Susahnya Liga Belgia Bisa Setara dengan Kompetisi Top Eropa, Milioner Indonesia Ikut Terseret Jadi Penyebabnya

Blitz

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 11:05 WIB
Susahnya Liga Belgia Bisa Setara dengan Kompetisi Top Eropa, Milioner Indonesia Ikut Terseret Jadi Penyebabnya
Liga Belgia | bolatimes.com

Dampaknya tentu saja perputaran uang tersebut di satu sisi membuat sedikit adanya kemajuan sejumlah klub di Belgia yang sebelumnya sama sekali tak dilirik. 

Pemahaman orang Belgia soal bagaimana mengembangkan usahanya ke level yang lebih tinggi dengan belajar dari para investor era 90-an hingga 2002 membuat mereka paham bagaimana kemitraan bisnis di sepakbola sangatlah penting jika Pro Jupiler bisa menjadi industri seperti liga-liga di tetangga mereka.  

Kota kecil bernama Beveren misalnya. Kota yang memiliki klub sepakbola bernama K.S.K Beveren itu menjalin kemitraan dengan klub papan atas Liga Inggris, Arsenal pada 2003 silam. 

Keuntungan Beveran jalin kerjasama dengan Arsenal salah satunya ialah mereka mendapatkan sejumlah produk asli akademi Arsenal, seperti Steve Sidwell yang main di klub tersebut sebagai pemain pinjaman. 

Sayang kemudian penyelidikan dari sejumlah pihak menemukan ada kejanggalan dari kemitraan bisnis ini yang justru membuat Beveren tak maju secara kualitas sepakbola.

Fans dari Beveren sayangnya mengelola itu dengan cara yang tidak tepat dan justru membawanya ke permasalahan SARA. Hal itu dikarenakan mereka muak dengan kebijakan klub pada periode 2002-2003 yang hanya memainkan satu pemain asli Belgia dan sisanya ialah pemain asing, mayoritas berasal Afrika. 

Teriakan meniru suara monyet sempat terdengar nyaring dari para fans Beveren saat pemain dari Pantai Gading bermain untuk klub tersebut.  

Arus investasi dari pihak asing terus masuk ke Belgia tak terbendung setelah periode 2002. Salah satu investor kelas kakap yang datang ke Belgia dan jadi sorotan publik lokal di sana ialah Zheyun Ye, seorang pengusaha rumah judi terbesar di Cina. 

Laporan dari The New York Times menyebutkan bahwa Zheyun Ye menaruh uangnya untuk melakukan investasi ke sejumlah klub papan bawah Jupiler League

Sayang kehadiran Ye tak serta merta membuat sepakbola di periode itu merangkak maju. Ye diduga menanamkan uangnya untuk skema kotor pengaturan kotor di pertandingan sepakbola Belgia. 
Investigasi dari otoritas hukum Belgia menemukan adanya nilai yang tak masuk akal di bursa taruhan pada sejumlah pertandingan di klub yang kabarnya diberikan investasi oleh Ye. 

Dalam kelanjutan proses penyelidikan itu, dua klub Lierse dan RAA Louvierosie ditengarai menjadi klub yang meminin skema pengaturan skor di kasta terendah Liga Belgia. “Sepakbola Belgia saat ini berada di era kapitalisme kasino yang merusak,” kata ekonom sepakbola asal Belgia, Toen Wim Lagae. 

Efek negatif dari masifnya para investor asing juga terlihat saat penguasaha asal Mesir, Maged Samy mengambil alih klub kecil Belgia, Lierse pada 2007. Samy membeli klub tersebut hanya dengan nilai 3 juta euro. 

Di awal kedatangannya Samy bak politikus di Indonesia yang berbicara manis dan memberi jani surga saat masa kampanye. Samy berjanji ke pada suporter Lierse bahwa ia akan membangun stadion baru dan akan mengeluarkan uang banyak untuk datangkan pemain bagus. 

Sayang semua itu tak dilaksanakan oleh Samy. Stadion baru tak ada, pemain bagus yang ia janjikan malah pemain-pemain dari klub kecil Mesir, Wadi Degla, klub yang juga dimiliki oleh Samy. 

Selama empat musim berturut-turut sejak 2007, Lierse tak jua beranjak dari papan bawah Jupiler League. Samy bahkan seperti pemilik Cardiff City, Vincent Tan yang mengubah logo dan jersey klub. Bagi suporter Lierse apa yang dilakukan oleh Samy hanyalah untuk membuat ia mendapat pemasukan tiap tahun dari hak siar sebesar 10 juta euro. 

Menariknya tingkah dari para investor kelas kakap yang berasal dari Cina dan Timur Tengah yang dianggap merusak Jupirer League juga dilakukan oleh orang Indonesia. 

