Kelas Menengah RI Tercekik, Ekonom Peringatkan Pemerintah

M Nurhadi

Senin, 10 Agustus 2026 | 07:28 WIB
Kelas Menengah RI Tercekik, Ekonom Peringatkan Pemerintah
Warga beraktivitas di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Ekonom senior INDEF Didik J. Rachbini memperingatkan penurunan daya beli dan penyusutan kelas menengah pada Minggu, 9 Agustus 2026.
  • Kondisi fiskal negara yang terbatas membuat belanja pemerintah hanya mampu berfungsi sebagai penyangga ekonomi jangka pendek.
  • Pemerintah didesak segera melakukan reformasi struktural untuk mendorong investasi asing dan ekspor sebagai motor pertumbuhan baru.

Suara.com - Fundamental ekonomi Indonesia yang selama ini banyak ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan belanja negara kini tengah menghadapi ujian berat.

Peringatan serius dilontarkan oleh ekonom senior sekaligus salah satu pendiri INDEF, Prof. Didik J. Rachbini, terkait memburuknya kondisi daya beli masyarakat dan makin sempitnya ruang fiskal negara.

Dalam rilis resmi yang diterbitkan pada Minggu (9/8/2026), Didik menyoroti sebuah fenomena meresahkan terkait struktur demografi ekonomi nasional, yakni menyusutnya populasi kelas menengah. Kelompok yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian melalui daya beli mereka, kini kondisinya semakin tertekan.

"Faktor konsumsi masyarakat saat ini sudah tidak bisa diandalkan karena kelas menengah kita sudah tergerus dan menurun jumlahnya. Kondisi ini secara langsung menghambat laju pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi masyarakat," papar Didik membedah akar persoalan.

Ketika konsumsi masyarakat melemah, pemerintah biasanya turun tangan dengan instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui belanja pemerintah (government spending).

Namun, Didik menegaskan bahwa strategi ini bukanlah solusi jangka panjang. Ia memperingatkan bahwa belanja pemerintah tidak akan pernah langgeng karena fungsinya saat ini sekadar menjadi "penyangga" (shock absorber) agar pertumbuhan ekonomi nasional tidak anjlok lebih dalam di bawah level 5 persen.

"Apalagi kondisi fiskal kita juga punya masalah, baik dari sisi target penerimaan maupun beban pengeluaran. Oleh karena itu, (belanja pemerintah) tidak akan bertahan lama dan hanya bisa menjadi penyangga dalam jangka yang sangat pendek," tegas akademisi yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina tersebut, dalam keterangan yang ia sampaikan kepada Redaksi pada Minggu (9/8/2026).

Melihat kerentanan pada dua motor penggerak tradisional ini (konsumsi masyarakat dan belanja negara), Didik mendesak pemerintah untuk segera mencari alternatif mesin pertumbuhan baru yang lebih solid.

Satu-satunya jalan keluar yang rasional untuk melepaskan diri dari jebakan pertumbuhan moderat adalah dengan melakukan reformasi struktural yang mendorong investasi luar negeri dan ekspor.

baca juga

Pemerintah dituntut untuk tidak lagi memberikan beban berlebih pada APBN dan masyarakat kelas menengah yang sedang lesu, melainkan harus mulai membuka keran insentif bagi sektor industri agar mampu bersaing dan mendatangkan devisa dari pasar internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonom Bongkar Kesalahan Fatal Pemerintah, Bikin Ekonomi RI Sulit 'Saingi' Vietnam

Ekonom Bongkar Kesalahan Fatal Pemerintah, Bikin Ekonomi RI Sulit 'Saingi' Vietnam

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:40 WIB

Mengapa Klasifikasi Ojol Sebagai UMKM Jadi Kunci Akses Modal Tanpa Jaminan?

Mengapa Klasifikasi Ojol Sebagai UMKM Jadi Kunci Akses Modal Tanpa Jaminan?

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Prabowo Klaim Pendapatan Danantara Naik 400 Persen, Sebut Harus Diaudit

Prabowo Klaim Pendapatan Danantara Naik 400 Persen, Sebut Harus Diaudit

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Janji Pertumbuhan Ekonomi RI Merata hingga Maluku dan Papua

Purbaya Janji Pertumbuhan Ekonomi RI Merata hingga Maluku dan Papua

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:56 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Meleset dari Target, Purbaya Salahkan Kenaikan Harga Minyak Global

Pertumbuhan Ekonomi RI Meleset dari Target, Purbaya Salahkan Kenaikan Harga Minyak Global

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:37 WIB

Bisakah "Apartemen Ayam-Maggot" Menjadi Solusi Sampah Organik di Kota?

Bisakah "Apartemen Ayam-Maggot" Menjadi Solusi Sampah Organik di Kota?

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Terkini

Kemenangan Pengepul Sampah di Pilkades Bekasi Disorot Media Asing: Duit Tak Berpengaruh

Kemenangan Pengepul Sampah di Pilkades Bekasi Disorot Media Asing: Duit Tak Berpengaruh

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:42 WIB

PSI Tuding Sengketa Ijazah Gibran Bagian Manuver Politik: Dulu Jokowi, Besok Kaesang, Lusa Jan Ethes

PSI Tuding Sengketa Ijazah Gibran Bagian Manuver Politik: Dulu Jokowi, Besok Kaesang, Lusa Jan Ethes

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:38 WIB

Dugaan Fasilitas Khusus Ferdy Sambo di Lapas Cibinong, Ini Jawaban Ditjenpas

Dugaan Fasilitas Khusus Ferdy Sambo di Lapas Cibinong, Ini Jawaban Ditjenpas

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 19:36 WIB

Iran Ancam Perang Meluas hingga Halaman Belakang Indonesia Jika AS Kembali Menyerang

Iran Ancam Perang Meluas hingga Halaman Belakang Indonesia Jika AS Kembali Menyerang

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:35 WIB

Waspada Baterai Rusak pada Mobil Hybrid Bekas! Kenali Ciri-cirinya sebelum Terlanjur Membeli

Waspada Baterai Rusak pada Mobil Hybrid Bekas! Kenali Ciri-cirinya sebelum Terlanjur Membeli

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 19:34 WIB

Usut Sindikat Scam Kripto Malaysia-Vietnam, Polisi Telusuri Transaksi Fantastis Rp3,19 Triliun

Usut Sindikat Scam Kripto Malaysia-Vietnam, Polisi Telusuri Transaksi Fantastis Rp3,19 Triliun

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:30 WIB

Kedatangan Jenazah Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Disambut Isak Tangis di Rumah Duka

Kedatangan Jenazah Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Disambut Isak Tangis di Rumah Duka

Video | Kamis, 24 September 2026 | 19:30 WIB

Tim Penyelam Temukan 14 Jasad di Bangkai KM Virgo, 93 Korban Masih Dicari

Tim Penyelam Temukan 14 Jasad di Bangkai KM Virgo, 93 Korban Masih Dicari

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:23 WIB

11 Tuntutan Demo Buruh di Jakarta Hari Ini, Tolak Outsourcing hingga Aturan Cuti Haid

11 Tuntutan Demo Buruh di Jakarta Hari Ini, Tolak Outsourcing hingga Aturan Cuti Haid

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:16 WIB

Wabup Iwan Tuaji Segera Disidang, Terungkap Lagi Perkara Rp872,5 Juta dari Proyek PALI

Wabup Iwan Tuaji Segera Disidang, Terungkap Lagi Perkara Rp872,5 Juta dari Proyek PALI

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 19:16 WIB

×