Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Kelas Menengah RI Tercekik, Ekonom Peringatkan Pemerintah

M Nurhadi

Senin, 10 Agustus 2026 | 07:28 WIB
Kelas Menengah RI Tercekik, Ekonom Peringatkan Pemerintah
Warga beraktivitas di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Ekonom senior INDEF Didik J. Rachbini memperingatkan penurunan daya beli dan penyusutan kelas menengah pada Minggu, 9 Agustus 2026.
  • Kondisi fiskal negara yang terbatas membuat belanja pemerintah hanya mampu berfungsi sebagai penyangga ekonomi jangka pendek.
  • Pemerintah didesak segera melakukan reformasi struktural untuk mendorong investasi asing dan ekspor sebagai motor pertumbuhan baru.

Suara.com - Fundamental ekonomi Indonesia yang selama ini banyak ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan belanja negara kini tengah menghadapi ujian berat.

Peringatan serius dilontarkan oleh ekonom senior sekaligus salah satu pendiri INDEF, Prof. Didik J. Rachbini, terkait memburuknya kondisi daya beli masyarakat dan makin sempitnya ruang fiskal negara.

Dalam rilis resmi yang diterbitkan pada Minggu (9/8/2026), Didik menyoroti sebuah fenomena meresahkan terkait struktur demografi ekonomi nasional, yakni menyusutnya populasi kelas menengah. Kelompok yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian melalui daya beli mereka, kini kondisinya semakin tertekan.

"Faktor konsumsi masyarakat saat ini sudah tidak bisa diandalkan karena kelas menengah kita sudah tergerus dan menurun jumlahnya. Kondisi ini secara langsung menghambat laju pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi masyarakat," papar Didik membedah akar persoalan.

Ketika konsumsi masyarakat melemah, pemerintah biasanya turun tangan dengan instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui belanja pemerintah (government spending).

Namun, Didik menegaskan bahwa strategi ini bukanlah solusi jangka panjang. Ia memperingatkan bahwa belanja pemerintah tidak akan pernah langgeng karena fungsinya saat ini sekadar menjadi "penyangga" (shock absorber) agar pertumbuhan ekonomi nasional tidak anjlok lebih dalam di bawah level 5 persen.

"Apalagi kondisi fiskal kita juga punya masalah, baik dari sisi target penerimaan maupun beban pengeluaran. Oleh karena itu, (belanja pemerintah) tidak akan bertahan lama dan hanya bisa menjadi penyangga dalam jangka yang sangat pendek," tegas akademisi yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina tersebut, dalam keterangan yang ia sampaikan kepada Redaksi pada Minggu (9/8/2026).

Melihat kerentanan pada dua motor penggerak tradisional ini (konsumsi masyarakat dan belanja negara), Didik mendesak pemerintah untuk segera mencari alternatif mesin pertumbuhan baru yang lebih solid.

Satu-satunya jalan keluar yang rasional untuk melepaskan diri dari jebakan pertumbuhan moderat adalah dengan melakukan reformasi struktural yang mendorong investasi luar negeri dan ekspor.

baca juga

Pemerintah dituntut untuk tidak lagi memberikan beban berlebih pada APBN dan masyarakat kelas menengah yang sedang lesu, melainkan harus mulai membuka keran insentif bagi sektor industri agar mampu bersaing dan mendatangkan devisa dari pasar internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonom Bongkar Kesalahan Fatal Pemerintah, Bikin Ekonomi RI Sulit 'Saingi' Vietnam

Ekonom Bongkar Kesalahan Fatal Pemerintah, Bikin Ekonomi RI Sulit 'Saingi' Vietnam

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:40 WIB

Mengapa Klasifikasi Ojol Sebagai UMKM Jadi Kunci Akses Modal Tanpa Jaminan?

Mengapa Klasifikasi Ojol Sebagai UMKM Jadi Kunci Akses Modal Tanpa Jaminan?

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Prabowo Klaim Pendapatan Danantara Naik 400 Persen, Sebut Harus Diaudit

Prabowo Klaim Pendapatan Danantara Naik 400 Persen, Sebut Harus Diaudit

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Janji Pertumbuhan Ekonomi RI Merata hingga Maluku dan Papua

Purbaya Janji Pertumbuhan Ekonomi RI Merata hingga Maluku dan Papua

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:56 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Meleset dari Target, Purbaya Salahkan Kenaikan Harga Minyak Global

Pertumbuhan Ekonomi RI Meleset dari Target, Purbaya Salahkan Kenaikan Harga Minyak Global

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:37 WIB

Bisakah "Apartemen Ayam-Maggot" Menjadi Solusi Sampah Organik di Kota?

Bisakah "Apartemen Ayam-Maggot" Menjadi Solusi Sampah Organik di Kota?

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Terkini

Kelas Menengah RI Tercekik, Ekonom Peringatkan Pemerintah

Kelas Menengah RI Tercekik, Ekonom Peringatkan Pemerintah

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:28 WIB

Demi Efisiensi, Prabowo Perintahkan Pertamina dan PLN Pangkas Anak-Cucu Perusahaan

Demi Efisiensi, Prabowo Perintahkan Pertamina dan PLN Pangkas Anak-Cucu Perusahaan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:26 WIB

Kata-kata Aneh PM Jepang Tak Sebut Pihak yang Paling 'Berdosa' di Bom Hiroshima - Nagasaki

Kata-kata Aneh PM Jepang Tak Sebut Pihak yang Paling 'Berdosa' di Bom Hiroshima - Nagasaki

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:23 WIB

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Ini Saham yang Potensi Cuan

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Ini Saham yang Potensi Cuan

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:16 WIB

Beraninya! Israel Tolak Mentah-mentah Rencana Damai Donald Trump untuk Gaza

Beraninya! Israel Tolak Mentah-mentah Rencana Damai Donald Trump untuk Gaza

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:12 WIB

Perintah Prabowo ke PLN-Pertamina : Segera Pangkas Anak-Cucu Perusahaan

Perintah Prabowo ke PLN-Pertamina : Segera Pangkas Anak-Cucu Perusahaan

Bekaci | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Anime Firefly Wedding Bagikan Trailer Baru dan Ungkap Jadwal Tayang Oktober

Anime Firefly Wedding Bagikan Trailer Baru dan Ungkap Jadwal Tayang Oktober

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:05 WIB

3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026

3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya

Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Apoteka Bahagia Medifarma Gelar Skrining Kesehatan Terpadu di Surabaya

Apoteka Bahagia Medifarma Gelar Skrining Kesehatan Terpadu di Surabaya

Jatim | Senin, 10 Agustus 2026 | 05:00 WIB

×