Publik Belgia seperti laporan dari These Football Times sangat kesal saat grup Bakrie datang ke CS Vise dan menanamkan modalnya pada 2011. Bagi suporter CS Vise kedatanga grup Bakrie ini seperti mengubah klub tersebut menjadi salah satu klub sepakbola seperti acara reality show. 

Tak jelas apa yang ingin dilakukan grup Bakrie saat menanamkan modal di CS Vise. Tak ada hal signifikan yang dilakuan grup Bakrie saat mengambil alih CS Vise. Malah hampir sama dengan Samy di Lierse, grup Bakrie juga tak malu membawa sejumlah pemain Indonesia yang tak memenuhi standar untuk bisa main di CS Vise.

Salah satu pemain itu saat ini seperti yang disebut publik Belgia menjadi artis di acara reality show. Setelah tak banyak melakukan hal signifikan pada CS Vise, grup Bakrie angkat koper dari klub tersebut pada 2014. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setelah Tiga Musim, Eden Hazard Berpeluang Tampil di Final Pertamanya Bersama Real Madrid

Setelah Tiga Musim, Eden Hazard Berpeluang Tampil di Final Pertamanya Bersama Real Madrid

Bola | Rabu, 10 Agustus 2022 | 20:06 WIB

AC Milan Resmi Boyong De Ketelaere dari Club Brugge

AC Milan Resmi Boyong De Ketelaere dari Club Brugge

Bola | Rabu, 03 Agustus 2022 | 06:28 WIB

Momen Duel Sandy Walsh vs Radja Nainggolan di Liga Belgia

Momen Duel Sandy Walsh vs Radja Nainggolan di Liga Belgia

Bola | Jum'at, 29 Juli 2022 | 18:00 WIB

Lima Transfer Pemain Terburuk dalam Sejarah Sepak Bola Modern

Lima Transfer Pemain Terburuk dalam Sejarah Sepak Bola Modern

| Rabu, 27 Juli 2022 | 15:23 WIB

Hasil Real Madrid vs Club America: Kemenangan Los Blancos Dibuyarkan Penalti Penghujung Laga

Hasil Real Madrid vs Club America: Kemenangan Los Blancos Dibuyarkan Penalti Penghujung Laga

Bola | Rabu, 27 Juli 2022 | 11:51 WIB

Terkini

Khoirul Muzaki dan Alfiatun Resmi Pimpin AJI Purwokerto 2026-2029

Khoirul Muzaki dan Alfiatun Resmi Pimpin AJI Purwokerto 2026-2029

Jawa Tengah | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:31 WIB

Dari Sunset hingga Pertunjukan Musikal, Ini 5 Cara Seru Menghabiskan Libur Panjang di Jakarta

Dari Sunset hingga Pertunjukan Musikal, Ini 5 Cara Seru Menghabiskan Libur Panjang di Jakarta

Lifestyle | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:29 WIB

TikTok Made Me Buy It: Saat Budaya Konsumtif dan FOMO Berkolaborasi

TikTok Made Me Buy It: Saat Budaya Konsumtif dan FOMO Berkolaborasi

Your Say | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:20 WIB

Bakar Sampah Bukan Solusi Praktis: Mengapa Cara Tradisional Ini Justru Mengancam Nyawa?

Bakar Sampah Bukan Solusi Praktis: Mengapa Cara Tradisional Ini Justru Mengancam Nyawa?

Your Say | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:15 WIB

Plus Minus Pinang Honda Scoopy di 2026, Kenapa Skutik Ini Tetap Jadi Favorit Pengendara Wanita?

Plus Minus Pinang Honda Scoopy di 2026, Kenapa Skutik Ini Tetap Jadi Favorit Pengendara Wanita?

Otomotif | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:10 WIB

5 Rekomendasi Parfum Wangi White Floral yang Cocok Dipakai ke Kondangan

5 Rekomendasi Parfum Wangi White Floral yang Cocok Dipakai ke Kondangan

Your Say | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:05 WIB

Giliran Ikatan Keluarga Minang Riau Laporkan Abu Janda ke Polisi

Giliran Ikatan Keluarga Minang Riau Laporkan Abu Janda ke Polisi

Riau | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:02 WIB

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB

Biaya Umrah di Hanania Travel Berapa? Disorot Usai Owner Tersandung Kasus Penipuan

Biaya Umrah di Hanania Travel Berapa? Disorot Usai Owner Tersandung Kasus Penipuan

Lifestyle | Minggu, 31 Mei 2026 | 08:56 WIB

The Millionaire Detective Balance Unlimited, Saat Pewaris Jadi Polisi Sempurna

The Millionaire Detective Balance Unlimited, Saat Pewaris Jadi Polisi Sempurna

Your Say | Minggu, 31 Mei 2026 | 08:45 WIB