platform X bahwa pihaknya bertanggung jawab atas operasi drone tersebut.

Serangan ke infrastruktur Saudi ini terjadi hanya dua hari setelah Riyadh menandatangani pakta pertahanan bersama Turki dan Pakistan. Kerja sama militer tiga negara tersebut dibentuk guna meredam dampak perang regional yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

"Aliansi baru ini tidak ditujukan melawan Iran atau negara mana pun, melainkan berfungsi sebagai komitmen umum untuk mendukung keamanan," tegas Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan.

Ia menambahkan bahwa bentuk dukungan konkret akan ditentukan bersama saat terjadi serangan.

Latar belakang krisis ini bermula dari serangan udara Amerika Serikat ke Iran pada akhir Februari untuk melumpuhkan program nuklir. Meski sempat disepakati gencatan senjata pada Juni, Washington kembali memblokir pelayaran Iran pada Juli hingga memicu balasan pemblokiran Selat Hormuz oleh Teheran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kilang Minyak Aramco Diserang Houthi, Asap Tebal Membumbung di Arab Saudi

Kilang Minyak Aramco Diserang Houthi, Asap Tebal Membumbung di Arab Saudi

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Iran Beri Syarat Berat ke AS Jika Ingin Selat Hormuz Dibuka, Apa Saja?

Iran Beri Syarat Berat ke AS Jika Ingin Selat Hormuz Dibuka, Apa Saja?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 11:43 WIB

Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif

Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:14 WIB

Terkini

Beras SPHP Diduga Dioplos, Begini Modus Mafia Beras Kelabui Konsumen

Beras SPHP Diduga Dioplos, Begini Modus Mafia Beras Kelabui Konsumen

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 16:27 WIB

Bikin Pengunjung Betah dan Ingin Kembali? Ini yang Perlu Dibenahi Tempat Wisata

Bikin Pengunjung Betah dan Ingin Kembali? Ini yang Perlu Dibenahi Tempat Wisata

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 16:22 WIB

Hasto Tuntaskan Soekarno Run Blitar, Acungkan Salam Tiga Jari di Garis Finish

Hasto Tuntaskan Soekarno Run Blitar, Acungkan Salam Tiga Jari di Garis Finish

News | Minggu, 08 November 2026 | 16:10 WIB

3 Zodiak Paling Hoki dan Bahagia Hari Ini, Minggu 8 November 2026: Keberuntungan Besar Menanti Anda

3 Zodiak Paling Hoki dan Bahagia Hari Ini, Minggu 8 November 2026: Keberuntungan Besar Menanti Anda

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 16:07 WIB

ISIS Come Back! Sudah Serang Israel Sejak Sebulan Lalu

ISIS Come Back! Sudah Serang Israel Sejak Sebulan Lalu

News | Minggu, 08 November 2026 | 16:05 WIB

Helikopter Jatuh di Sungai Barito, Dua WNA Selamat, 1 Awak WNI Masih Dicari

Helikopter Jatuh di Sungai Barito, Dua WNA Selamat, 1 Awak WNI Masih Dicari

News | Minggu, 08 November 2026 | 15:59 WIB

Kemensos Sebut Adopsi 8 Anak WNI di Singapura Ilegal, Diduga Korban Sindikat Perdagangan Anak

Kemensos Sebut Adopsi 8 Anak WNI di Singapura Ilegal, Diduga Korban Sindikat Perdagangan Anak

News | Minggu, 08 November 2026 | 15:49 WIB

Update Terbaru! Apakah BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Sudah Bisa Dicek Awal November?

Update Terbaru! Apakah BSU BPJS Ketenagakerjaan 2026 Sudah Bisa Dicek Awal November?

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 15:47 WIB

Mengenal Burden Free, Teknologi Andalan Tas Kerja Jepang yang Diburu Wanita Indonesia

Mengenal Burden Free, Teknologi Andalan Tas Kerja Jepang yang Diburu Wanita Indonesia

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 15:44 WIB

Timnas Indonesia Gagal Dapat Lawan di FIFA Matchday November 2026, Sosok Patrick Kluivert Mencuat

Timnas Indonesia Gagal Dapat Lawan di FIFA Matchday November 2026, Sosok Patrick Kluivert Mencuat

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 15:42 WIB

×